Waspada Modus Penipuan Baru Pakai AI, Korbannya Sudah Banyak

Waspada Modus Penipuan Baru Pakai AI, Korbannya Sudah Banyak login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Waspada Modus Penipuan Baru Pakai AI, Korbannya Sudah Banyak Comment SHARE url telah tercopy Tim Redaksi,  CNBC Indonesia 24 March 2026 20:15 Foto: Ilustrasi Penipuan Online. (Dok. Freepik) Jakarta, CNBC Indonesia – Modus penipuan digital terus bermunculan. Kini, pelaku kejahatan siber memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan merekrut “model wajah” untuk menjalankan aksinya yang berbasis deepfake hingga makin sulit dideteksi. Fenomena ini terungkap dari maraknya lowongan kerja “model AI” di kawasan Asia Tenggara, khususnya Kamboja, yang dikenal sebagai salah satu pusat operasi penipuan online terbesar di dunia. Baca: Elon Musk Tukang Kibul, Ketahuan Bohong, Ditagih Rp 44 Triliun “Dalam setahun terakhir hingga sekarang, mereka juga merekrut orang untuk menjadi model AI,” kata Hieu Minh Ngo, penyelidik kejahatan siber dari organisasi nirlaba Vietnam ChongLuaDao, dikutip dari Wired (24/3/2026). “Mereka memberikan perangkat lunak untuk menukar wajah menggunakan AI dan melakukan love scam,” imbuhnya. Ngo mengidentifikasi sekitar dua lusin kanal Telegram yang memuat lowongan untuk model AI di kawasan tersebut. Humanity Research Consultancy juga melacak pelamar pekerjaan di kota-kota yang dikenal sebagai pusat penipuan. Baca: Bukan Programmer! Ini Profesi Paling Diburu di Era AI Para pelamar, sebagian besar perempuan 20-an awal, direkrut untuk melakukan panggilan video menggunakan teknologi manipulasi wajah guna meyakinkan korban. Alih-alih bekerja di perusahaan resmi, mereka justru menjalankan modus penipuan yang membangun hubungan emosional dengan korban sebelum menguras uang mereka, biasanya lewat investasi kripto atau love scam. Dalam praktiknya, model AI ini bertugas melakukan ratusan panggilan video setiap hari. Dengan bantuan perangkat lunak khusus, wajah mereka dapat diubah secara real-time sehingga menyerupai identitas palsu yang lebih menarik dan meyakinkan. Tak hanya canggih, operasi ini juga terorganisir secara industri. Bahkan, sejumlah lokasi dilaporkan memiliki “ruang AI” khusus untuk menjalankan panggilan penipuan secara massal. Yang mengkhawatirkan, sebagian pekerja direkrut dengan iming-iming gaji tinggi hingga ribuan dolar per bulan. Namun di balik itu, mereka harus bekerja ekstrem hingga risiko kekerasan dan pelecehan. Dalam beberapa kasus, paspor pekerja disita untuk mencegah mereka kabur.     (hsy/hsy) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Uang Rp 83 Triliun Hilang Seketika, Awas Penipuan BTS-Taylor Swift Tags #penipuan digital #kecerdasan buatan #modus penipuan #deepfake #love scam #kejahatan siber Related Articles WhatsApp-Instagram-Facebook Banjir Penipu, Kantor RI Digeruduk Menteri TECH Inspeksi Kantor Instagram-WhatsApp, Meutya Ungkit Masalah Kepatuhan TECH Marak Gaya Penipuan Baru di Medsos, Rekening Ludes Seketika TECH Penipuan Online Makin Sering Terjadi, Wajib Lakukan Ini Sebelum Klik TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *