Bahlil Blak-blakan Impor BBM RI dari Malaysia & Singapura login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Bahlil Blak-blakan Impor BBM RI dari Malaysia & Singapura Comment SHARE url telah tercopy Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia 12 March 2026 08:30 Foto: Infografis/Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Negara Maju Ada yang 11.111 Hari/Aristya Rahadian Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa impor Bahan Bakar Minyak (BBM) RI masih tetap aman meskipun pasokan minyak dunia bergejolak akibat perang Israel-Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah. Bahlil menyebut, impor BBM Indonesia tetap aman karena sumber impornya bukan dari Timur Tengah, melainkan dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura. “Impor kita untuk BBM jadi itu tidak diambil dari Middle East. Kita ambil dari mana? Asia Tenggara. Di mana Asia Tenggara itu? Malaysia dan sebagian dari Singapura. Itu tidak ada urusannya sama Selat Hormuz,” ungkapnya dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Kamis (12/3/2026). Dia menjelaskan, saat ini ketersediaan stok BBM dalam negeri sanggup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia hingga 21 hari ke depan. Namun, perhitungannya bukan berarti dalam 21 hari BBM akan habis. Melainkan, setiap hari tangki minyak tersebut akan terus terisi kembali. Dia menggambarkan tangki minyak ini seperti toren air, ketika minyaknya sudah diambil setiap harinya, akan ada minyak baru yang mengisi kembali toren atau tangki tersebut sesuai dengan kapasitasnya. “Nah sekarang, yang saya sampaikan itu adalah kapasitas tampung kita. Kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Dan minyak kita yang waktu saya sampaikan itu ada kapasitasnya 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis terus ini, bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya. Hari ini 23 hari, ada yang keluar lagi contoh 1 juta kiloliter, ada masuk lagi. Karena produksi kita kan jalan terus,” jelasnya. “Dia itu semacam bak. Tahu nggak ada bak? Kalau saya di kampung dulu nggak ada air PAM, ada air bak. Bak itu menampung hujan. Kapasitas mungkin cuma 3 ton. Begitu hujannya tidak ada, airnya ditampung di situ,” tambahnya. “Jadi jangan dipikir bodoh 21 hari itu minyak kita habis, bukan itu maksudnya,” tegasnya. “Kami pakai mandi, habis mungkin setengah. Begitu setengah habis hujan turun, isi lagi. Ya kayak gitu gitu loh. Jadi jangan dipikir bodoh 21 hari itu minyak kita habis, bukan itu maksudnya. Jangan diabulekein kasihan rakyat kita. Dikasihlah edukasi yang baik sayang, agar kita tidak gagal paham. Pakailah kecerdasan kita ini untuk menyampaikan hal yang benar, informasi yang benar. Boleh pegang medsos tapi jangan jadi medsos yang merugikan rakyat kita. Saya nggak bohong kok, demi Allah saya menyampaikan apa adanya. Makanya dengan kejadian storage kita yang cuma 25 hari, perintah Bapak Presiden Prabowo harus kita bangun minimal storage kita 3 bulan. Itulah standar nasional,” paparnya. Kebutuhan Impor BBM RI Bahlil membeberkan saat ini produksi minyak Indonesia berada di kisaran 605 ribu barel per hari, sementara kebutuhan konsumsi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan domestik. Meski demikian, pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi ketergantungan impor, terutama pada BBM jenis Solar. Adapun, kebutuhan Solar nasional saat ini mencapai sekitar 39 juta kilo liter (kl) per tahun. Namun dengan pengembangan kilang di dalam negeri, khususnya sejak Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan mulai beroperasi sejak Januari 2026, serta kebijakan mandatori biodiesel B40, menurutnya Indonesia