Ilmuwan Kompak Teriak ‘Kiamat’, Bumi Terancam Hancur login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Ilmuwan Kompak Teriak ‘Kiamat’, Bumi Terancam Hancur Comment SHARE url telah tercopy Tim Redaksi, CNBC Indonesia 12 April 2026 15:00 Foto: Sebuah bongkahan es mengapung di perairan laut dekat Nuuk, Greenland, 30 Januari 2026. REUTERS/Fedja Grulovic Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pakar yang memprediksi masa depan Bumi. Peringatan darurat telah digaungkan agar semua masyarakat dunia dapat mengantisipasi Bumi yang terancam hancur. Sebanyak 44 ilmuwan iklim dunia telah berupaya meminta pembuat kebijakan beberapa negara seperti Nordik, yang meliputi Denmark, Islandia, Norwegia, Finlandia, dan Swedia, untuk mengatasi pencairan es di Atlantik Utara dan aliran arus laut yang krusial. Dalam surat terbuka yang dipublikasikan secara online pada Senin (21/10) lalu, ahli iklim Universitas Pennsylvania Michael Mann dan ilmuwan lainnya mengatakan risiko melemahnya sirkulasi laut di Atlantik telah sangat diremehkan dan memerlukan tindakan segera. Baca: Sumber Kehidupan Timur Tengah Lenyap, Rasulullah Sudah Peringatkan Arus yang dimaksud adalah arus yang membentuk Sirkulasi Terbalik Meridian Atlantik (AMOC), sebuah sabuk konveyor laut raksasa yang mencakup Arus Teluk dan mengangkut panas ke Belahan Bumi Utara. Penelitian menunjukkan bahwa AMOC melambat dan dalam waktu dekat mencapai titik kritis karena pemanasan global yang akan menyebabkan kekacauan iklim Bumi. “Perubahan sirkulasi laut seperti itu akan berdampak buruk dan tidak dapat diubah terutama bagi negara-negara Nordik, tetapi juga bagi bagian lain dunia,” tulis para ilmuwan dalam surat tersebut, dikutip dari Live Science, Minggu (12/4/2026). Keruntuhan AMOC akan menyebabkan pendinginan besar dan cuaca ekstrem di negara-negara Nordik. Hal ini akan memperbesar dan memperdalam “gumpalan dingin” yang telah terbentuk di atas Atlantik Utara bagian timur karena melambatnya arus pembawa panas. Keruntuhan arus laut juga kemungkinan akan mempercepat dampak iklim di Belahan Bumi Utara, yang mengancam pertanian di Eropa Barat Laut. “Wilayah lain juga akan merasakan dampaknya,” kata para ilmuwan dalam surat. Jika AMOC terhenti, hal itu akan memicu pergeseran ke selatan dalam sistem monsun tropis, dengan konsekuensi bencana bagi pertanian dan ekosistem. Arus laut yang terhenti juga dapat semakin meningkatkan permukaan laut di sepanjang pantai Atlantik Amerika dan membuat ekosistem laut dan perikanan menjadi “pergolakan.” Para ilmuwan mengirimkan surat tersebut kepada Dewan Menteri Nordik, sebuah forum antarpemerintah yang bertugas untuk mempromosikan kerja sama di antara negara-negara Nordik. Mereka mendesak para pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan secara serius risiko yang ditimbulkan akibat keruntuhan AMOC dan untuk mendesak mitra internasional agar tetap ingat degan Perjanjian Paris 2015, yang bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu global rata-rata hingga 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri. (pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC] Next Article Ilmuwan Berhasil Bongkar Isi Bulan Tags #ilmuwan #kiamat Related Articles Ilmuwan Buat Tas dari Kolagen Fosil T-rex, Bakal Dilelang Rp8,5 M TECH Cahaya Misterius Jelang Ramadan Bikin Ilmuwan Asing Penasaran TECH Ilmuwan Pecahkan Misteri 100 Tahun, Ungkap Bentuk Dunia Sesungguhnya TECH 40 Ilmuwan Berlayar Menuju Daratan Es Kiamat demi Umat Manusia TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Diskon Tarif Tol 30 Persen saat Mudik Lebaran, Ini Jadwal hingga Daftarnya
- CSNBro
- 6 Maret 2026
- 0
Diskon Tarif Tol 30 Persen saat Mudik Lebaran, Ini Jadwal hingga Daftarnya
34 Desa di Grobogan Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak
- CSNBro
- 17 Februari 2026
- 0
34 Desa di Grobogan Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak
Ya Salam: Ketika Azia dan Umi Riza Sindir Fenomena Bukber
- CSNBro
- 6 Maret 2026
- 0
Ya Salam: Ketika Azia dan Umi Riza Sindir Fenomena Bukber
