Fenomena War Emas di Jakarta Bukan FOMO, Masyarakat Butuh Emas Fisik

Fenomena War Emas di Jakarta Bukan FOMO, Masyarakat Butuh Emas Fisik : Okezone Economy Advertisement Advertisement Advertisement Home Hot Issue Market Update Smart Money Inspirasi Bisnis Property Glossary Oke Promo Indeks Search Okezone Okezone.com Untuk Anda Viral TV Scope Kanal Beranda News Finance Women Celebrity Bola Sport Muslim Edukasi Haji Ototekno Digital Indeks Network Sindonews iNews IDX Channel MNC Trijaya Mister Aladin RCTI+ Vision+ Just For Kids Highend Media Sosial Instagram Facebook X Youtube Tiktok About Us Company Profile Advertisement HOME FINANCE HOT ISSUE Fenomena War Emas di Jakarta Bukan FOMO, Masyarakat Butuh Emas Fisik Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |10:10 WIB Kepercayaan masyarakat tetap lebih tinggi pada kepemilikan fisik yang seringkali sulit ditemukan. (Foto: Okezone.com) A A A Share https://economy.okezone.com/read/2026/02/16/320/3201853/fenomena-war-emas-di-jakarta-bukan-fomo-masyarakat-butuh-emas-fisik Share on mail Link successfully copied JAKARTA — Antrean panjang dan keramaian pada gelaran Jewellery Fair 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Sabtu (15/2/2026), menarik perhatian publik. Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai fenomena tersebut bukan sekadar kepanikan sesaat atau FOMO (Fear of Missing Out), melainkan langkah rasional masyarakat dalam merespons situasi ekonomi global. Menurutnya, penurunan harga logam mulia dimanfaatkan warga untuk mengakumulasi aset sebagai instrumen investasi jangka panjang. “Antrean ini bukan FOMO. Antrean ini adalah antrean yang sudah terbiasa terjadi, di mana pada saat harga logam mulia mengalami penurunan, ini saat yang tepat untuk melakukan pembelian,” ujar Ibrahim, Senin (16/2/2026). Baca Juga: Indonesia dan Thailand Perbarui Kemitraan Ekonomi Kreatif, Kini Manfaatkan Teknologi Digital Ibrahim menjelaskan bahwa masyarakat saat ini sangat melek terhadap informasi global. Ketegangan di Timur Tengah, menyusul pengerahan kapal induk kedua Amerika Serikat yang bersiap menghadapi Iran, menjadi alarm bagi investor untuk mencari aset aman (safe haven). Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut mendongkrak ekspektasi kenaikan harga emas di masa depan. Faktor politik di Amerika Serikat, mulai dari pemilu sela hingga spekulasi kebijakan Bank Sentral (The Fed) di bawah kendali Kevin Warsh, menambah ketidakpastian yang justru menguntungkan harga emas. “Masyarakat tahu bahwa harga logam mulia secara jangka pendek, menengah, dan panjang akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Wajar kalau seandainya masyarakat saat ini kembali mencari aset yang aman sebagai lindung nilai,” ungkap Ibrahim. Baca Juga: Harga Emas Antam 16 Februari 2026 Turun, Segram Kini Rp2,94 Juta Salah satu pemicu kericuhan di JCC adalah keinginan masyarakat untuk memiliki emas secara fisik secara langsung. Ibrahim menyoroti bahwa meski sistem bullion bank dan emas digital sudah tersedia, kepercayaan masyarakat tetap lebih tinggi pada kepemilikan fisik yang seringkali sulit ditemukan di gerai konvensional maupun pegadaian. “Keinginan masyarakat di Jakarta Convention Center itu bisa membeli dan mendapatkan logamnya secara fisik. Selama ini masyarakat melakukan pembelian baik di gerai Antam maupun pegadaian itu tidak ada barangnya. Walaupun sudah ada bullion bank dan emas digital, masyarakat lebih condong memilih yang ada fisiknya,” jelasnya.   Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus Level 5.000, Logam Mulia Diproyeksi Rp3,15 Juta di Pekan Ini Halaman: 1 2 Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari Follow Topik Artikel : Emas Fisik Logam Mulia Antrean Emas Antrean Panjang Emas Harga Emas Share https://economy.okezone.com/read/2026/02/16/320/3201853/fenomena-war-emas-di-jakarta-bukan-fomo-masyarakat-butuh-emas-fisik Share on mail Link successfully copied Follow Okezone di Google News Berita Terkait Harga Emas Antam 16 Februari 2026 Turun, Segram Kini Rp2,94 Juta Harga Emas Dunia Tembus Level 5.000, Logam Mulia Diproyeksi Rp3,15 Juta di Pekan Ini Harga Emas Dunia Tembus Level 5.000, Logam Mulia Diprediksi Rp3,15 Juta di Pekan Depan Harga Emas Antam Naik Gocap, Segram Jadi Rp2.954.000 Harga Emas Antam Turun Rp43.000, Kini Dibanderol Rp2.904.000 per Gram Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.947.000 per Gram Telusuri berita finance lainnya Advertisement Advertisement Terpopuler DJP Ingatkan Ada Modus Penipuan Baru, Warga Diminta Waspada Diskon Listrik 50% Terakhir Hari Ini, Cek Sekarang! Dugaan Kongkalikong Oknum Bea Cukai dan Tiffany & Co Mencuat, Purbaya: Usut Tuntas! Utang Pemerintah Tembus Rp9.637,90 Triliun, Purbaya: Strategi Jaga Ekonomi Agar Tak Krisis Harga Emas Dunia Tembus Level 5.000, Logam Mulia Diprediksi Rp3,15 Juta di Pekan Depan Advertisement KANAL News Finance Women Celebrity Bola Sport Ototekno Highend Muslim Edukasi Digital Index MNC PORTAL Sindonews iNews IDX Channel COMPANY PROFILE About Us Redaksi Privacy Policy Kotak Pos Karier Info Iklan Disclaimer MNC Peduli Profile MNC Group MNC Group Bisnis © 2007 – 2026 Okezone.com, All Rights Reserved Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *