Selat Hormuz Terancam, Harga Minyak Bisa Tembus Sampai Berapa?

Selat Hormuz Terancam, Harga Minyak Bisa Tembus Sampai Berapa? login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Selat Hormuz Terancam, Harga Minyak Bisa Tembus Sampai Berapa? Comment SHARE url telah tercopy tfa,  CNBC Indonesia 03 March 2026 17:05 Foto: (AFP/-) Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar minyak dunia berada dalam tekanan akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Situasi ini kembali memicu kekhawatiran gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz, jalur transit energi strategis di Teluk Persia.Jenderal Iran sudah mengatakan menutup perairan yang membawa 20% minyak global dan 25% gas dunia itu. Bahkan militer mengancam akan menembak kapal manapun yang nekad berlayar. Lalu seberapa besar harga minyak akan naik? Gangguan jangka panjang terhadap lalu lintas di Selat Hormuz berpotensi mendorong harga minyak mentah kembali menembus US$100 (sekitar Rp1,68 juta) per barel. Level tersebut terakhir terlihat pada puncak krisis energi global, jika ketegangan terus meningkat dan berdampak pada pasokan. “Jika berlanjut selama beberapa hari dengan Iran dan proksinya membalas sepenuhnya, kita sedang menghadapi skenario terburuk untuk minyak, termasuk gangguan besar terhadap aliran minyak melalui Timur Tengah,” ujar Vandana Hari, CEO perusahaan riset energi Vanda Insights, seperti dikutip CNBC International, Selasa (3/3/2026). Pilihan Redaksi AS-Israel vs Iran Memanas, Mesir Warning Ancaman Terusan Suez Iran Umumkan Selat Hormuz Tutup, Harga Minyak ‘Menggila’ US$ 200/Barel 21 Update Iran: Trump Sebut Perang 1 Bulan Lebih, Selat Hormuz Tutup Bahaya! Perang Iran Bisa Bawa Ekonomi Dunia Masuk Jurang Stagflasi Situasi Terkini Perang AS-Israel VS Iran, Makin Meluas ke Negara Arab Mengapa China dan Rusia Belum Membantu Iran Melawan Israel-AS? Selat Hormuz, yang menghubungkan produsen utama energi termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, dan Iran, merupakan jalur transit krusial untuk ekspor minyak mentah dan LNG global. Data menunjukkan sekitar 20-31% arus minyak dunia melewati selat ini setiap harinya, sehingga gangguan apa pun akan berdampak langsung pada pasokan global. Gangguan tersebut bisa terjadi jika konflik meluas dan mengarah pada aktivitas militer yang menargetkan fasilitas ekspor atau armada tanker, sehingga memaksa penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sebelumnya, kapal komersial dilaporkan menerima pesan dari Garda Revolusi Iran yang memperingatkan bahwa “tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz,” meski otoritas resmi Iran belum mengkonfirmasi penutupan ini secara formal. Bob McNally, Presiden Rapidan Energy Group, menyebut eskalasi ini sebagai “perkembangan sangat serius” karena ketergantungan pasar minyak dan gas dunia terhadap produksi dan aliran melalui Hormuz. Menurutnya, durasi dan intensitas gangguan akan menentukan seberapa tajam lonjakan harga yang mungkin terjadi. Analis energi menilai skenario yang mungkin berkisar dari gangguan terbatas pada ekspor Iran hingga blokade penuh jalur tersebut. “Pasar akan memperhitungkan risiko mulai dari hilangnya hingga 2 juta barel per hari ekspor Iran hingga serangan terhadap infrastruktur regional,” kata Saul Kavonic, Kepala Penelitian Energi di MST Marquee. Kavonic menambahkan bahwa jika Iran merasa ancaman terhadap keberadaannya, upaya untuk memblokir Selat Hormuz tidak dapat dikesampingkan, meskipun AS dan sekutunya kemungkinan akan meningkatkan pengamanan militer untuk keselamatan jalur pelabuhan tersebut. Ia memperkirakan, dalam skenario ekstrem, harga minyak bisa kembali menembus angka US$100 per barel dan mendorong harga LNG mendekati rekor tertinggi seperti pada 2022. Secara teknis, data pasar terbaru menunjukkan minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) telah mencatat penguatan signifikan sejak awal tahun, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, menilai konflik ini meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak di kawasan secara signifikan, meskipun fasilitas ekspor Iran sejauh ini belum menjadi sasaran langsung. Ia menyoroti probabilitas skenario terburuk, termasuk serangan terhadap fasilitas energi Saudi atau penutupan total Selat Hormuz, meskipun kemungkinan tersebut masih relatif rendah. (tfa/sef) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article ESDM Pastikan RI Tidak Beli Minyak dari Venezuela Tags #minyak #harga minyak #selat hormuz ditutup #iran tutup selat hormuz #selat hormuz #iran Related Articles Selat Hormuz Ditutup, RI Jadi Salah Satu Negara yang Rentan! NEWS Iran Tutup Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Kondisi Terkini Stok BBM RI NEWS Iran Umumkan Selat Hormuz Tutup, Harga Minyak ‘Menggila’ US$ 200/Barel NEWS Video: ESDM Pastikan Konflik di Venezuela Tak Ganggu Pasokan Migas RI NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *