Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial

Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial Anggie Ariesta Selasa, 24 Februari 2026 – 20:08 WIBloading… Menkeu, Purbaya menegaskan, komitmen pemerintah untuk mengakselerasi megaproyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela. Foto/Dok A A A JAKARTA – Menteri Keuangan atau Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, komitmen pemerintah untuk mengakselerasi megaproyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela. Purbaya mengungkapkan, akan memberikan perlakuan khusus bagi investor Blok Masela guna memastikan proyek ini tidak lagi terhambat oleh birokrasi yang lamban.Menkeu mencatat bahwa proses perizinan yang selama ini memakan waktu lama mulai menunjukkan kemajuan signifikan di awal tahun 2026. Baca Juga: 26 Tahun Terkatung-katung, Bahlil Ancam Cabut Izin Inpex di Blok Masela “Sebetulnya selama ini udah lama kan proyek ini. Sebelumnya keluarnya lambat sekali. Izin-izin segala macam. Tadi sebetulnya izin-izin intern yang berkeluar kan Januari, Februari. Yang lingkungan hidup dan lain-lain kan. Itu sebetulnya dipercepat karena mereka tau mau dibawa kesini. Jadi mereka percepat semua,” kata Purbaya usai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, Selasa (24/2/2026). Guna memotong jalur birokrasi, Purbaya memutuskan untuk membentuk tim khusus (special task force) yang akan memantau perkembangan proyek secara reguler. Ia menegaskan, bahwa segala bentuk hambatan , mulai dari masalah lingkungan hingga impor alat industri, akan diselesaikan dalam satu meja di Kementerian Keuangan.”Saya bilang ke mereka yaudah kita set up satu tim disini. Dimana mereka bisa laporkan itu secara reguler kapanpun. Nanti kita beresin disini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial. Dimana kalo ada hambatan datenya kesini. Diberesinnya disini. Ini kan perwakilan pemerintah semua ya,” tegasnya.Purbaya juga menargetkan percepatan operasional. Jika sebelumnya proyek diprediksi baru on-stream pada 2030-2031, ia berharap pada 2029 hasil produksi sudah mulai terlihat.”Saya sih kalo bisa 2029 sebelum 2029. Sudah kelihatan lah bangunannya. Sudah hampir on line. Jadi gasnya udah berproduksi. Jadi kita akan percepat semaksimal mungkin. Jadi saya cuma bisa mendukung aja kan. Yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan,” jelas dia. Halaman :12 Lihat Juga : Cari Bos Baru OJK, Purbaya Blak-blak Soal Beberapa Pelamar Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! blok masela kilang minyak sumur minyak purbaya yudhi sadewa investor migas Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Cari Bos Baru OJK, Purbaya Blak-blak Soal Beberapa Pelamar Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara Cairkan THR PNS, TNI/Polri 2026, Purbaya Siapkan Rp55 Triliun Alumni LPDP Pamer Paspor Anak Jadi WNA, Purbaya: Selama Saya di Sini Kena Blacklist Permanen Purbaya Perpanjang Masa Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan Kronologi Sanksi Alumni LPDP Viral dari Purbaya, Blacklist Permanen dan Balikin Dana Beasiswa Purbaya Blacklist Permanen Awardee LPDP Viral, Dilarang Bekerja di Instansi Pemerintah Purbaya Sebut Suami Awardee LPDP Viral akan Kembalikan Dana Beasiswa Berikut Bunganya Rekomendasi Terungkap 3 Keluhan Warga soal Lapangan Padel: Parkir, Kebisingan, dan Jam Operasional Mobil Pesanan Agrinas dari India Telah Mendarat Mulus di Tanjung Priok? Resmikan SPPG di Bandung, Kepala BGN: PP Persis Penyokong Utama Program MBG Selengkapnya Ada Jejak CIA dalam Pembunuhan Gembong Narkoba Meksiko El Mencho Pemprov DKI Larang Pembangunan Lapangan Padel Baru di Perumahan Gus Yaqut Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel Berita Terkini Selengkapnya Cari Bos Baru OJK, Purbaya Blak-blak Soal Beberapa Pelamar Dirut Agrinas Balas Desakan Dasco: Impor 105.000 Unit Pikap India Sudah DP 30% Pemanfaatan PLTS Atap Makin Jadi Pilihan Strategis Dukung Transisi Energi Nasional Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri Agrinas Klaim Efisiensi Rp46,5 T dari Impor 105.000 Mobil Pikap India untuk Kopdes Klarifikasi Dirut Agrinas soal Impor 105.000 Pikap India: Produsen Lokal Tak Sanggup, Harga Mahal Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara 2 Bos Agrinas Jawab Desakan Dasco soal Impor 105.000 Pikap: Kami Taat Perintah 3 Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun 4 Bangkai Mobil India Hantui Desa, Kadin dan Dasco Coba Tunda Impor 105.000 Pikap Agrinas 5 Alumni LPDP Pamer Paspor Anak Jadi WNA, Purbaya: Selama Saya di Sini Kena Blacklist Permanen Infografis Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *