Profil Faris Budiman Annas, Dosen yang Kampanyekan Literasi Kesehatan Anak Lewat Animasi Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Kampus Sekolah Beasiswa Indeks Home Kampus Sekolah Beasiswa Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Kampus Profil Faris Budiman Annas, Dosen yang Kampanyekan Literasi Kesehatan Anak Lewat Animasi Neneng Zubaidah Sabtu, 14 Februari 2026 – 19:30 WIBloading… Faris Budiman Annas, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina. Foto/Istimewa. A A A JAKARTA – Saat ini, penggunaan karya visual dan animasi sebagai strategi komunikasi untuk menyampaikan isu-isu kesehatan kepada anak-anak makin lazim diterapkan. Misalnya saja langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19 di serial animasi “Upin dan Ipin” dan pengenalan tema kesehatan mental di film animasi “Inside Out 2”. Faris Budiman Annas, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, menjelaskan, karya-karya visual memang efektif dalam menyampaikan kampanye kesehatan untuk anak-anak. Baca juga: Profil Pendidikan Kim Seon Ho, Fasih 4 Bahasa di Drakor Can This Love Be Translated? “Kita berikan literasi kesehatan dan gizi dalam format-format yang menarik seperti video animasi. Jadi anak-anak tidak mereasa membosankan karena kita kemas dan desain programnya sesuai usia mereka,” ujarnya. Menurutnya, seiring perkembangan strategi komunikasi dan pesatnya teknologi informasi, cara-cara kampanye tentang isu kesehatan juga terus berkembang. Karya visual dan animasi kini disebarkan melalui media digital, bahkan dikombinasikan sebagai permainan interaktif. “Kita implementasikan teknologi dalam literasi gizi dan kesehatan. Jadi tidak pakai cara-cara konvensional,” imbuhnya. Metode ini bukan hanya menarik minat anak-anak. Orang tua pun dapat lebih memahami isu-isu kesehatan melalui penyampaian yang atraktif dan tak membosankan. Pada gilirannya, strategi komunikasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan, seperti perbaikan gizi dan pencegahan stunting. Baca juga: Riwayat Pendidikan Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI yang Jadi Sorotan soal Program MBG Sebagai pengajar, Faris tak sekadar mengacu teori di literatur ilmu komunikasi dalam menyampaikan perkembangan tersebut. Hal itu ia buktikan sendiri berkat keterlibatannya sebagai relawan di Foundation for Mother and Child Health (FMCH) Indonesia yang dikenal juga sebagai Yayasan Balita Sehat, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan ibu dan anak.”Kita punya beberapa project di daerah-daerah tertinggal seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT). Supaya anak-anak di sana melek terkait kesehatan dan gizi, pertumbuhan mereka bagus, dan mencegah stunting,” paparnya. Hingga kini, NTT memang tergolong daerah dengan angka stunting tinggi di Indonesia, yakni mencapai 37 persen pada 2023-2025. Kondisi tersebut tak lepas dari gizi buruk, kemiskinan, dan sulitnya akses air bersih di sana. Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu. Memanfaatkan skill-nya di bidang komunikasi, ia bertugas sebagai fotografer dan videografer yang merekam dokumentasi dan menyiapkan materi kampanye. Pada perkembangannya, sebagai akademisi dan Sekretaris FMCH Indonesia, Faris turut memberikan arahan, menggelar brainstorming, hingga melakukan monitoring terhadap kampanye-kampanye kesehatan yang dikembangkan FMCH Indonesia. Bukan hanya di NTT, dukungan lembaga tersebut juga mencakup sejumlah wilayah di Jakarta dan Bogor.Faris turut mengembangkan perpustakaan keliling, pertunjukan boneka, permainan interaktif, hingga seri animasi ‘Aku Bisa Hadapi Ini’ yang disebarkan di media sosial. Berbagai strategi ini dikembangkan dengan satu tujuan, yakni perbaikan gizi dan kualitas hidup anak-anak di daerah rentan tersebut.”Kalau anak-anak ini dan orang tua mereka literasi gizinya bagus, ujung-ujungnya adalah tingkat stuntingnya menurun,” tandasnya.Mengasah Kepekaan SosialTak banyak akademisi muda yang mau bersusah payah untuk terjun langsung ke lapangan menerapkan ilmunya, apalagi di bidang kerelawanan. Keterlibatan Faris untuk bergabung dengan lembaga nirlaba di ranah kesehatan ini tak lepas dari keaktifannya di berbagai kegiatan, baik akademik, bisnis, hingga sociopreneurship. Halaman :123 Lihat Juga : Mengenal Grisna Anggadwita, Dosen Telkom University Pejuang Inklusi Disabilitas 176 Mahasiswa dari 10 Kampus Ternama Resmi Jadi Penerima Beasiswa Teladan 2026 Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! dosen tanoto foundation animasi kesehatan Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Mengenal Grisna Anggadwita, Dosen Telkom University Pejuang Inklusi Disabilitas 176 Mahasiswa dari 10 Kampus Ternama Resmi Jadi Penerima Beasiswa Teladan 2026 Jogja Cultural Wellness Festival, Farmasi USD Bersama Lintas Prodi Hadirkan Wellness Holistik Ciptakan Dunia Animasi Tak Terbatas, ANIMAKini 2025 Angkat Tema Aurora Arcana Awardee Beasiswa TELADAN Ciptakan BakubantuSulut.org untuk Donasi Berbasis Data Lolos Seleksi Ketat 1.300 Pendaftar, Ini 10 Tanoto Fellows Angkatan 2025 Diapresiasi JK, Prof Deby Vinski Bakal Pimpin Kongres Stem Cell Dunia Gaungkan Deteksi Dini Aritmia, Cegah Stroke Lewat Gerakan MENARI Titus The Detective Episode TERROR – Minggu, 15 Februari 2026 Jam 07.30 Pagi di RCTI Rekomendasi Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di Pintar BI, Ini Jadwal dan Kuotanya Kerahkan Jajarannya Korve Nasional, Menkomdigi: Budaya Bersih Harus Jadi Etos Kerja Rayakan 50 Ribu Penumpang, FlyJaya Buka Rute Morowali dan Tambah 3 Armada ATR 72 Selengkapnya Mau Kuliah di 6 Politeknik Pariwisata? PMB Poltekpar 2026 Dibuka 7 PTMA Buka Prodi Dokter Spesialis, Ini Daftar Kampusnya Hari Pertama Puasa 2026 Siswa Masuk Sekolah? Intip Jadwal Resmi Berita Terkini Selengkapnya Profil Faris Budiman Annas, Dosen yang Kampanyekan Literasi Kesehatan Anak Lewat Animasi BPJS Kesehatan Buka Lowongan PATT 2026, Lulusan D3S1 Bisa Daftar Putra Anies Baswedan, Mikail Azizi Raih Gelar Sarjana FEB UI: Another New Milestone Hari Pertama Puasa 2026 Siswa Masuk Sekolah? Ini Jadwal Pembelajaran Resmi Pemerintah 7 PTMA Buka Prodi Dokter Spesialis, Ini Daftar Kampusnya Mendikdasmen: 100 % Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Sudah Kembali Belajar Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Stakeholder Meeting 2026, Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi 2 Cara Melihat Daya Tampung SNBP 2026 selain d
Profil Faris Budiman Annas, Dosen yang Kampanyekan Literasi Kesehatan Anak Lewat Animasi
