Rusia dan Ukraina Sepakat Gencatan Sejata Selama 32 Jam

Rusia & Ukraina Sepakat Gencatan Sejata Selama 32 Jam login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Rusia & Ukraina Sepakat Gencatan Sejata Selama 32 Jam Comment SHARE url telah tercopy Tim Redaksi,  CNBC Indonesia 12 April 2026 15:15 Foto: Unit sistem rudal balistik antarbenua Yars Rusia bergerak selama latihan oleh pasukan rudal strategis negara itu di lokasi yang tidak diketahui di Siberia, Rusia, dalam gambar ini yang diambil dari rekaman yang dirilis pada 2 April 2026. (via REUTERS/Russian Defence Ministry) Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia dan Ukraina dikabarkan menyepakati gencatan senjata selama 32 jam untuk peringatan Paskah Ortodoks. Tapi, Ukraina menyebut kesepakatan itu langsung dilanggar Rusia. Mengutip AFP, Minggu (12/4/2026), Komando militer Ukraina menuduh Rusia berulang kali melanggar gencatan senjata untuk memperingati Sabtu Paskah Ortodoks dengan hampir 470 insiden yang meliputi serangan udara dan serangan pesawat tak berawak hingga penembakan. Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui memerintahkan gencatan senjata pada hari Kamis lalu, atau lebih dari seminggu setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pertama kali mengajukan usulan tersebut. Kedua pihak kemudian sepakat untuk mematuhinya. Baca: Peta Sebaran Basis Militer AS Terkuak, dari Jepang Hingga Timur Tengah Gencatan senjata tersebut seharusnya berlangsung selama 32 jam, dari pukul 16.00 waktu setempat pada Sabtu (11/4) hingga akhir hari Minggu (12/4). Namun pada Sabtu malam, militer Ukraina, lewat akun Facebook-nya, mengatakan ada 469 pelanggaran gencatan senjata telah tercatat. Ukraina menyebut ada 22 aksi penyerangan oleh musuh, 153 serangan penembakan, 19 serangan oleh pesawat tak berawak dan 275 serangan oleh pesawat tak berawak FPV. Secara total, militer Ukraina mengatakan bahwa Rusia telah melakukan 57 serangan udara dan menjatuhkan 182 bom udara berpemandu, serta mengerahkan 3.928 drone dan melakukan 2.454 serangan artileri di daerah berpenduduk dan posisi pasukan kami. Di wilayah Kursk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina, Gubernur Alexander Khinshtein juga menuduh Kyiv melanggar gencatan senjata dengan menyerang sebuah SPBU di kota Lgov dengan drone. Serangan itu disebut melukai tiga orang, termasuk seorang bayi. Dalam pidatonya pada Sabtu malam, Zelensky menyerukan gencatan senjata yang lebih lama. “Kami telah mengajukan proposal ini kepada Rusia, dan jika Rusia sekali lagi memilih perang daripada perdamaian, ini akan sekali lagi menunjukkan kepada dunia, dan kepada Amerika Serikat, siapa yang sebenarnya menginginkan apa,” ujarnya. Warga Kharkiv, sebuah kota dekat perbatasan Rusia dan menjadi sasaran serangan harian, telah waspada terhadap gencatan senjata tersebut. (pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC] Next Article Video: Serangan Drone di Kherson, Ukraina, 24 Tewas Saat Tahun Baru Tags #rusia #ukraina #gencatan senjata Related Articles Zelensky Ngamuk, 113 Drone Ukraina Tembak Rusia NEWS Pilu, Serangan Terbaru Rusia di Ukraina Tewaskan Ibu & Anak 11 Tahun NEWS Video: Rusia Serang Bus Pengangkut Penambang, Putaran Baru Perundingan NEWS Jreng, Putin Siap Menjamu Zelensky di Moskow Rusia NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *