Raja Ecommerce Tutup di RI, Kena Kasus Hukum di Mana-mana

Raja Ecommerce Tutup di RI, Kena Kasus Hukum di Mana-mana login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Raja Ecommerce Tutup di RI, Kena Kasus Hukum di Mana-mana Comment SHARE url telah tercopy Redaksi,  CNBC Indonesia 18 February 2026 14:10 Foto: Ilustrasi ecommerce. (Dok. Freepik) Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa e-commerce asal China, Shein dan Temu, sempat mengekspansi layanannya di Indonesia. Namun, tak butuh waktu lama, keduanya langsung diblokir. Pemerintah melarang operasional Shein dan Temu lantaran bisnis modelnya dinilai bisa membunuh UMKM lokal. Shein dan Temu menjajakan barang sangat murah yang merusak pasar. Keduanya menerapkan skema bisnis yang langsung menhubungkan produsen pertama ke konsumen akhir, tanpa ada perantara. Dengan begitu, harga bisa ditekan sangat jauh di bawah harga pasar. Bukan cuma Indonesia, Shein dan Temu yang menargetkan pasar global beberapa kali menemui hambatan di negara-negara lain. Terbaru, Uni Eropa membuka investigasi formal ke Shein pada awal pekan ini, atas peredaran produk-produk ilegal di dalam platformnya. Selain itu, Uni Eropa juga menyelidiki potensi efek ‘adiktif’ dari desain aplikasi Shein. Pilihan Redaksi HP Bakal Berubah Total, China Siapkan Gebrakan Baru Trump Makan Korban: Baru Setahun, Ada 10 Perusahaan Besar AS Bangkrut Model Penyewaan Fesyen RI: Tesis Harvard Ungkap Tantangan dan Peluang Penyelidikan formal di bawah aturan ‘Digital Services Act’ (DSA) yang ketat dilakukan setelah Prancis mendesak para eksekutif Uni Eropa pada November lalu untuk menyelidiki penyebaran boneka seks di platform Shein. Sejak saat itu, Shein sudah berhenti menjual semua boneka seks di seluruh dunia tempatnya beroperasi. Shein dan Temu telah menjadi simbol paling menonjol dari kekhawatiran yang lebih luas tentang masuknya produk-produk murah China ke pasar Eropa. “DSA menjaga keamanan pembeli, melindungi kesejahteraan mereka, dan memberdayakan mereka dengan informasi tentang algoritma yang mereka gunakan. Kami akan menilai apakah Shein menghormati aturan dan tanggung jawab ini,” kata kepala teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (18/2/2026). Temu Terancam di Afrika Terpusah, pengawas data Niveria juga membuka penyelidikan terhadap Temu pada awal pekan ini. Adapun penyelidikan tersebut dipicu dugaan pelanggaran aturan data oleh Temu di salah satu negara pasar terbesar di Afrika. Komisi Perlindungan Data Nigeria (NDPC) mengatakan kekhawatiran atas praktik pemrosesan data Temu, termasuk pengawasan online, penanganan yang tidak transparan, transfer lintas batas, dan kemungkinan pelanggaran aturan minimalisasi data. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan global terhadap ekspansi pesat Temu. Kepala NDPC, Vincent Olatunji, memerintahkan penyelidikan dan memperingatkan bahwa pengolah data dapat dimintai pertanggungjawaban atas setiap ketidakpatuhan. Perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email. Temu menangani data pribadi sekitar 12,7 juta warga Nigeria dan sekitar 70 juta pengguna harian secara global, kata NDPC dalam sebuah pernyataan. Temu, yang dimiliki oleh PDD Holdings dan terdaftar Nasdaq, telah berkembang pesat di Nigeria dengan pasar berbasis aplikasi yang menawarkan diskon besar untuk fesyen, elektronik, dan barang-barang rumah tangga. (fab/fab) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Tinggalkan RI, Ecommerce China Sekarang Punya Mesin Uang Baru Tags #ecommerce #shein #temu #umkm #hukum #penyelidikan #pasar global #produk murah #perlindungan data #digital services act Related Articles Perang Ecommerce Menggila, Begini Nasib Pedagang TECH Cuma Punya 8 Karyawan, Raja Ecommerce Bisa Untung Rp 1,9 Triliun TECH Raja Ecommerce Tebar Diskon Palsu, Pembeli Ditipu Habis-habisan TECH Raksasa Ecommerce Tinggalkan RI, Sekarang Ramai Dihujat TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *