Perpanjangan Dana Rp200 Triliun ke Himbara Redakan Rebutan Likuiditas, Ekonom Ungkap Efeknya Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial Perpanjangan Dana Rp200 Triliun ke Himbara Redakan Rebutan Likuiditas, Ekonom Ungkap Efeknya Anggie Ariesta Rabu, 25 Februari 2026 – 22:01 WIBloading… Perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank Himbara, dinilai ekonom sebagai langkah krusial. Foto/Dok A A A JAKARTA – Pelaku pasar merespons positif perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank milik negara ( Himbara ) hingga September 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah krusial untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional, terutama menjelang Idulfitri 1447 H.Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro menilai kebijakan ini sangat tepat waktu. Menurutnya, jika dana tersebut ditarik sesuai jadwal semula pada 13 Maret 2026, hal itu akan menciptakan tekanan besar bagi perbankan di tengah tingginya permintaan likuiditas masyarakat.“Yang pertama, karena ini bisa meredakan tensi rebutan likuiditas, ya. Terutama rebutan likuiditas di bank-bank yang besar. Karena bisa dibayangin, kalau misalnya pas jatuh tempo kemarin, 13 Maret nanti, maksudnya udah ada sinyal-sinyal mau ditarikan,” ujar Andry yang akrab disapa Asmo dalam Silaturahmi bersama awak media di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Baca Juga: Purbaya Perpanjang Masa Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan “Itu kemudian ditarik tentu akan kurang pas waktunya. Karena disaat yang bersamaan imlek untuk likuiditas juga lagi tinggi. Ya, pas menuju lebaran dan lain sebagainya,” imbuhnya. Asmo menjelaskan, bahwa tantangan pertumbuhan kredit saat ini tidak hanya datang dari sisi permintaan masyarakat, tetapi juga dari ketersediaan dana di sisi perbankan. Keberadaan dana SAL pemerintah, lanjutnya berfungsi sebagai penyangga agar bank memiliki ruang gerak yang cukup untuk menyalurkan pembiayaan.“Jadi itu meredakan tensi dan rebutan likuiditas. Karena, teman-teman, kalau kita bicara dari pertumbuhan kredit, tantangannya itu sebenarnya bukan hanya tantangan dari sisi permintaan, tapi juga dari sisi supply-nya, supply dari perbankan yaitu adalah keterseduaan atau kecukupan dari likuiditas di bank itu sendiri,” jelas Asmo. Halaman :12 Lihat Juga : Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18% Purbaya Perpanjang Masa Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! likuiditas perbankan himbara perbankan penempatan dana bank himbara Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18% Purbaya Perpanjang Masa Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan Moody’s Revisi Outlook Himbara, OJK: Kami Tidak Khawatir Moody’s Revisi Outlook 5 Bank Besar Indonesia, BTN Angkat Suara CEO Danantara Tepis Omongan Menhan yang Sebut Prabowo Bakal Rombak Direksi Bank Himbara Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025 Gelar Tangerang Taxpo, Bapenda Permudah Masyarakat Urus Pajak hingga Perbankan Menhan: Presiden Prabowo Bakal Ganti Jajaran Direksi Bank Himbara yang Rugikan Negara Perbanas Institute Gaungkan Strategi Keuangan Berkelanjutan dalam SNAP 2025 Rekomendasi Suasana Rumah Duka Alex Noerdin di Kebayoran Baru Jakarta Drama Singkat Vertikal Jadi Primadona Baru, VISION+ Hadirkan Microdrama Eksklusif Tiap Hari Kronologi Pengungkapan Penyelundupan 4.080 Butir Ekstasi dari Luxembourg Selengkapnya Presiden Prabowo Tiba di Istana Basman, Disambut Raja Abdullah…. Cerita Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Paspor Indonesia CIA Rekrut Informan Iran Besar-besaran Berita Terkini Selengkapnya Wishlist Ramadan Makin Panjang? Cek Dulu Biar Semua Siap Tepat Waktu Perpanjangan Dana Rp200 Triliun ke Himbara Redakan Rebutan Likuiditas, Ekonom Ungkap Efeknya Tantangan Jadi Peluang, Great Eastern Optimalkan Peran Agen Perluas Pasar Ritel SME Polemik Alumni Hina Negara, Dirut LPDP Bersuara: Anda Bisa Berpendidikan Tinggi dari Uang Rakyat iTransport Tawarkan Efisiensi Perjalanan Dinas Berbasis Aplikasi Pertamina Beri Diskon Harga Avtur 10%, Tiket Pesawat Bakal Turun? Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Dirut Agrinas Balas Desakan Dasco: Impor 105.000 Unit Pikap India Sudah DP 30% 2 Klarifikasi Dirut Agrinas soal Impor 105.000 Pikap India: Produsen Lokal Tak Sanggup, Harga Mahal 3 Respons Isu Mie Sedaap PHK Massal, Dasco: Seharusnya Tidak saat Puasa dan Lebaran 4 Agrinas Klaim Efisiensi Rp46,5 T dari Impor 105.000 Mobil Pikap India untuk Kopdes 5 Said Iqbal Ungkap Potensi PHK di Balik Impor 105 Ribu Pikap India Infografis Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia? Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Perpanjangan Dana Rp200 Triliun ke Himbara Redakan Rebutan Likuiditas, Ekonom Ungkap Efeknya
