Perang AS-Iran Hantam Asia, Potensi Kerugian Capai Rp5.000 T login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Perang AS-Iran Hantam Asia, Potensi Kerugian Capai Rp5.000 T Comment SHARE url telah tercopy tfa, CNBC Indonesia 15 April 2026 06:05 Foto: Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Iran. (iStockphoto/studiocasper) Jakarta, CNBC Indonesia – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran diperkirakan menekan perekonomian Asia-Pasifik secara signifikan. Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut dampaknya bisa mencapai ratusan miliar dolar AS dan mendorong jutaan orang jatuh ke dalam kemiskinan. Program Pembangunan PBB (UNDP) memperkirakan kerugian produksi di kawasan ini berkisar US$97 miliar hingga US$299 miliar. Dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS, nilainya setara Rp1.649 triliun hingga Rp5.083 triliun. Tekanan tersebut dipicu lonjakan biaya transportasi, listrik, dan pangan akibat terganggunya pasokan energi global. Dampaknya diperkirakan setara 0,3% hingga 0,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Asia-Pasifik. UNDP juga memperingatkan konflik ini berpotensi mendorong 32 juta orang ke dalam kemiskinan secara global, termasuk sekitar 8,8 juta orang di kawasan Asia-Pasifik. Baca: Analisis SBY soal Dampak Perang di Timur Tengah terhadap Ekonomi Dunia Ketegangan meningkat setelah perundingan damai antara AS dan Iran gagal membuka kembali arus perdagangan di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump bahkan disebut melancarkan blokade di jalur strategis tersebut. Langkah itu memicu krisis energi yang mendorong harga minyak dan gas melonjak tajam serta membebani proyeksi pertumbuhan global. Asia menjadi kawasan paling rentan karena ketergantungan tinggi pada impor energi dari Timur Tengah. “Yang Anda lihat adalah semacam guncangan besar dan mendadak di mana semuanya berhenti dan cadangan ini menjadi penting,” ujar Direktur Regional UNDP Asia-Pasifik, Kanni Wignaraja, seperti dikutip CNN International, Selasa (14/4/2026). Ia menyebut, jika negara mampu beradaptasi cepat, kerugian bisa ditekan di kisaran US$97 miliar hingga US$100 miliar. Namun jika cadangan energi terkuras, dampaknya berpotensi melonjak hingga tiga kali lipat. Baca: Iran Lemahkan Pengaruh AS, Trump Terdesak-Sekutu Mulai Rontok Sebagai pusat lebih dari separuh manufaktur dunia, tekanan ekonomi di Asia berisiko memicu efek domino global. Sejumlah sekutu utama AS seperti Korea Selatan, Jepang, dan Filipina kini berupaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah tersendatnya pasokan energi. Di sisi lain, ancaman juga merembet ke sektor pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan potensi krisis akibat terganggunya pasokan minyak, gas, dan pupuk dari Timur Tengah. Jika Selat Hormuz tetap tertutup, negara-negara diperkirakan membutuhkan dukungan finansial tambahan untuk menjaga pasokan pupuk dan keberlangsungan musim tanam. “Sangat penting agar gencatan senjata berlanjut, dan kapal-kapal dapat kembali bergerak untuk menghindari inflasi pangan,” kata Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero. Dana Moneter Internasional (IMF) juga memperkirakan penurunan proyeksi pertumbuhan global. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyebut bahkan skenario paling optimistis kini tetap mengarah pada perlambatan akibat gangguan pasokan dan hilangnya kepercayaan pasar. Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan pertumbuhan Asia-Pasifik melambat dari 5,4% menjadi 5,1% pada 2026-2027, dengan inflasi naik ke 3,6%. Meski ada sinyal lanjutan pembicaraan damai, pemulihan dinilai tidak akan cepat, bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka. Baca: Heboh Militer AS Minta Akses Wilayah Udara RI, Ini Kata Guru Besar UI (tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC] Next Article Iran Nyatakan Perang Skala Penuh Lawan AS-Israel Cs Tags #perang iran #amerika serikat #iran #asia-pasifik #krisis energi #inflasi pangan #pdb asia #undp Related Articles Israel Bereaksi AS & Iran Gencatan Senjata Perang, Katakan Ini NEWS Trump Ngomong Damai, Negara Teluk: Jangan-Jangan Tipu Lagi NEWS 11 Update Perang Iran: Serangan Rudal Memanas, AS Siap Tempur NEWS Mojtaba Khamenei Peringatkan Warga Iran, Sebut Musuh Sudah Retak NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Download Apps Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Langka, China Kawan Kental Rusia tapi Janjikan Bantuan kepada Ukraina
- CSNBro
- 17 Februari 2026
- 0
Langka, China Kawan Kental Rusia tapi Janjikan Bantuan kepada Ukraina
Kapolres Cirebon Kota Bersama Forkopimda Lakukan Monitoring Ketersediaan Bahan Kebutuhan Masyarakat di Yogya Junction Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri
- CSNBro
- 6 Maret 2026
- 0
Kapolres Cirebon Kota Bersama Forkopimda Lakukan Monitoring Ketersediaan Bahan Kebutuhan Masyarakat di Yogya Junction Menjelang Ramadhan dan Idul Fitr
Siapkan Anggaran Rp3,1 Triliun, Purbaya: Pekan Depan, Seluruh ASN Terima THR
- CSNBro
- 6 Maret 2026
- 0
Siapkan Anggaran Rp3,1 Triliun, Purbaya: Pekan Depan, Seluruh ASN Terima THR
