Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun, RI Harus Contoh Vietnam

Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun, RI Harus Contoh Vietnam : Okezone Economy Advertisement Advertisement Advertisement Home Hot Issue Market Update Smart Money Inspirasi Bisnis Property Glossary Oke Promo Indeks Search Okezone Okezone.com Untuk Anda Viral TV Scope Kanal Beranda News Finance Women Celebrity Bola Sport Muslim Edukasi Haji Ototekno Digital Indeks Network Sindonews iNews IDX Channel MNC Trijaya Mister Aladin RCTI+ Vision+ Just For Kids Highend Media Sosial Instagram Facebook X Youtube Tiktok About Us Company Profile Advertisement HOME FINANCE HOT ISSUE Kehilangan Potensi Investasi Rp1.500 Triliun, RI Harus Contoh Vietnam Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 26 Februari 2026 |20:16 WIB Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu. (Foto: Okezone.com/IMG) A A A Share https://economy.okezone.com/read/2026/02/26/320/3203908/kehilangan-potensi-investasi-rp1-500-triliun-ri-harus-contoh-vietnam Share on mail Link successfully copied JAKARTA – Kementerian Investasi/BKPM mengungkapkan bahwa Indonesia sempat kehilangan potensi investasi sebesar Rp1.500 triliun. Salah satu penyebab utama unrealisasi investasi tersebut adalah proses izin berusaha yang berlapis di masa lalu. BKPM mengungkapkan banyak korporasi yang mengajukan izin berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) hanya sampai tahap memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Padahal, masih terdapat tahapan lanjutan yang harus dilalui hingga mendapatkan izin operasional. BKPM menilai, penyederhanaan proses perizinan diperlukan agar potensi investasi bisa terealisasi secara optimal. Baca Juga: Deretan Diskon Angkutan Mudik Lebaran, Catat Tanggalnya “Komitmen berinvestasi ada semua, tapi laporan realisasinya tidak ini karena memang belum tereksekusi. Dan salah satu kontribusi yang memberikan itu adalah dalam apa namanya sektor pelayanan perizinan,” ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu, di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Dia lantas mencontohkan Vietnam sebagai negara yang pertumbuhan industri dan investasinya progresif lantaran didukung kemudahan memperoleh izin berusaha. Tahapan proses mendapatkan izin berbisnis dibuat tak berlapis dan bertele-tele, sehingga realisasi arus investasi terhadap usaha yang akan dibentuk mudah mengalir. “Untuk berbicara investasi, salah satu yang menjadi selalu parameter kami head to head itu dalam investasi itu adalah Vietnam,” katanya. Baca Juga: Kejar Target Investasi Rp13.000 Triliun, Pemerintah Permudah Izin Usaha Lewat Sistem OSS Adapun merujuk data Trading Economics, investasi langsung asing (FDI) di Vietnam tumbuh 9,0 persen secara year-on-year menjadi USD 27,62 miliar pada tahun 2025. Capaian ini menjadi level tertinggi yang tercatat dalam lima tahun terakhir. Todotua menitikberatkan alur pemberian izin usaha di Vietnam begitu ringkas dan cepat dibanding Indonesia. Ini turut mempengaruhi seberapa cepat dan besarnya arus investasi yang masuk. “Kalau di Vietnam, mungkin cycle investasi adalah masa waktu konstruksi itu sendiri. Sedangkan di negara kita, memang to be honest, cycle investasi ini kita masih relatif mungkin 4–5 tahunan, karena di situ salah satu ada kontribusi daripada pelayanan perizinan yang membuat realisasi investasi itu tidak bisa tereksekusi secara cepat,” ungkapnya. Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Pembiayaan Investasi Rp22,73 Triliun di Awal 2026   Halaman: 1 2 Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari Follow Topik Artikel : Todotua Pasaribu Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu BKPM Kemudahan Investasi Kemudahan Berusaha Vietnam Investasi Indonesia Investasi Share https://economy.okezone.com/read/2026/02/26/320/3203908/kehilangan-potensi-investasi-rp1-500-triliun-ri-harus-contoh-vietnam Share on mail Link successfully copied Follow Okezone di Google News Berita Terkait Indonesia Kian Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Asia Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6%, Investasi Wajib Rp2.175 Triliun Stabilitas Iklim Investasi RI Bergantung Kepastian Hukum IHSG Anjlok, Rosan Roeslani Tekankan Transparansi Pasar Modal  Investor UEA Bawa Duit Rp4 Triliun ke IKN, Ini yang Bakal Dibangun RI Gandeng Qatar Garap Industri Pertahanan Sebesar Rp37,95 Triliun Telusuri berita finance lainnya Advertisement Advertisement Terpopuler Berapa Dana Beasiswa yang Dikembalikan Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas? Ini Kata LPDP Sosok Pemilik Mie Sedaap Usai PHK Ratusan Pekerja Cara Dapat Diskon Listrik 50 Persen PLN hingga Maret 2026 Diskon Listrik 50 Persen PLN Resmi Berlaku Lagi hingga 10 Maret 2026 44 Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Balik ke Indonesia, Sanksi Kembalikan Dana Beserta Bunga Advertisement KANAL News Finance Women Celebrity Bola Sport Ototekno Highend Muslim Edukasi Digital Index MNC PORTAL Sindonews iNews IDX Channel COMPANY PROFILE About Us Redaksi Privacy Policy Kotak Pos Karier Info Iklan Disclaimer MNC Peduli Profile MNC Group MNC Group Bisnis © 2007 – 2026 Okezone.com, All Rights Reserved Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *