Update Terbaru Perang AS dan Israel ke Iran: NATO Terlibat-1000 Tewas

Update Terbaru Perang AS & Israel ke Iran: NATO Terlibat-1000 Tewas login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Update Terbaru Perang AS & Israel ke Iran: NATO Terlibat-1000 Tewas Comment SHARE url telah tercopy tfa,  CNBC Indonesia 05 March 2026 07:00 Foto: Puing-puing berserakan setelah serangan Israel dan AS terhadap sebuah kantor polisi, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, 3 Maret 2026. (via REUTERS/Majid Asgaripour) Daftar Isi 1. Rudal Iran Nyaris Masuk Turki, Dicegah NATO 2. 1.000 Lebih Tewas 3. Trump Pertimbangkan Peran AS di Iran Pasca Perang 4. AS Tarik Staf dari Karachi dan Lahore 5. Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 72 Orang 6. China Akan Kirim Utusan Khusus 7. Qatar dan Turki Murka Terhadap Iran 8. Krisis Kargo Global Kian Dalam 9. Awak Kapal di Selat Hormuz Diselamatkan 10. Sri Lanka Temukan 87 Jenazah 11. Israel Rencanakan Operasi di Iran Selama Beberapa Pekan 12. Pemakaman Khamenei Ditunda Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memasuki hari kelima sejak dimulai pada 28 Februari 2026 lalu. Eskalasi konflik tidak hanya meluas di Timur Tengah, tetapi juga berdampak ke Asia Selatan hingga jalur perdagangan global. Berikut deretan perkembangan terkini perang AS-Israel versus Iran, sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Kamis (5/3/2026). Baca: Pesawat Hercules Bawa Duit Rp 1 T Jatuh, Uangnya Dijarah Warga 1. Rudal Iran Nyaris Masuk Turki, Dicegah NATO Rudal balistik yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat dan dihancurkan sistem pertahanan udara NATO saat mendekati wilayah udara Turki, setelah melintas di Irak dan Suriah. Informasi tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Nasional Turki pada Rabu (4/3/2026). “Sebuah amunisi balistik yang diluncurkan dari Iran, yang terdeteksi melewati wilayah udara Irak dan Suriah dan menuju wilayah udara Turki, telah dicegat tepat waktu oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur dan dinonaktifkan,” demikian pernyataan resmi kementerian, seperti dikutip Al Jazeera. Otoritas Turki menyebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut. Ankara menegaskan hak untuk merespons setiap tindakan permusuhan, seraya memperingatkan semua pihak agar menahan diri dan tidak memperluas eskalasi. NATO sendiri mengecam penargetan terhadap Turki. Juru bicara NATO Allison Hart menegaskan aliansi “berdiri teguh bersama semua Sekutu, termasuk Turki,” dan menambahkan postur pencegahan serta pertahanan udara-rudal NATO tetap kuat. Baca: Pemimpin NATO Ini Tolak Bantu AS, “Ceramahi” Trump soal Aksi di Iran 2. 1.000 Lebih Tewas Kantor berita resmi Iran IRNA melaporkan serangan AS-Israel telah menewaskan sedikitnya 1.045 personel militer dan warga sipil sejak perang dimulai. Dana ini dihimpun IRNA dengan mengutip pernyataan Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran. Namun, AFP menyatakan angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Baca: “Petaka” Mengintai Usai Serang Iran, Trump Kumpulkan Para Bos Rudal AS 3. Trump Pertimbangkan Peran AS di Iran Pasca Perang Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan peran Amerika Serikat di Iran setelah operasi militer bersama Israel berakhir. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan wacana tersebut masih dibahas secara intensif di lingkaran keamanan nasional. “Saya pikir ini adalah sesuatu yang secara aktif dipertimbangkan dan didiskusikan oleh presiden dengan para penasihatnya dan tim keamanan nasionalnya,” ujar Leavitt kepada wartawan. Baca: Panic Buying BBM Merebak, Antrean SPBU Mengular Panjang 4. AS Tarik Staf dari Karachi dan Lahore Amerika Serikat memerintahkan staf non-darurat di konsulatnya di Karachi dan Lahore untuk meninggalkan Pakistan. AS juga memberikan izin kepada staf di Arab Saudi, Siprus, dan Oman untuk meninggalkan pos mereka. Langkah ini diambil menyusul gelombang protes anti-AS dan Israel di Pakistan. Menurut hitungan AFP, sedikitnya 25 orang tewas dalam aksi demonstrasi akhir pekan lalu, dengan ratusan demonstran mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi. 5. Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 72 Orang Serangan udara Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan 72 orang dan memaksa lebih dari 83.000 warga mengungsi, menurut pejabat setempat. Eskalasi ini terjadi setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel. Israel merespons dengan menggempur sejumlah wilayah Lebanon dalam babak baru konflik lintas perbatasan. Baca: Dokter Ungkap Penyebab “Korengan” di Leher Trump 6. China Akan Kirim Utusan Khusus China mengumumkan akan mengirim utusan khusus untuk menengahi konflik di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Wang Yi menegaskan Beijing mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatannya. Namun, China juga mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan serangan militer mereka. 7. Qatar dan Turki Murka Terhadap Iran Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengecam keras sikap Iran dalam percakapan telepon dengan pejabat Teheran. Qatar menuding Iran berupaya menyeret negara-negara tetangganya ke dalam perang. Sementara itu, Turki memanggil duta besar Iran setelah sebuah rudal yang diduga menargetkan pangkalan militer di Siprus mendarat di wilayah Turki. 8. Krisis Kargo Global Kian Dalam Raksasa pelayaran Denmark Maersk menangguhkan pemesanan kargo di kawasan Teluk hingga waktu yang belum ditentukan. Sebelumnya, Maersk menghentikan pelayaran melalui Terusan Suez dan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang krusial bagi distribusi minyak global. Sejumlah perusahaan pelayaran lain juga mengambil langkah serupa. 9. Awak Kapal di Selat Hormuz Diselamatkan Angkatan laut Oman menyelamatkan 24 awak kapal kontainer yang terkena serangan rudal di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi sehari setelah Iran mengklaim telah mengambil “kendali penuh” atas selat tersebut. Klaim Iran bertolak belakang dengan pernyataan Trump yang menyebut Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker yang melintas di kawasan itu. 10. Sri Lanka Temukan 87 Jenazah Dampak konflik meluas hingga Asia Selatan. Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah terkena serangan torpedo kapal selam AS. Seorang pejabat angkatan laut Sri Lanka mengatakan kepada AFP bahwa 87 jenazah telah ditemukan, sementara pencarian korban lain masih dilakukan. “Kami telah mengumpulkan 87 jenazah, dan pencarian masih berlangsung untuk yang lainnya yang masih hilang,” ujarnya. 11. Israel Rencanakan Operasi di Iran Selama Beberapa Pekan Media The Times of Israel melaporkan militer Israel berencana melanjutkan operasi di Iran setidaknya selama satu hingga dua pekan ke depan. Target

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *