Prabowo Buka-bukaan Soal Mineral Kritis untuk AS: RI Tak Rugi! login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Prabowo Buka-bukaan Soal Mineral Kritis untuk AS: RI Tak Rugi! Comment SHARE url telah tercopy Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia 26 March 2026 09:25 Foto: CNBC Indonesia TV Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan terkait klausul dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), yang memuat ketentuan pembukaan akses tambang mineral kritis bagi perusahaan AS. Hal tersebut terungkap dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” yang ditayangkan di kanal YouTube resmi Prabowo Subianto. Dalam sesi tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mempertanyakan arah kebijakan tersebut. Pertanyaan itu dilontarkan Faisal karena klausul dalam ART itu berlainan arah dengan keinginan pemerintah untuk hilirisasi dan industrialisasi. Baca: Strategi APBN Prabowo: Realokasi Rp800 T, Efisiensi Sudah Capai Rp80 T “Kalau melihat klausulnya kita disuruh buka full access bukan hanya untuk processing, tapi sampai mining. Ini saya terus terang bertanya ini, ada beberapa yang tidak sejalan dengan program prioritas kita untuk hilirisasi dan kalau kita jalankan ini bagaimana dengan masa depan hilirisasi, industrilasiasi kita?” kata Faisal kepada Prabowo, dikutip Kamis (26/3/2026). Merespons hal tersebut, Prabowo menegaskan klausul itu bukan berarti Indonesia membuka akses terhadap perusahaan-perusahaan AS untuk menyerap sebanyak-banyak komoditas mineral kritis dan mengekspornya secara mentahan. Sebab, pemerintah punya peraturan yang membatasi ekspor komoditas mentah itu. “Kita minta bahan mentah diprocessing, kalau dia mau mining process di sini tetap dong, itu dasar hilirisasi, processing di Indonesia,” kata Prabowo. Ia menekankan, kebijakan ini pun juga sudah dilakukan dengan perusahaan-perusahaan negara lain, baik itu China maupun negara-negara kawasan Eropa. Pemerintah menegaskan dalam ART itu sebatas membuka akses perusahaan tambang AS untuk beroperasi, sebagaimana Freeport McMoRan beropasi di Papua selama ini. “Yang penting kan dia minta akses, kita enggak tutup akses, tapi they have to pay international market price, mau Antam yang main, mau apa, kan begitu,” paparnya. Komitmen ini juga berlaku untuk ART yang terkait relaksasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Prabowo menekankan, TKDN yang diterapkan selama ini tak ada yang difokuskan untuk murni perusahaan Indonesia, melainkan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia untuk produknya masing-masing. “All this non tariff barrier untuk melindungi, melindungi apa? kita enggak punya industrinya kok, kita punya industri mobil? kan enggak ada, dengan segala hormat loh, Jepang sudah berapa puluh tahun di Indonesia, itu kan basically produk Jepang itu kan,” kata Prabowo. Oleh sebab itu, Prabowo memastikan, selain mengurus kebijakan itu, pemerintah kini juga tengah menggencarkan proses industrialisasi yang betul-betul menghasilkan produk dari anak bangsa, bukan sebatas produk asing yang diolah di Indonesia. “Ya sekarang kita yang penting harus industrialisasi, kita harus bikin pabrik motor, pabrik mobil, that’s where we get the real margin, the real value added. Enggak mungkin lah kita korbankan kepentingan nasional kita, enggak ada masalah bagi kita, enggak mungkin,” tegasnya. (pgr/pgr) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Prabowo Minta Pertamina Bangkit Seperti Era Ibnu Sutowo Tags #presiden ri prabowo subianto #mineral kritis #mineral kritis ri #ri #as #amerika serikat Related Articles AS Garap Nikel-LTJ RI, Bahlil: Bisa Kolaborasi dengan BUMN Tambang NEWS AS Bisa Akses Mineral Kritis RI, Bahlil: Kita Tak Buka Ekspor Mentah! NEWS Pengusaha AS Diprioritaskan Garap Mineral Kritis di RI NEWS Prabowo Terbang ke AS Pekan Ini, Berikut Agenda Besarnya NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Jejak Panjang Tarif Resiprokal Trump dan Perjuangan Indonesia
- CSNBro
- 23 Februari 2026
- 0
Jejak Panjang Tarif Resiprokal Trump dan Perjuangan Indonesia
Leo/Bagas Terhenti di Semifinal Orleans Masters 2026, Indonesia Tanpa Wakil di Final
- CSNBro
- 21 Maret 2026
- 0
Leo/Bagas Terhenti di Semifinal Orleans Masters 2026, Indonesia Tanpa Wakil di Final
Polda Metro Jaya: 11 Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ini Lokasinya!
- CSNBro
- 8 Maret 2026
- 0
Polda Metro Jaya: 11 Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir, Ini Lokasinya!
