Musisi Ini Bikin Lagu Lebaran, Kritik Pemerintah & Korupsi di RI login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita CNBC Insight Musisi Ini Bikin Lagu Lebaran, Kritik Pemerintah & Korupsi di RI Comment SHARE url telah tercopy MFakhriansyah, CNBC Indonesia 20 March 2026 03:00 Foto: Wikimedia Commons Jakarta, CNBC Indonesia – Siapa sangka, lagu Lebaran yang selama ini identik dengan suasana hangat dan penuh maaf ternyata menyimpan kritik tajam terhadap pemerintah dan praktik korupsi di Indonesia. Lagu yang dimaksud adalah “Selamat Hari Lebaran”, karya maestro musik Indonesia Ismail Marzuki. Selama ini, banyak orang mengenal lagu tersebut hanya sebagai pengiring momen Idulfitri-dengan lirik yang menekankan silaturahmi, saling memaafkan, dan kebahagiaan setelah sebulan berpuasa. Namun, di balik nuansa religius dan penuh sukacita itu, terselip pesan yang jauh lebih “tajam”. Lagu ini pertama kali diciptakan pada 1952, di masa awal kemerdekaan Indonesia ketika kondisi politik dan ekonomi masih belum stabil. Pada periode tersebut, praktik korupsi justru sudah mulai mengakar di kalangan elite. Mulai dari politisi, birokrat, hingga pengusaha. Berbagai program pemerintah pun kerap tersendat akibat praktik suap dan kepentingan pribadi. Kondisi inilah yang memantik kegelisahan Ismail Marzuki. Ia kemudian menuangkannya ke dalam lagu Lebaran yang mudah diterima masyarakat luas, tetapi diam-diam menyisipkan kritik sosial. Sindiran itu tampak jelas dalam lirik aslinya: “Lang taon hidup prihatinKondangan boleh kuranginKorupsi jangan kerjain” Lewat lirik tersebut, Ismail bukan sekadar mengajak masyarakat merayakan hari kemenangan, tetapi juga mengingatkan agar momentum Idulfitri dijadikan titik refleksi, termasuk menghentikan praktik korupsi yang merugikan negara. Dalam buku Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman (2014) karya Ninok Leksono, disebutkan bahwa sang komponis memang geram melihat korupsi yang tak kunjung hilang. Ia berharap, melalui medium musik populer, pesannya bisa menjangkau lebih banyak orang dan mendorong perubahan. Namun, seiring waktu, pesan kritis itu justru “menghilang”. Memasuki era Orde Baru, lirik yang menyinggung korupsi perlahan dihapus oleh para penyanyi yang membawakan ulang lagu tersebut. Hingga kini, versi yang beredar luas hanya menampilkan sisi perayaan Lebaran-tanpa jejak kritik sosial yang pernah disisipkan penciptanya. Alhasil, makna asli lagu itu pun ikut tereduksi. Dari yang semula menjadi medium kritik terhadap pemerintah dan praktik korupsi, kini lebih dikenal sebagai lagu seremonial semata. Dengan kata lain, di balik lantunan “Selamat Hari Lebaran” yang akrab di telinga, tersimpan pengingat keras: kemenangan sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari korupsi. Sanggahan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini. (mfa/mfa) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Prabowo: Tidak ada Kasus Korupsi yang tidak Bisa Diselidiki! Tags #lagu lebaran #kritik sosial #ismail marzuki #korupsi Related Articles Prabowo: The New Indonesia, Harus Tidak Boleh Ada Korupsi! NEWS Video: Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi & Manipulasi CPO NEWS Video: Kasus Eks Pejabat Tinggi Uni Eropa, Ketahuan ‘Main Proyek’ NEWS Video: Netanyahu Mohon Presiden Israel Ampuni Dirinya NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Prabowo Minta Bahlil Percepat Transisi Energi dan Diversifikasi Sumber Minyak Nasional
- CSNBro
- 12 Maret 2026
- 0
Prabowo Minta Bahlil Percepat Transisi Energi dan Diversifikasi Sumber Minyak Nasional
Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Bawa Kader PSI, Dokter Tifa: Usia Ijazah Belum 40 Tahun
- CSNBro
- 19 Februari 2026
- 0
Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Bawa Kader PSI, Dokter Tifa: Usia Ijazah Belum 40 Tahun
6.047 Jemaah Umrah Kembali ke Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Prioritaskan Keselamatan
- CSNBro
- 3 Maret 2026
- 0
6.047 Jemaah Umrah Kembali ke Indonesia di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Prioritaskan Keselamatan
