IHSG Pangkas Koreksi, Melemah 0,31% ke Level 8.209

IHSG Pangkas Koreksi, Melemah 0,31% ke Level 8.209 login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Market Berita Market IHSG Pangkas Koreksi, Melemah 0,31% ke Level 8.209 Comment SHARE url telah tercopy Redaksi,  CNBC Indonesia 27 February 2026 12:35 Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles pada perdagangan hari ini, Jumat (27/2/2026), melanjutkan tekanan aksi jual investor di pasar modal. IHSG yang sempat tercatat turun 1,47% mampu memangkas koreksi secara signifikan, namun masih tetap berada di zona merah. Pada akhir perdagangan sesi pertama IHSG melemah 0,31% atau turun 25,93 poin ke level 8.209,33. Baca: 10 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Nomor 3 dan 6 Punya RI Dari sisi likuiditas, nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,26 triliun dengan volume 26,49 miliar saham dalam 1,51 juta kali transaksi. Sebanyak 420 saham melemah, hanya 239 saham menguat, sementara 156 stagnan-mencerminkan tekanan jual yang dominan di pasar. Mengutip data Refinitiv, pelemahan IHSG hari ini terutama disebabkan oleh koreksi saham-saham berkapitalisasi jumbo (big caps) yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Deretan saham konglomerat seperti Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), ikut menjadi beban kinerja indeks hari ini. Berikut 10 emiten yang menjadi penekan utama berdasarkan kontribusi penurunan indeks (index points) antara lain: Bank Central Asia (BBCA): -9,48 poin Bank Rakyat Indonesia (BBRI): -7,86 poin Telkom Indonesia (TLKM): -6,31 poin Dian Swastatika Sentosa (DSSA): -5,22 poin Astra International (ASII): -5,12 poin United Tractors (UNTR): -4,13 poin Barito Renewables Energy (BREN): -1,85 poin Indofood Sukses Makmur (INDF): -1,67 poin Chandra Asri Pacific (TPIA): -1,56 poin Bank Mega (MEGA): -1,55 poin Terlihat bahwa tekanan terbesar berasal dari kelompok saham energi dan konglomerasi (BREN, DSSA, TPIA), serta perbankan besar (BBCA dan BBRI) yang memiliki bobot signifikan dalam struktur indeks. Adapun pada perdagangan Jumat ini pergerakan pasar saham berpotensi bergerak cenderung sideways dengan potensi melemah. Ruang koreksi terbuka setelah pada perdagangan Kamis kemarin pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung atau taking profit. Dari sisi teknikal, pelemahan IHSG pada Kamis kemarin juga membuat sinyal koreksi lanjutan kian terlihat. Indikasinya muncul lewat terbentuknya pola Bearish Rising Wedge, yakni pola kenaikan harga yang terjadi dalam rentang pergerakan yang makin menyempit. Kondisi ini kerap dibaca sebagai tanda penguatan yang mulai kehilangan tenaga dan rawan berbalik arah. Pola tersebut muncul setelah IHSG sempat anjlok pada akhir Januari kemarin, lalu perlahan menanjak. Namun, indeks beberapa kali gagal menembus level psikologis 8.400. Gagalnya penguatan di area itu kemudian diikuti pembentukan wedge, yang secara teori sering berakhir dengan penembusan ke bawah dan memicu koreksi lanjutan. Jika skenario Bearish Rising Wedge ini terkonfirmasi, IHSG setidaknya berpotensi menguji area support di kisaran 7.900 hingga 7.800, atau membuka ruang penurunan sekitar 4%. (fsd/fsd) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article IHSG Dibuka Naik 0,4%, Tembus Level 8.200 Tags #pasar saham #indeks harga saham #ihsg #koreksi pasar #saham big caps #investasi #tekanan jual #analisis teknikal #pergerakan saham #likuiditas pasar Related Articles IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% Lebih di Awal Perdagangan, Ini Penyebabnya MARKET IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 4,88% MARKET Breaking News! IHSG Ambruk 3% Lebih, Tinggalkan Level 8.000 MARKET Sempat Ambruk 1%, IHSG Sesi I Ditutup di Zona Hijau MARKET Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *