Harga Emas Tembus US$5000, Saham ANTM Cs Bisa Bikin Silau

Harga Emas Tembus US$5000, Saham ANTM Cs Bisa Bikin Silau login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Research Berita Research Harga Emas Tembus US$5000, Saham ANTM Cs Bisa Bikin Silau Comment SHARE url telah tercopy Susi Setiawati,  CNBC Indonesia 23 February 2026 08:30 Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas menembus US$5000 per troy ons lagi, biasanya ini akan menjadi katalis bagi saham yang punya bisnis logam mulia di RI. Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Jumat kemarin (21/2/2026) harga emas naik 2,22% menembus level US$5.107,32 per troy ons. Menandai penguatan selama tiga hari beruntun. Dalam sepekan, harga emas menguat kisaran 0,30%, melanjutkan tren positif selama tiga minggu. Sementara, jika menarik lebih jauh ketika harga emas sudah pulih kisaran 16%, setelah sempat jatuh ke bawah level US$ 4.500 per troy ons pada akhir bulan lalu. Harga emas naik lagi setelah Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif global. Putusan ini membatalkan tarif resiprokal dan menekan dolar karena pasar mulai menghitung potensi pengembalian dana serta meredanya tensi dagang. Pada 20 Februari 2026, Mahkamah Agung AS memutuskan dengan suara 6-3 bahwa Trump tidak memiliki kewenangan konstitusional untuk menetapkan tarif impor global melalui otoritas darurat ekonomi yang disebut International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) Mahkamah Agung menyatakan bahwa hanya Kongres, bukan presiden, yang punya wewenang membentuk tarif/pajak atas impor, dan IEEPA tidak memberikan kewenangan tersebut kepada presiden. Putusan ini membatalkan banyak tarif yang diberlakukan sejak April 2025, termasuk yang dikenal sebagai tarif “reciprocal” terhadap hampir semua negara, karena dasar hukumnya dianggap tidak sah. Sebagai catatan juga, ruling ini adalah kekalahan besar bagi kebijakan perdagangan Trump, namun masih ada pertanyaan tentang bagaimana tarif yang sudah dikumpulkan (miliaran dolar) akan ditangani, termasuk kemungkinan pengembalian dana kepada importir. Baca: Sejarah Mata Uang Islam: dari Koin Romawi hingga Dinar & Dirham   Pembatalan ini berlaku untuk tarif yang dilakukan di bawah IEEPA, tapi pemerintahan masih bisa mencoba menetapkan tarif lain menggunakan dasar hukum yang berbeda (misalnya undang-undang perdagangan tertentu yang memang memberikan wewenang Kongres). Selain sentimen soal pembatalan tarif, kenaikan harga emas juga tetap didukung oleh data ekonomi AS yang melemah. Pertumbuhan PDB kuartal IV hanya 1,4%, sementara inflasi inti PCE justru naik ke 3%, membuat arah kebijakan The Fed kembali tidak pasti. Di sisi lain, permintaan aset safe haven masih kuat di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah dan ancaman balasan dari Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Meski permintaan fisik dari Asia masih cenderung sepi pasca Lunar New Year, emas tetap berada di jalur penguatan mingguan. Kombinasi ekonomi yang melambat, inflasi yang masih lengket, serta tensi geopolitik membuat emas terus mendapat dukungan, bahkan saat The Fed terbelah dan klaim pengangguran masih relatif rendah di 206 ribu. Saham Emas di BEI Kenaikan harga emas global yang kembali menembus US$ 5.000 per troy ons tentu menjadi katalis penting bagi saham-saham berbasis logam mulia di dalam negeri. Secara historis, pergerakan emas dunia yang menguat konsisten biasanya diikuti oleh apresiasi saham emiten tambang emas dan produsen logam mulia di Bursa Efek Indonesia. Dalam sepekan terakhir, sejumlah saham emas sudah mulai menunjukkan respons positif. ANTM (Aneka Tambang) tercatat naik 4,20% dalam seminggu dengan kinerja YTD sudah mencapai 33,97%. MDKA (Merdeka Copper Gold) bahkan menguat 11,49% dalam sepekan dan menjadi salah satu yang paling agresif dengan kenaikan YTD 57,46%. Sementara itu, EMAS (Merdeka Gold Resources) juga mencatat penguatan mingguan 8,22% dan YTD 42,34%. Baca: Kayu Mahal dari Hutan RI, Ada yang Setara Puluhan Gram Emas   Namun jika melihat kinerja satu bulan terakhir, sebagian saham masih mencatatkan pelemahan. ARCI (Archi Indonesia) turun 10,40% dalam sebulan, BRMS (Bumi Resources Minerals) terkoreksi 19,08%, dan PSAB (J Resources Asia Pasifik) melemah 13,74%. Tekanan ini tidak terlepas dari dampak MSCI crash yang sempat memicu aksi jual besar-besaran, terutama pada saham dengan kepemilikan asing signifikan. Artinya, secara teknikal jangka pendek mulai terlihat pemulihan, tetapi secara bulanan dampak tekanan eksternal sebelumnya masih membekas. Melihat harga emas dunia yang sudah pulih sekitar 16% dari titik terendahnya di bawah US$ 4.500 per troy ons, serta kini kembali mencetak penguatan tiga hari beruntun di atas US$ 5.100, harapannya momentum ini bisa menjadi bahan bakar lanjutan bagi saham-saham emas domestik. Jika tren penguatan emas global berlanjut – ditopang pelemahan dolar AS, ketidakpastian kebijakan The Fed, dan risiko geopolitik, maka saham seperti ANTM dkk berpotensi “manggung” kembali dan mengejar ketertinggalan performa bulanan mereka. Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut. CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected]   (saw/saw) Tags #saham emas #emas #saham antm #investasi logam mulia #pasar saham #harga emas dunia #kebijakan the fed #saham tambang #risiko geopolitik #analisis pasar #harga emas #inflasi Related Articles Harga Emas Kolaps, Saham ANTM-BRMS Ikut Menderita RESEARCH Bullion Bank Hadir di Era Prabowo, Saatnya Emas RI Naik Kelas! RESEARCH Ini Emiten Emas RI yang Berpeluang Tembus Indeks Bergengsi Dunia GDX RESEARCH Bea Ekspor Jalan Tahun Depan, Saham Emas Jadi Taruhan Besar RESEARCH Most Popular Recommendation SHOW MORE part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *