Ketegangan AS-Kuba Memuncak, Rusia Buka Suara login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Ketegangan AS-Kuba Memuncak, Rusia Buka Suara Comment SHARE url telah tercopy Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia 27 February 2026 21:30 Foto: Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat peresmian monumen untuk mendiang pemimpin Kuba Fidel Castro di Moskow pada (22/11/2022) waktu setempat. (SPUTNIK/AFP via Getty Images/SERGEI GUNEYEV) Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia memperingatkan meningkatnya ketegangan di Kuba menyusul insiden mematikan yang melibatkan kapal cepat berplat nomor Amerika Serikat (AS) di perairan negara tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow mencermati eskalasi situasi di Kuba setelah insiden bentrokan laut tersebut. Kremlin menilai situasi di Kuba semakin memburuk, terutama dari sisi kemanusiaan, di tengah krisis ekonomi dan energi yang berkepanjangan. “Kami melihat bahwa situasi di sekitar Kuba meningkat. Yang terpenting adalah komponen kemanusiaan. Masalah kemanusiaan warga Kuba harus diselesaikan, dan tidak seorang pun boleh menciptakan hambatan,” kata Peskov kepada wartawan, dikutip dari kantor berita Rusia, Jumat (27/2/2026). Baca: Baku Tembak Berdarah AS-Kuba di Laut, Presiden Pasang Badan Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Kementerian Dalam Negeri Kuba melaporkan bahwa penjaga perbatasan negara itu menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya dalam bentrokan dengan sebuah kapal cepat berplat Florida, AS, di lepas pantai utara Kuba. Menurut otoritas Kuba, kapal tersebut memasuki perairan teritorial tanpa izin. Sepuluh penumpang di atasnya dilaporkan melepaskan tembakan ke arah patroli Kuba, sehingga aparat membalas tembakan. Kementerian Dalam Negeri Kuba menyebut seluruh penumpang kapal merupakan warga negara Kuba yang bermukim di AS. Mereka disebut bersenjata dan sebagian memiliki catatan kriminal sebelumnya. Aparat menyita sejumlah barang dari kapal tersebut, termasuk senapan serbu, pistol, alat peledak rakitan, serta seragam kamuflase. Dari pihak Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menggambarkan insiden itu sebagai kejadian yang “sangat tidak biasa”. “Ini adalah peristiwa yang sangat tidak biasa, dan kami akan menanggapi dengan tepat setelah melakukan penyelidikan independen,” ujar Rubio. Insiden ini terjadi di tengah tekanan ekonomi berat yang dialami Kuba, terutama akibat krisis bahan bakar. Havana menyebut kondisi tersebut diperparah oleh kebijakan AS yang membatasi pasokan minyak ke negara Karibia itu. Baca: Pasukan Kuba dan Kapal AS Baku Tembak di Laut, Korban Jiwa Berjatuhan Pemerintahan Donald Trump sebelumnya menyatakan Kuba menimbulkan “ancaman yang tidak biasa dan luar biasa”, serta berjanji akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba. Kuba mengutuk langkah tersebut dan menyebutnya sebagai tekanan sepihak. Akibat keterbatasan bahan bakar, pemerintah Kuba telah mengambil langkah penghematan, termasuk membatasi pasokan energi untuk sejumlah sektor kunci demi menjaga layanan publik tetap berjalan. Situasi tersebut juga memicu kekhawatiran internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan potensi “keruntuhan” kemanusiaan di Kuba jika pasokan minyak terus menipis. (luc/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Prabowo Bertemu ‘Empat Mata’ Dengan Trump di Sidang PBB, Katakan Ini Tags #ketegangan as-kuba #insiden laut #kemanusiaan #krisis ekonomi #rusia #kapal cepat #perairan teritorial #kebijakan luar negeri #pbb #keamanan internasional #kuba #amerika serikat Related Articles Baku Tembak Berdarah AS-Kuba di Laut, Presiden Pasang Badan NEWS Pasukan Kuba dan Kapal AS Baku Tembak di Laut, Korban Jiwa Berjatuhan NEWS Bodo Amat dengan Ancaman Trump, Rusia Tetap Pasok Minyak ke Sekutu Ini NEWS Trump Bawa Perang ke Amerika, Negara Ini Teriak Minta Bantuan PBB NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Pelatih Panjat Tebing Diduga Lecehkan 8 Atlet, DPR: Usut Tuntas!
- CSNBro
- 27 Februari 2026
- 0
Pelatih Panjat Tebing Diduga Lecehkan 8 Atlet, DPR: Usut Tuntas!
Pantai Timur AS Lumpuh! Badai Salju Kepung New York hingga Boston, Status Darurat Berlaku
- CSNBro
- 23 Februari 2026
- 0
Pantai Timur AS Lumpuh! Badai Salju Kepung New York hingga Boston, Status Darurat Berlaku
Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek hingga 20 Februari 2026: Waspada Hujan Lebat-Sangat Lebat
- CSNBro
- 16 Februari 2026
- 0
Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek hingga 20 Februari 2026: Waspada Hujan Lebat-Sangat Lebat
