Minuman Surga Disebut dalam Al Quran, Ternyata Ada di Indonesia

Minuman Surga Disebut dalam Al Quran, Ternyata Ada di Indonesia login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Lifestyle Berita Lifestyle CNBC Insight Minuman Surga Disebut dalam Al Quran, Ternyata Ada di Indonesia Comment SHARE url telah tercopy M Fakhri,  CNBC Indonesia 03 March 2026 04:00 Foto: Pohon Kamper. (Dok. lindungihutan) Jakarta, CNBC Indonesia – Minuman yang digambarkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Insan ayat 5-6 sebagai hidangan bagi penghuni surga ternyata banyak ditemukan di Indonesia. Dalam surah tersebut, Allah berfirman: “Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, yaitu mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.” Air kafur yang dimaksud tak lain adalah air kamper atau kapur barus. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kamper yang disebut di Al-Qur’an dan beberapa riwayat Nabi Muhammad ada kaitannya dengan Indonesia. Baca: Jutaan Jamaah Umrah Terdampar di Arab Saudi, Begini Kondisinya Hal ini sekaligus membuktikan besarnya jaringan perdagangan bangsa kita. Sebagai informasi, pohon kamper tak bisa tumbuh di Timur Tengah.Oleh karena itu, masyarakat harus melakukan impor kamper dari luar daerah. Dalam proses impor, memperoleh kamper bukan usaha sulit. Sebab, kamper sudah diperdagangkan di sebagian besar dunia sejak abad ke-4 Masehi, tiga abad sebelum Al-Qur’an turun.Terkait lokasi penghasil kamper, sumber-sumber Arab menyebut daerah Fansur. Peneliti Prancis Nouha Stephan dalam “Kamper dalam Sumber Arab dan Persia: Produksi & Penggunaanya” menganalisis teks-teks tradisional yang menyebut Fansur. Baca: 7 Obat Segala Penyakit Tertulis dalam Al Quran dan Hadist Salah satu yang ditelitinya adalah deskripsi ahli geografi Ibn Sa’id al Magribi. Ibn Sa’id yang meninggal di akhir abad ke-13 menjelaskan secara spesifik bahwa Fansur penghasil kamper berasal dari Pulau Sumatra.Selain itu, pendapat lain juga diungkap arkeolog Edward Mc. Kinnon dalam Ancient Fansur, Aceh’s Atlantis (2013). Ia menyebut Fansur terletak di ujung barat Aceh. Hipotesis ini didasarkan pada pertimbangan letak geografis dan data perdagangan dari catatan tertulis yang menyebut nama Panchu sebagai penghasil kamper.Bukti lain juga diungkap Claude Guillot dalam Barus Seribu Tahun yang Lalu (2008). Ia menyimpulkan ada 3 kawasan tempat kamper tumbuh dengan sendirinya yang perlu diperhatikan, yakni Sumatra, Semenanjung Melayu, dan Borneo (Kalimantan).Namun, sejarawan tersebut mengerucutkan secara spesifik lebih lanjut soal lokasinya, yakni daerah Barus di Sumatra. Baca: 3 Ciri Kurma Oplosan Pakai Pemanis Buatan, Jangan Salah Beli! “Kami dapat menyimpulkan bahwa sebagian besar atau seluruh kamper yang diperdagangkan sebelum kira-kira abad ke-10 Masehi dan penemuan kamper di Borneo berasal dari utara Sumatra, yakni Barus,” tulis Guillot.Jika mengacu pada klaim Guillot, maka kamper yang dicatat dalam Al-Qur’an dan riwayat Nabi Muhammad atau digunakan dalam pengawetan mumi di Mesir, berasal dari Barus, Sumatra.Lebih lanjut, sejarawan Jajat Burhanudin dalam Islam dalam Arus Sejarah Indonesia (2020) menceritakan, Barus memang sudah dikenal lama dalam dunia perdagangan.Bahkan, nama Barus sudah dikenal sebagai bandar kuno sejak abad ke-1 Masehi berdasarkan catatan ahli Romawi, Ptolemy. Biasanya, para pedagang Arab mengunjungi daerah tersebut melalui rute tersendiri.Jajat menduga, orang Arab dan Persia tiba di Barus melalui perjalanan langsung dari Teluk Persia, melewati Ceylon, lalu tiba di Pantai Barat Sumatra. Pada titik inilah, Barus terbukti sebagai daerah penghasil kamper dan sudah berkembang jadi pelabuhan penting di Sumatra.Seiring waktu, Barus jadi pelabuhan krusial di era Kerajaan Sriwijaya abad ke-10. Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (1996) menceritakan, kamper sudah jadi barang yang sangat laku di pasar internasional. Banyak para pengembara Arab berkunjung ke sana menggunakan kapal-kapal besar untuk mengangkut kamper.Belakangan peran penting kamper juga tak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga religi. Kelak, sejarah Indonesia mencatat berkat perdagangan kamper terjadi proses Islamisasi di Nusantara pada abad ke-7 Masehi. Hingga kini, kamper di Barus masih diperdagangkan hingga ke luar negeri. (hsy/hsy) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article 2 Buah Ini di Al-Qur’an Jadi Obat Mujarab Turunkan Kolesterol Tags #minuman surga #air kafur #al-qur’an #kamper #barus #sumatra #sejarah perdagangan Related Articles 2 Buah di Al-Qur’an Ini Ternyata Ampuh Turunkan Kolesterol LIFESTYLE Disebut di Al-Qur’an, Dua Buah Ini Bisa Turunkan Kolesterol LIFESTYLE Ji Chang Wook Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Bencana di Sumatra LIFESTYLE Orang Arab Ramai ke RI Berburu Tanaman yang Disebut Al-Quran LIFESTYLE Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *