Banggar: Anggaran Pendidikan untuk MBG Keputusan Pemerintah & DPR login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Banggar: Anggaran Pendidikan untuk MBG Keputusan Pemerintah & DPR Comment SHARE url telah tercopy Arrijal Rachman, CNBC Indonesia 27 February 2026 12:10 Foto: MH Said Abdullah Badan Anggaran DPR RI (Tangkapan Layar Youtube) Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah buka suara ihwal anggaran pendidikan yang kini tengah menjadi sorotan serius masyarakat, hingga UU APBN 2026 digugat oleh kelompok guru ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG). “Wajar saja program ini ramai jadi perhatian publik mengingat jangkauan programnya yang mencapai puluhan juta penerima,” kata Said melalui keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026). Baca: DPR: MBG Pakai Dana Pendidikan Itu Strategi Cerdas, Layak Diapresiasi Mulanya, Said menyampaikan program itu sebetulnya sah-sah saja digencarkan Presiden Prabowo Subianto, mengingat rata-rata prevalensi gizi kronis anak-anak Indonesia masih tinggi di kisaran 19%. Ini artinya setiap 100 kelahiran, 19% diantaranya mengalami gizi kronis. Persentase ini ia anggap tergolong menengah-tinggi, sebab ukuran WHO harus di bawah 10% untuk kategori rendah. Ia juga menyebut, intervensi gizi melalui School Feeding Program seperti MBG ini telah lama dikerjakan oleh banyak negara maju, seperti Tiongkok, Jepang. Tak terkecuali negara-negara skandinavia, seperti Finlandia, Norwegia, dan ditiru oleh negara negara berkembang seperti India dan Brazil. Adapun terkait proses penganggarannya, hingga memakan anggaran pendidikan, Said menegaskan, APBN adalah satu satunya undang-undang yang rancangannya di usulkan pemerintah ke DPR. Karena itu, posisi DPR atas RAPBN yang di bahas, termasuk soal anggaran pendidikan untuk program tertentu hanya mengubah, membesarkan, atau menurunkan pos anggaran untuk program dan kementerian/lembaga yang bersama-sama disepakati oleh pemerintah. “Sesuai konstitusi, DPR memiliki kewenangan untuk menolak seluruhnya RAPBN, dan atau sebaliknya,” ungkap Said. Pilihan Redaksi Masa Depan Prabowonomics ada di Pasar Modal Bos Agrinas Bilang Impor 105.000 Pikap-Truk India Mendesak, Ada Apa? Wakil BGN Peringatkan Mitra SPPG, Jangan Markup Bahan Baku Pangan MBG BGN Warning SPPG Mark Up Bahan MBG, Mobil Operasional Dipakai Belanja Lapor Pak Prabowo! Bos Honda Bilang MBG Bikin Penjualan Motor Naik Dalam proses penetapan anggarannya, Said mengatakan, anggaran pendidikan tetap dijaga pengalokasiannya sesuai dengan mandat konstitusi, yakni 20% dari belanja negara. Alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2025 sebesar Rp 724,2 triliun dan tahun 2026 sebesar Rp 769 triliun. Dalam dua tahun anggaran ini, alokasi anggaran pendidikan itu termasuk anggaran MBG didalamnya, pada 2025 sebesar Rp 71 triliun dan tahun 2026 sebesar Rp 268 triliun. Pada tahun 2026 ini BGN menerima alokasi anggaran sesuai UU APBN sebesar Rp 268 triliun, yang peruntukannya untuk dukungan program MBG sebesar Rp 255,5 triliun dan Rp 12,4 triliun untuk dukungan manajemen program. “Dari anggaran program BGN sebesar Rp 255,5 triliun, sebesar Rp 223,5 triliun diantaranya untuk fungsi pendidikan,” tutur Said yang juga merupakan politikus PDI Perjuangan. Seiring dengan naiknya anggaran pendidikan, ia mengatakan, tentu kementerian yang menjadi pengelola lainnya juga ikut naik, selain BGN. Seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen. Kenaikan itu sebagai konsekuensi atas kenaikan belanja negara dari tahun 2025 dengan 2026, sebab belanja negara sebagai dasar prosentase perhitungan 20% untuk pendidikan. “Kenaikan anggaran tidak hanya diterima kemendikdasmen, tetapi juga Kemendiktisaintek, Kemenag, Kemensos dan Kemen PU dalam menjalankan fungsi pendidikan dari APBN,” kata Said. Kemendikdasmen naik Rp 21,5 triliun, Kemendiktisaintek naik Rp 3,3 triliun, Kemenag naik Rp 10,5 triliun, Kemensos naik Rp 4 triliun dan Kemen PU naik Rp 1,7 triliun. “Jadi pada 2025 dan 2026, alokasi anggaran MBG menjadi unsur yang dimasukkan dalam pos anggaran pendidikan. Dan hal ini telah menjadi keputusan politik antara DPR dan pemerintah,” ucap Said. Terlepas dari itu, Said mengaku menghormati kelompok masyarakat yang mengajukan gugatan ke MK atas anggaran MBG dalam anggaran pendidikan. “Tetapi dengan keyakinan dan atas berbagai kajian konstitusional, DPR dan pemerintah telah memutuskan hal itu. Semoga penjelasan ini memberikan gambaran tentang duduk letak anggaran MBG dan anggaran pendidikan,” tutur Said. (arj/haa) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Prabowo Beberkan Beda RI, India, Singapura Soal Anggaran Pendidikan Tags #mbg #anggaran pendidikan #dpr #gizi anak #apbn #program makan bergizi #gugatan mk #kebijakan pendidikan #alokasi anggaran #kesehatan masyarakat Related Articles DPR: MBG Pakai Dana Pendidikan Itu Strategi Cerdas, Layak Diapresiasi NEWS Segini Besaran Anggaran Pendidikan & MBG di APBN 2026 NEWS Guru Gugat UU APBN 2026 Akibat MBG, Begini Respons Purbaya NEWS Daftar Terbaru Penerima MBG: Anak Pernikahan Dini Sampai Putus Sekolah NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Pengamat Ingatkan Implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok Jakarta Tak Bebani Pedagang Kecil
- CSNBro
- 22 Februari 2026
- 0
Pengamat Ingatkan Implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok Jakarta Tak Bebani Pedagang Kecil
Profil Sigit Widyawan, Ipar 'Tajir' Jokowi yang Duduki Kursi Komisaris Utama Semen Indonesia
- CSNBro
- 17 Februari 2026
- 0
Profil Sigit Widyawan, Ipar 'Tajir' Jokowi yang Duduki Kursi Komisaris Utama Semen Indonesia
Banjir Ancam Permukiman Elite di Jakarta, DKI Diminta Hentikan Bangunan Komersial
- CSNBro
- 21 Februari 2026
- 0
Banjir Ancam Permukiman Elite di Jakarta, DKI Diminta Hentikan Bangunan Komersial
