Proyek Gas Jumbo Belum Jalan, Inpex Sudah Keluarkan Rp33,64 Triliun login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Proyek Gas Jumbo Belum Jalan, Inpex Sudah Keluarkan Rp33,64 Triliun Comment SHARE url telah tercopy Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia 24 February 2026 20:40 Foto: (dari kiri ke kanan) President Director Indonesia INPEX Masela Kenji Hasegawa, Project Director INPEX Masela Jarrad Blinco, Direktur INPEX Masela Imron, Direktur INPEX Masela, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Mery Luciawati, dan Presdir Peteonas Indonesia Yuzaini Md Yusof. (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid) Jakarta, CNBC Indonesia – Inpex Masela Ltd mengungkapkan telah menggelontorkan dana sekitar US$ 2 miliar atau setara Rp 33,64 triliun untuk pengembangan proyek gas raksasa Blok Masela. Padahal, proyek strategis tersebut hingga kini masih dalam tahap persiapan menuju konstruksi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco saat menjawab pertanyaan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026). “2 miliar (US$),” ujar Jarrad menjawab pertanyaan Purbaya terkait dana yang telah dikeluarkan. Adapun, secara keseluruhan, proyek LNG Abadi Masela diperkirakan membutuhkan investasi hampir US$ 21 miliar atau sekitar Rp 352 triliun. Baca: Perdana! Pemerintah Bikin Tim Khusus Kawal Proyek Migas Raksasa di RI Merespons angka tersebut, Purbaya menyebut uang yang sudah dikeluarkan oleh Inpex bukanlah jumlah kecil. Karena itu, ia pun memastikan bahwa pemerintah akan mengawal proyek ini dengan menghilangkan sejumlah hambatan. “Anda tidak ingin menyerah, kan? Karena katakanlah beberapa masalah yang Anda hadapi. Tapi kali ini, saya memastikan bahwa kami akan menghilangkan semua hambatan untuk Anda,” kata Purbaya. Jarrad lalu menyambut positif dukungan yang akan diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam mengawal proyek Blok Masela. “Bagus sekali. Terima kasih. Terima kasih atas dukungan Anda,” katanya. Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas. Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 MMSCFD (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari. Konsep pengembangan lapangan greenfield (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deepwater, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja. Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi. (ven) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article RI Bersiap Bangun Proyek Gas Raksasa Rp352 T, Ini Pemiliknya Tags #masela #blok masela #blok masela ri Related Articles Purbaya Pastikan Pemerintah Hormati Kontrak Migas Inpex di RI NEWS Purbaya Sindir Inpex, Gak Pernah Ajak Meeting Pertamina! NEWS Purbaya Tekankan Proyek Gas Abadi Blok Masela Harus Jalan 2029 NEWS Bangun Proyek Gas Jumbo Rp 352 Triliun di RI, Inpex Minta Insentif Ini NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Gempa M5 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
Gempa M5 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Sidang Etik AKBP Didik, Kompolnas Desak Polri Bongkar Jejaring Narkoba
- CSNBro
- 19 Februari 2026
- 0
Sidang Etik AKBP Didik, Kompolnas Desak Polri Bongkar Jejaring Narkoba
Oknum Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual Dipecat
- CSNBro
- 24 Februari 2026
- 0
Oknum Brimob yang Aniaya Pelajar hingga Tewas di Tual Dipecat
