6 Alasan Mengapa Pembicaraan Gencatan Senjata Iran-AS Gagal login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional 6 Alasan Mengapa Pembicaraan Gencatan Senjata Iran-AS Gagal Comment SHARE url telah tercopy tfa, CNBC Indonesia 13 April 2026 07:30 Foto: Peta Selat Hormuz. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration//File Photo) Jakarta, CNBC Indonesia – Pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan, menegaskan kebuntuan diplomasi di tengah konflik yang terus memanas sejak akhir Februari 2026. Negosiasi selama hampir 21 jam itu gagal menghasilkan titik temu, meski dihadiri pejabat tinggi kedua negara dan dimediasi secara intensif oleh Pakistan. Presiden Pusat Studi Timur Tengah sekaligus dosen tamu Universitas HSE Moskow, Murad Sadygzade menilai kegagalan ini sudah dapat diprediksi sejak awal. “Perundingan ini sejak awal memang ditakdirkan gagal dalam keseimbangan kekuatan saat ini, tanpa kesepakatan, tanpa jabat tangan,” ujarnya, seperti dikutip RT, Senin (13/4/2026). Baca: Perundingan Iran dan AS Gagal Total, Israel Beri Respons Begini Menurutnya, jurang antara Washington dan Teheran kini bukan lagi sekadar politik, tetapi juga dipenuhi memori konflik militer yang sulit dijembatani. Ia menuturkan setidaknya ada enam alasan mengapa pembicaraan gencatan Senjata AS dan Iran gagal. Alasan pertama kegagalan adalah fokus pembicaraan yang lebih berkutat pada masa lalu ketimbang masa depan. AS menekan Iran terkait program nuklir dan kebebasan navigasi, sementara Iran menuntut kompensasi dan pengakuan kepentingan regionalnya. “Secara formal mereka bicara masa depan, tapi substansinya memperdebatkan masa lalu,” kata Murad. Kedua, absennya kepercayaan menjadi penghalang utama. Retorika AS yang menyebut “penawaran terbaik dan terakhir” justru dipersepsikan sebagai ultimatum oleh Iran. “Nada seperti itu bukan undangan damai, melainkan bentuk superioritas yang justru menutup ruang kompromi,” jelas Murad. Baca: AS Ancam Blokade Iran, Harga Minyak Bisa Tembus Segini Ketiga, AS dinilai masuk ke meja perundingan dalam kondisi terdesak. Konflik yang tak kunjung selesai telah mengguncang pasar energi dan meningkatkan tekanan ekonomi global. “Washington membutuhkan jeda lebih dari yang ingin mereka akui,” ujar Murad, menyoroti urgensi strategis di pihak AS. Keempat, tekanan politik domestik di AS turut mempersempit ruang gerak negosiasi. Aturan hukum terkait penggunaan kekuatan militer dan perpecahan di internal politik membuat posisi pemerintah tidak solid. “Ketika satu pihak tertekan oleh waktu politik domestik, insentif untuk mengalah justru menurun,” kata Murad. Kelima, kegagalan membangun koalisi internasional memperlemah posisi AS. Dukungan dari sekutu, termasuk di Eropa, tidak sepenuhnya solid dalam konflik ini. “Kekuatan AS paling efektif saat tampil sebagai kekuatan kolektif, dan itu tidak terjadi dalam kasus Iran,” ungkapnya. Baca: Serangan Baru Israel Hantam Pemakaman, Bayi Ikut Tewas Keenam, posisi tawar Iran justru menguat di tengah konflik, terutama setelah mampu memengaruhi jalur strategis Selat Hormuz. Selain itu, dukungan domestik terhadap pemerintah Iran meningkat. “Iran tidak merasa sebagai pihak yang kalah, sehingga mereka menuntut harga tinggi untuk deeskalasi,” tutur Murad. Murad menegaskan bahwa kegagalan ini mencerminkan batas pendekatan lama AS di Timur Tengah. Model tekanan yang diikuti dengan tawaran kompromi dinilai tidak lagi efektif dalam menghadapi Iran saat ini. Dengan kondisi tersebut, peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat semakin kecil, sementara risiko konflik kembali memanas tetap tinggi. (tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC] Next Article Iran Tolak Negosiasi AS, Ajukan 5 Syarat Damai Utama Tags #amerika serikat #iran #konflik timur tengah #gencatan senjata #negosiasi internasional #selat hormuz Related Articles Iran Sebut AS Bodoh jika Dukung Serangan Israel ke Lebanon NEWS Gencatan Senjata Terancam Bubar, Iran Ngamuk Israel Serang Lebanon NEWS Iran Disebut Kirim Proposal Akhiri Perang dengan AS, Beri 10 Syarat NEWS Guru Besar UI Usul RI Pimpin Koalisi Penjamin Gencatan Iran NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Pengemudi Mobil Tabrak Pagar Rumah JK di Jalan Brawijaya Jaksel Minta Mediasi
- CSNBro
- 18 Februari 2026
- 0
Pengemudi Mobil Tabrak Pagar Rumah JK di Jalan Brawijaya Jaksel Minta Mediasi
Teror di Sydney! Masjid Lakemba Dihujani Ancaman Pembunuhan Jelang Ramadan
- CSNBro
- 19 Februari 2026
- 0
Teror di Sydney! Masjid Lakemba Dihujani Ancaman Pembunuhan Jelang Ramadan
Hasil Swiss Open 2026: Anthony Sinisuka Ginting Lolos ke 16 Besar Singkirkan Wakil Taiwan
- CSNBro
- 11 Maret 2026
- 0
Hasil Swiss Open 2026: Anthony Sinisuka Ginting Lolos ke 16 Besar Singkirkan Wakil Taiwan
