Trump Kena Tampar Pejabat Sendiri, Tak Ada Bukti Iran Mau Serang AS login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Trump Kena “Tampar” Pejabat Sendiri, Tak Ada Bukti Iran Mau Serang AS Comment SHARE url telah tercopy luc, CNBC Indonesia 02 March 2026 21:58 Foto: Presiden AS Donald Trump berdiri bersama para pemimpin dunia yang berpartisipasi dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, D.C., AS, 19 Februari 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque) Jakarta, CNBC Indonesia – Pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengakui kepada staf Kongres bahwa tidak ada intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang lebih dulu pasukan Amerika Serikat (AS). Hal ini diungkapkan dua sumber yang mengetahui jalannya pengarahan tersebut. Pernyataan yang dilansir dikutip Reuters itu disampaikan sehari setelah AS dan Israel melancarkan salah satu serangan paling ambisius terhadap Iran dalam beberapa dekade terakhir. Operasi militer yang dimulai Sabtu (1/3/2026) itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menenggelamkan kapal-kapal perang Iran, serta menghantam lebih dari 1.000 target di berbagai wilayah, menurut pejabat terkait. Pengakuan dalam forum tertutup tersebut dinilai meruntuhkan salah satu argumen utama yang sebelumnya digunakan pemerintahan Trump untuk membenarkan perang. Pilihan Redaksi Pakar: Perang AS-Israel vs Iran Berpotensi Panjang, RI Diminta Waspada Apakah Trump Tak Butuh Persetujuan Kongres AS saat Serang Iran? Media AS Sebut Arab Saudi Diam-Diam Lobi Trump agar Serang Iran Sehari sebelumnya, pejabat senior pemerintah mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan Trump melancarkan serangan sebagian dipicu oleh indikasi bahwa Iran mungkin akan menyerang pasukan AS di Timur Tengah. Pada Minggu, pejabat Pentagon memberikan pengarahan selama lebih dari 90 menit kepada staf Demokrat dan Republik dari sejumlah komite keamanan nasional di Senat dan DPR, terkait perkembangan operasi militer AS di Iran. Hal itu disampaikan juru bicara Gedung Putih Dylan Johnson sebelumnya. Dalam pengarahan tersebut, pejabat pemerintahan menekankan bahwa rudal balistik Iran dan pasukan proksi Teheran di kawasan memang menimbulkan ancaman mendesak terhadap kepentingan Amerika. Namun, menurut dua sumber yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim, tidak ada intelijen yang menunjukkan Iran berencana menyerang pasukan AS terlebih dahulu. Trump menyatakan operasi militer yang diperkirakan akan berlangsung selama berminggu-minggu itu bertujuan memastikan Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, membatasi program rudalnya, serta menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Ia juga mendesak rakyat Iran untuk bangkit dan menggulingkan pemerintah mereka. Meski demikian, Partai Demokrat menuduh Trump melancarkan “perang pilihan” dan mempertanyakan alasan pemerintah meninggalkan jalur diplomasi yang sebelumnya disebut masih memiliki peluang oleh mediator Oman. Trump berulang kali menyatakan, tanpa memaparkan bukti, bahwa Iran berada di jalur untuk segera memiliki kemampuan menyerang Amerika Serikat dengan rudal balistik. Namun klaim tersebut tidak didukung laporan intelijen AS dan dinilai berlebihan, menurut sejumlah sumber yang mengetahui isi laporan tersebut dan berbicara kepada Reuters. Pertanyaan mengenai dasar pembenaran perang semakin mengemuka setelah militer AS pada Minggu mengumumkan korban pertama di pihak Amerika sejak konflik pecah. Sementara itu, Komando Pusat AS (United States Central Command) menyatakan tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya mengalami luka serius. Selain itu, beberapa tentara lainnya dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan ledakan dan gegar otak. Militer AS juga mengungkapkan bahwa pesawat dan kapal perang AS telah menghantam lebih dari 1.000 target Iran sejak Trump memerintahkan dimulainya operasi tempur besar-besaran. Di antara serangan tersebut adalah pengerahan pembom siluman B-2 yang menjatuhkan bom seberat 2.000 pon atau sekitar 900 kilogram ke fasilitas rudal bawah tanah Iran yang diperkuat. (luc/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Geger! Trump Akui Bertanggung Jawab atas Serangan Israel ke Iran Tags #trump #serangan militer #intelijen #konflik timur tengah #iran #kebijakan luar negeri #pentagon #keamanan nasional #partai demokrat #rudal balistik Lihat Berita Lainnya Related Articles Israel & AS Serang Iran, Ayatollah Ali Sudah Diamankan NEWS Trump Kumpulkan ‘Dewa Perang’ Israel-Saudi, Persiapan Serang Iran? NEWS Menguak Ultimatum Trump ke Iran, Serangan Militer Tak Semudah Itu NEWS Trump Rencanakan Serangan Besar ke Iran Buntut Demo, Libatkan Israel NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Benarkah Emas adalah Investasi Terbaik saat ini?
- CSNBro
- 2 Maret 2026
- 0
Benarkah Emas adalah Investasi Terbaik saat ini?
Langkah Persib Bandung Terhenti di 16 Besar AFC Champions League Two Meski Raih Kemenangan Tipis atas Ratchaburi FC
- CSNBro
- 19 Februari 2026
- 0
Langkah Persib Bandung Terhenti di 16 Besar AFC Champions League Two Meski Raih Kemenangan Tipis atas Ratchaburi FC
Avian Brands Capaiamp;nbsp;Pendapatan Rp8,1 Triliun, Perkuat Posisi Pasar Sepanjang 2025
- CSNBro
- 26 Februari 2026
- 0
Avian Brands Capaiamp;nbsp;Pendapatan Rp8,1 Triliun, Perkuat Posisi Pasar Sepanjang 2025
