Panggung Desa dan Penunggu Tak Terlihat, Sisi Lain Pertunjukan Jaipong Get iNews App with new looks! Scan this QR or download app from: Search Mode Gelap Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri Anda di sini Dashboard Logout Login Network Advertisement Home Destinasi Kuliner Belanja Your browser does not support the audio tag. Listen A A Aa Text Comment Share: copy link article Link Copied! Read Next : Doa dan Pantangan Tari Jaipong, Ritual Mengikat dalam Seni Baca Selengkapnya Advertisement . Scroll to see content Travel Destinasi Detail Berita Panggung Desa dan Penunggu Tak Terlihat, Sisi Lain Pertunjukan Jaipong Jumat, 27 Februari 2026 – 19:10:00 WIB Share copy link article Link Copied! Annastasya Rizqa Di balik keindahan Tari Jaipong, berkembang pula berbagai cerita yang dipercaya sebagian masyarakat. (Foto: SMN) Advertisement . Scroll to see content JAKARTA, iNews.id – Di balik keindahan Tari Jaipong, berkembang pula berbagai cerita yang dipercaya sebagian masyarakat. Dalam episode Kata Mereka kali ini, Bang Robby mengulas sisi lain Tari Jaipong yang kerap dikaitkan dengan unsur spiritual dan kepercayaan lokal.Dalam budaya Sunda, kepercayaan terhadap roh leluhur atau karuhun masih hidup dikalangan masyarakat dan juga dalam berbagai tradisi. Sebelum pementasan besar, khususnya di desa atau acara adat, sering kali dilakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan. Ritual ini dipercaya untuk dapat menjaga kelancaran pertunjukan dan menghindari gangguan yang tidak diinginkan.Para penari pun juga memiliki pantangan yang harus dijaga. Mereka tidak diperbolehkan berkata kasar, bersikap sombong, atau memiliki niat buruk sebelum naik panggung. Pemain gendang sebagai pengiring utama juga dipercaya harus dapat menjaga sikap, karena gendang dianggap memiliki energi tersendiri.Beberapa cerita menyebutkan bahwa jika pantangan dilanggar, penari bisa mendadak lupa gerakan, merasa tubuhnya berat, bahkan mengalami kesurupan di atas panggung. Ada pula kisah tentang suara gamelan yang tiba-tiba terdengar sumbang tanpa sebab teknis yang jelas.Bang Robby juga menyinggung legenda tentang selendang merah yang diwariskan turun-temurun di salah satu sanggar Jaipong. Konon, pada awal perjalaannya selendang tersebut dahulu milik seorang ronggeng pada masa kolonial yang meninggal secara misterius setelah pertunjukan besar. Sejak saat itu, muncul cerita bahwa selendang itu menyimpan “energi” dari sang penari yang terakhir kali menggunakannya. Page: 1 2 Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow Tags: tari jaipong robby purba smn Kreator SMN Related News Destinasi Doa dan Pantangan Tari Jaipong, Ritual Mengikat dalam Seni Destinasi Kiriman Gaib Tak Terlihat, Dendam Merenggut Keutuhan Keluarga Destinasi Di Antara Arus dan Ajal, Ketika ABK Kapal Cumi Bertarung dengan Takdir Destinasi Pesan Singkat hingga Kiriman Gaib, Awal Petaka Penghancur Keluarga Destinasi Pelanggaran ABK Kapal Cumi, Teror Sunyi di Tengah Laut Music Novia Bachmid Nyanyikan Kembali Lagu Ingin Jatuh Cinta di Hari Kasih Sayang Lihat Berita Lainnya Advertisement Advertisement Advertisement Logo Inews Part of Instagram Facebook Twitter Youtube Tiktok Download App from Play Store Download App from Play Store Company Profile Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Disclaimer Terms of Services Privacy Policy Kontak Kami Informasi MNC Group Business Profile MNC Group MNC portal Okezone SINDOnews IDX Channel Copyright ©2024 iNews.id. All Rights Reserved Kanal Beranda iNews TV News Daerah Finance Sport Lifestyle Travel Otomotif Techno Multimedia Indeks MNC Portal Okezone IDX Channel SINDOnews Live TV iNews TV RCTI MNC TV GTV iNews Network Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut Sumatra Jawa Kalimantan Sulawesi Papua Kepulauan Nusa Tenggara Kepulauan Maluku Network Updates News updates from 99+ regions Personalize Your News Get your customized localnews Close Ads X x
Panggung Desa dan Penunggu Tak Terlihat, Sisi Lain Pertunjukan Jaipong