bahkan kini tak perlu lagi mengimpor BBM Solar. Oleh karena itu, menurutnya pasokan Solar dalam negeri saat ini aman karena sudah dapat diproduksi dari dalam negeri, sehingga tidak lagi bergantung pada impor. “Nah sekarang, dengan kapasitas industri dalam negeri dan kita sudah dorong biodiesel menjadi B40 yang ke depan bisa kita dorong menjadi B50, kita tidak lagi mengimpor Solar. Ini dulu,” kata Bahlil. Sementara untuk bensin, ia mengakui untuk produk BBM jenis bensin, Indonesia masih banyak melakukan impor. Setidaknya, total kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 40 juta kilo liter per tahun. Sebelum proyek RDMP Balikpapan beroperasi, produksi bensin dalam negeri baru mencapai sekitar 14,5 juta kiloliter. “Dengan RDMP kita di Balikpapan mulai jalan, itu bisa menambah produksi 5,5 juta kilo liter. Berarti 20 juta kilo liter ada di dalam negeri. Yang kita impor product-nya, BBM untuk bensin, 20 juta kiloliter. Biar clear dulu ini ceritanya,” papar Bahlil. Selanjutnya yakni impor minyak mentah, menurut Bahlil impor minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai negara. Adapun, pasokan minyak mentah yang diimpor antara lain berasal dari Afrika, Angola, kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat, Brasil, Australia, serta sejumlah negara lainnya. “Berapa total yang kita impor dari Middle East untuk crude (minyak mentah)? Itu totalnya 20 sampai 25%. Dari total kebutuhan nasional kita, kita impor crude dari Middle East itu 20 sampai 25%,” kata Bahlil. “Jadi, ingat, kita tidak mengimpor BBM jadi lho. Bensin itu tidak kita impor dari Middle East. Yang kita impor dari Middle East itu crude-nya,” ujarnya. “Saya ulangi ya, kita tidak mengimpor minyak jadi dari Middle East. Kita tidak impor product. Yang kita impor dari Middle East itu adalah minyak mentah. Nanti diolah di Indonesia baru kemudian itu yang kita distribusi ke rakyat. Nah, sekarang pertanyaannya, Selat Hormuz kan lagi ditutup. Berarti 20% minyak mentah sampai 25 itu ambilnya dari mana?” tuturnya. “Berkurang nih suplai kita. Kan ada yang mempertanyakan kapal kita ditahan. Betul. Terus gimana pemerintah? Makanya jauh-jauh hari sebelum perang ini terjadi, atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami itu sudah menjajaki peluang untuk melahirkan order di negara lain,” ujarnya. “Di mana itu? Yaitu di Amerika, di Angola, apalagi di beberapa negara di Afrika itu, Amerika Latin, di Afrika itu, sebagian punya Pertamina. Jadi itu yang kita geser. Jadi sekalipun Selat Hormuz ditutup, untuk kita punya 20 sampai 25% itu sudah kita alihkan ke negara lain,” tegasnya. Baca: RI Mau Bangun Proyek Tangki Minyak, Bahlil: Sudah Ada Investornya (wia) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Siap-Siap RI Pangkas Impor BBM Cs dari Arab-Singapura Tags #bahlil lahadalia #esdm #minyak #bbm #impor bbm #singapura #malaysia #selat hormuz #perang timur tengah Related Articles Bahlil Sebut Impor BBM RI Tak Terdampak Perang, Ini Sumber Negaranya NEWS RI Mau Bangun Proyek Tangki Minyak, Bahlil: Sudah Ada Investornya NEWS Bahlil Pastikan Stok BBM-LPG
Related Posts
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Palembang Hari Ini, 19 Ramadan 1447 H
- CSNBro
- 9 Maret 2026
- 0
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Palembang Hari Ini, 19 Ramadan 1447 H
Robert Kiyosaki Bagikan Kiat Jadi Kaya dari Utang, Ini Caranya
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
Robert Kiyosaki Bagikan Kiat Jadi Kaya dari Utang, Ini Caranya
Terbukti Langgar SOP, BGN Berikan SP1 ke 40 SPPG di Lampung
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
Terbukti Langgar SOP, BGN Berikan SP1 ke 40 SPPG di Lampung
