Cegah Efek Bahaya Uap BBM, Pemilik SPBU Diminta Berikan APD Khusus ke Pekerja

Cegah Efek Bahaya Uap BBM, Pemilik SPBU Diminta Berikan APD Khusus ke Pekerja   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Nusantara Jabodetabek Cerita Pagi Indeks Home Nusantara Jabodetabek Cerita Pagi Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Jabodetabek Cegah Efek Bahaya Uap BBM, Pemilik SPBU Diminta Berikan APD Khusus ke Pekerja Ari Sandita Murti Sabtu, 07 Maret 2026 – 23:49 WIBloading… SPBU diminta menyiapkan APD khusus bagi pekerjanya guna mencegah dampak uap BBM. Foto/istimewa A A A JAKARTA – Dampak uap Bahan Bakar Minyak ( BBM ), tepatnya Volatile Organic Compounds (VOCs) di SPBU berbahaya bagi kesehatan pekerja dan pelanggan, serta rawan meledak. Maka itu, pemerintah diminta mendorong semua pelaku usaha SPBU, baik BUMN maupun swasta, memberikan alat pelindung diri khusus pada pekerjanya.Hal itu disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia sekaligus Sekretaris Eksekutif Jamkeswatch, Abdul Gofur dalam diskusi publik bertema Bahaya Pencemaran Uap BBM di SPBU Seluruh Indonesia di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/3/2026)”Penyediaan APD (alat pelindung diri) khusus bagi pekerja di SPBU, pemeriksaan kesehatan berkala bagi para pekerja, diatur waktu kerjanya, jangan sampai tempat tidurnya di SPBU juga, dan penyusunan regulasi nasional tentang perlindungan pekerja SPBU,” ujarnya.Baca juga: JK Akui Konflik Timur Tengah Bakal Ganggu Pasokan dan Bebani Subsidi BBM Menurut dia, pemerintah diminta mendorong pemilik SPBU agar seluruh SPBU dipasangi recovery sistem, lalu wajib adanya penyediaan alat pelindung diri khusus bagi pekerja SPBU. Termasuk pemberian jaminan sosial pada pekerja, baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.Sementara itu, CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menerangkan, untuk mengatasi persoalan VOCs itu kuncinya ada dua hal. Pertama, dalam rangka melindungi kepentingan pekerja, kepentingan konsumen, dan menjaga kesehatan publik agar adanya peningkatan kualitas bahan bakar yang dijual di masyarakat.”Saya mendesak pemerintah segera mendorong semua pelaku usaha penyedia bahan bakar minyak, khususnya Pertamina, melaksanakan atau meningkatkan kualitas BBM yang dijual itu minimum setara Euro 4,” tuturnya. Halaman :12 Lihat Juga : Produksi Pangan Terdampak Iklim Ekstrem, Dancerinus Sango Dorong Penguatan Petani Sumba Barat Gelar Uji Laboratorium, KPI Pastikan Mutu BBM Sudah Sesuai SNI Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! produksi bbm operasional spbu kebijakan pemerintah apd lengkap bahan bakar minyak Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Produksi Pangan Terdampak Iklim Ekstrem, Dancerinus Sango Dorong Penguatan Petani Sumba Barat Gelar Uji Laboratorium, KPI Pastikan Mutu BBM Sudah Sesuai SNI Curhat Nelayan soal Tanggul Beton di Cilincing, Harus Lewati Ujung Baru Belok Bikin Habis Bahan Bakar Soal Pajak BBM 10% di Jakarta, Pramono: Masih Pembahasan, Belum Berlaku Kurangi Takaran BBM, SPBU Baros di Sukabumi Ditutup Pertamina Patra Niaga Pastikan Tak Ada Minyak Tumpah ke Area Permukiman Trump Usulkan Pengambilalihan Kuba secara Damai di Tengah Blokade Bahan Bakar AS Membaca Kegagalan Transformasi Sosial Kebijakan PBI BPJS Kapal Kargo Kemanusiaan Meksiko Tiba di Kuba saat Blokade AS Picu Krisis Energi Rekomendasi Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Kapuspen: Lindungi Negara dari Ancaman Krisdayanti Kenang Vidi Aldiano Sejak 25 Tahun Lalu: Anak Baik, Hangat dalam Berteman Bertemu Prabowo, JK Tanyakan Soal Tarif Dagang dan Dampak Perang Timteng Selengkapnya Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan TNI Siaga 1, Ada Apa? Rusia Ungkap Iran Belum Minta Bantuan Apa Pun, Termasuk Senjata Perang, 15.000 Penumpang Kapal Pesiar Terjebak di Perairan Teluk Berita Terkini Selengkapnya Pengasuh Mambaul Maarif: Serangan Israel-Amerika ke Iran Cederai Hukum Internasional Catat! Ini Rekayasa Lalin Bundaran HI-Monas saat Festival Nyepi 2026 Besok Cegah Efek Bahaya Uap BBM, Pemilik SPBU Diminta Berikan APD Khusus ke Pekerja BMKG: Empat Bibit Siklon Tropis Terpantau di Sekitar Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem Anggota DPD RI Dayat El Bersama Kajati Kalsel Bahas Penguatan Program Jaga Desa Ramadan, Ikawiga Santuni 500 Anak Yatim, Dhuafa, dan Pekerja Sosial Selengkapnya Umrah Mandiri Dilegalkan, Jemaah Bakal Booming? Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya? Terpopuler 1 Dokter Richard Lee Ditahan karena Menghambat Penyidikan 2 Sidang Sri Purnomo, 3 Ahli Sebut Tidak Tepat Kasus Hibah Pariwisata Sleman 2020 Dijerat Korupsi 3 Demonstrasi di DPR, Massa Minta Indonesia Keluar dari BoP 4 Kisah Kesaktian Sunan Kalijaga Menundukkan Kera-Kera Raksasa Hutan Gunungpati 5 Jadi Korban Pencurian Malah Ditersangkakan, Selebgram Nabilah OBrien Bakal Ajukan Praperadilan Infografis Bahaya! Efek Buruk BBM Oplosan Terhadap Mesin Kendaraan Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *