Eks Petinggi Google Bilang Lulusan Hukum & Kedokteran Tak Laku Lagi login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Eks Petinggi Google Bilang Lulusan Hukum & Kedokteran Tak Laku Lagi Comment SHARE url telah tercopy Thea Arbar, CNBC Indonesia 15 February 2026 09:30 Foto: AP/Emilio Morenatti Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang mantan eksekutif Google memperingatkan bahwa gelar sarjana hukum dan kedokteran bisa menjadi “buang-buang waktu” di tengah laju perkembangan (AI) yang sangat cepat. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa jalur pendidikan tradisional yang memakan waktu bertahun-tahun kini ketinggalan oleh kemajuan teknologi. Jad Tarifi, pendiri tim AI generatif pertama di Google dan alumnus PhD bidang AI, mengatakan kepada Business Insider bahwa mahasiswa yang mengejar gelar hukum atau kedokteran berisiko “membuang” waktu mereka karena AI akan mengejar ketertinggalan jauh sebelum mereka lulus. “AI sendiri akan hilang saat Anda menyelesaikan gelar PhD. Bahkan hal-hal seperti penerapan AI pada robotika akan terpecahkan saat itu,” ujar Tarifi, seperti dikutip Fortune, Minggu (15/2/2026). Baca: Sengit! Elon Musk dan Jeff Bezos Bertarung Bangun Pangkalan di Bulan Menurut Tarifi, gelar profesional panjang seperti dokter atau pengacara yang membutuhkan latar belakang pendidikan hingga hampir satu dekade bisa membuat lulusan memasuki dunia kerja dengan pengetahuan yang sudah outdated atau ketinggalan zaman. Ia menambahkan bahwa metode pendidikan saat ini masih terlalu mengandalkan hafalan daripada pengembangan keterampilan yang relevan di era AI. Tarifi tidak hanya menyoroti gelar profesional, tetapi juga gelar akademik lanjutan termasuk PhD. Ia menyatakan bahwa mahasiswa PhD pun mungkin tidak mendapatkan nilai lebih karena percepatan inovasi di bidang AI jauh melampaui waktu penyelesaian gelar. “Keberhasilan di masa depan tidak akan datang dari mengumpulkan kredensial, melainkan dari mengembangkan perspektif yang unik, kesadaran emosional, dan hubungan antarmanusia yang kuat,” ujar Tarifi. Dia mendorong generasi muda untuk fokus pada keterampilan manusia yang tidak mudah ditiru oleh AI, seperti kemampuan berempati dan keterampilan interpersonal, serta pengembangan diri secara emosional. Pernyataan Tarifi ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas di Silicon Valley dan kalangan teknologi tentang relevansi pendidikan tinggi di tengah percepatan AI. Beberapa pemimpin teknologi menilai bahwa universitas harus beradaptasi agar kurikulumnya tetap relevan dengan kebutuhan industri yang berubah cepat. (tfa/haa) [Gambas:Video CNBC] Next Article Cari Kerja Makin Susah, Gelar Sarjana Sudah Tidak Laku Tags #gelar hukum #gelar kedokteran #pendidikan tinggi #kecerdasan buatan #keterampilan manusia #inovasi teknologi #relevansi pendidikan #karir masa depan #ai #pengembangan diri Related Articles Arahan Prabowo, Jajaran Menteri dan BRIN Langsung Rapat Bahas Ini TECH Heboh Menteri Negara Hamil 83 Anak, Baru Lahir Langsung Kerja TECH Diam-Diam AI Makin Pintar Gara-Gara Federated Learning, Apa Maksudnya? TECH Banyak Pekerjaan Bakal Punah, Bapak AI Beri Pesan Menohok TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Polda Metro Jaya Panggil Dokter Richard Lee 19 Februari 2026
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
Polda Metro Jaya Panggil Dokter Richard Lee 19 Februari 2026
BPJS Kesehatan Buka Lowongan PATT 2026, Lulusan D3S1 Bisa Daftar
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
BPJS Kesehatan Buka Lowongan PATT 2026, Lulusan D3S1 Bisa Daftar
6 Doa Kesembuhan untuk Anak Laki-Laki yang Sakit
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
6 Doa Kesembuhan untuk Anak Laki-Laki yang Sakit
