Proyek Besar NASA Gagal Total, Astronaut AS Batal ke Bulan 2027

Proyek Besar NASA Gagal Total, Astronaut AS Batal ke Bulan 2027 login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Proyek Besar NASA Gagal Total, Astronaut AS Batal ke Bulan 2027 Comment SHARE url telah tercopy Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia 03 March 2026 03:45 Foto: Saat astronot kembali ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun sebagai bagian dari misi Artemis III NASA, mereka akan mengenakan pakaian antariksa generasi berikutnya dari Axiom Space untuk dapat berjalan di permukaan bulan. (Dok. Axiom Space) Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan impian menuju ke Bulan milik NASA resmi batal di 2027. Rencananya melalui misi Artemis III, NASA akan mencoba kembali mendarat di satelit Bumi tahun depan. NASA berencana untuk bisa kembali menempatkan astronaut di Bulan setelah misi yang dilakukan pada 1972 atau 55 tahun lalu. Namun NASA mengumumkan penundaan itu. Menurut lembaga asal Amerika Serikat (AS), mereka butuh waktu lebih banyak lagi untuk mempersiapkan rencana ambisius itu, dikutip dari Digital Trends, Selasa (3/3/2026). Pilihan Redaksi Alasan Astronaut Akhirnya Boleh Bawa HP di Roket Batu Ini Ungkap Petunjuk Baru Soal Misteri Kehidupan di Bulan Di Tengah Perang, 10 Orang Terkaya Iran Ini Jadi Sorotan Artemis III bakal menjadi pengujian sistem dan kemampuan operasional orbit Bumi rendah. Ini sebagai langkah mempersiapkan pendaratan berawak Artemis IV tahun 2028 mendatang. NASA menjelaskan misi baru Artemis III akan mencakup pertemuan dan penyambungan satu atau kedua wahana komersial milik SpaceX dan Blue Origin. Selain itu juga melakukan pengujian pada wahana yang terhubung di luar angkasa, pemeriksaan terpadu sistem pendukung kehidupan, komunikasi dan propulsi, serta menguji pakaian Extravehikular (xEVA). Sementara untuk Artemis IV akan melibatkan dua astronau dari pesawat Orion NASA ke wahana pendaratan SpaceX di orbit Bulan sebelum akhirnya turun ke permukaan. Meski ada perubahan, impian NASA soal Bulan tak sepenuhnya terhenti. Lembaga itu merencanakan meningkatkan frekuensi misi, dengan melakukan setidaknya satu kali pendaratan per tahun setelah 2027. Kepala NASA Jared Isaacman merujuk pada China yang akan mengirimkan manusia ke Bulan, dan menegaskan perlu bergerak lebih cepat untuk bisa tetap bersaing. “Dengan meningkatnya persaingan yang kredibel dari musuh geopolitik terbesar setiap hari, kita perlu bergerak lebih cepat, menghilangkan penundaan dan mencapai tujuan kita,” jelasnya. (fab/fab) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article 3.000 Pegawai NASA Kerja Tidak Digaji, Pemerintah AS Zalim! Tags #nasa #misi artemis #pendaratan bulan #astronaut #penundaan misi #eksplorasi luar angkasa #spacex #blue origin #teknologi luar angkasa #kompetisi luar angkasa. Related Articles Alasan Astronaut Akhirnya Boleh Bawa HP di Roket TECH Elon Musk Ngamuk, Sebut Bos NASA Punya IQ Jongkok TECH Elon Musk Ditendang, Amerika Mau Cari Penggantinya TECH Pengumuman Besar NASA Setelah 50 Tahun, 4 Astronaut Jadi Saksi TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *