Deal Dagang AS-RI, Pemerintah Tegaskan Tak Bakal Membebani APBN login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Deal Dagang AS-RI, Pemerintah Tegaskan Tak Bakal Membebani APBN Comment SHARE url telah tercopy Redaksi, CNBC Indonesia 01 March 2026 14:25 Foto: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani tarif perdagangan resiprokal kedua negara. Salah satu isinya ialah mengenakan tarif dagang 0% untuk sejumlah produk, Kamis (19/2/2026). (Dok. Media Sosial Sekretariat Kabinet) Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia melakukan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang diistilahkan ‘Agreement on Reciprocal Trade’ (ART). Salah satunya terkait komitmen Indonesia untuk memfasilitasi impor produk pertanian senilai US$4,5 miliar. Dalam hal ini, pemerintah menegaskan kesepakatan tersebut tidak akan membebani APBN. Pasalnya, kesepakatan bersifat dukungan kebijakan untuk memperlancar kerja sama bisnis-ke-bisnis (B2B) antara pelaku usaha Indonesia dan AS, bukan pembelian yang dibiayai APBN. “Pemerintah hanya berperan sebagai regulator dan penjaga standar mutu, sementara keputusan transaksi dan pembiayaan sepenuhnya berada pada sektor swasta,” tertulis dalam keterangan resmi yang dirilis Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, Minggu (1/3/2026). Lebih lanjut, Haryo menuliskan AS merupakan mitra dagang strategis dan tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia. Pada 2025, ekspor Indonesia ke AS mencapai US$31,0 miliar, atau sekitar 11% dari total ekspor Indonesia ke dunia sebesar US$282,9 miliar. Untuk itu, menjaga akses pasar AS melalui pendekatan perdagangan yang seimbang merupakan langkah rasional untuk melindungi daya saing produk nasional. Kerja sama ini juga memiliki dimensi esensial bagi kepentingan industri nasional. Indonesia selama ini mengimpor sejumlah komoditas seperti gandum sebagai bahan baku utama industri pengolahan, termasuk industri makanan olahan berorientasi ekspor. Dengan terbukanya opsi pasokan yang lebih luas dan kompetitif, pelaku usaha dalam negeri dapat memperoleh bahan baku yang stabil, berkualitas, dan dengan harga yang bersaing. Terkait dengan proporsi, pada 2025, total impor Indonesia dari ASuntuk kelompok komoditas pertanian sekitar US$1,21 miliar, sementara total impor Indonesia dari berbagai negara lain untuk kelompok komoditas yang sama mencapai sekitar US$13,2 miliar. Pilihan Redaksi Dunia Dilanda Perang Bertubi-tubi, Harga Perak Melonjak Drastis PBB Buka-bukaan Tanda Kiamat, Kekeringan Sudah Level Parah Iran Balas Dendam, Trump Peringatkan Serangan AS Jauh Lebih Parah Hal tersebut menunjukkan bahwa porsi impor dari AS hanya sekitar 9,2%. Sebagai contoh, impor sereal (HS10) dari AS sebesar US$375,9 juta dari total US$3,7 miliar (sekitar 10%), dan untuk soybeans (HS12) hanya US$1,0 juta dari total US$1,6 miliar. Hal tersebut menunjukkan ruang penyesuaian pasokan tetap berbasis pertimbangan komersial dan tidak menimbulkan beban fiskal. Komitmen tersebut juga telah ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan terkait dalam 2 tahapan. Tahap pertama pada 7 Juli 2025 dan tahap kedua di Indonesia-AS Business Summit pada 19 Februari 2026 lalu, yang didukung oleh asosiasi pelaku usaha seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). “Dengan demikian, fasilitasi ini merupakan bagian dari strategi memperkuat akses pasar sekaligus mendukung rantai nilai industri nasional, dengan tetap berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kedaulatan nasional. Pemerintah akan terus menjamin impor memenuhi standar mutu dan keamanan yang berlaku, serta akan mengambil langkah sesuai peraturan apabila terjadi gangguan terhadap pasar domestik,” pungkas laporan tersebut. (fab/fab) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Lengkap! Ini Oleh-oleh Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Korsel Tags #dagang as-ri #kesepakatan perdagangan #apbn #impor pertanian #kerja sama bisnis #ekonomi indonesia #ekspor indonesia #komoditas pertanian #kementerian koordinator bidang perekonomian #industri nasional Related Articles Deal! AS Resmi Turunkan Tarif Tetangga Dekat RI, Bisa 0% NEWS Tak Mau Kalah dari Malaysia, Airlangga Nego Tarif Ekspor Sawit ke AS NEWS Video: Defisit APBN Capai Rp 479,7 Triliun di Oktober 2025 NEWS 2 Faktor Ini Bikin Jerman Kepincut Kerja Sama Bisnis dengan RI NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Proyek Gentengisasi Prabowo Dimulai, Sasar Permukiman Padat di Menteng
- CSNBro
- 26 Februari 2026
- 0
Proyek Gentengisasi Prabowo Dimulai, Sasar Permukiman Padat di Menteng
Rumah Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan Ditabrak Mobil, Pagar Ringsek!
- CSNBro
- 18 Februari 2026
- 0
Rumah Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya Jakarta Selatan Ditabrak Mobil, Pagar Ringsek!
Presiden Prabowo Sebut Ada Ahli Ekonomi Jelekkan Negara, Selalu Komentar Negatif
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
Presiden Prabowo Sebut Ada Ahli Ekonomi Jelekkan Negara, Selalu Komentar Negatif
