Dunia di Ambang Perang Nuklir, AS Curiga China Mau Macam-Macam login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Dunia di Ambang Perang Nuklir, AS Curiga China Mau Macam-Macam Comment SHARE url telah tercopy Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia 24 February 2026 21:10 Foto: (REUTERS/Maxim Shemetov) Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) menyoroti lonjakan kemampuan nuklir China setelah berakhirnya Perjanjian New START, satu-satunya kesepakatan yang selama ini membatasi jumlah hulu ledak nuklir antara Washington dan Moskow. Berakhirnya perjanjian tersebut memicu kekhawatiran meningkatnya risiko perlombaan senjata nuklir global. Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Non-Proliferasi, Christopher Yeaw, mengatakan New START memiliki kelemahan mendasar karena tidak mencakup China, yang dinilai sedang memperluas arsenal nuklirnya secara cepat dan tidak transparan. “New START tidak memperhitungkan peningkatan senjata nuklir China yang belum pernah terjadi sebelumnya, disengaja, cepat, dan tidak transparan,” kata Yeaw dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, seperti dikutip The Guardian, Selasa (24/2/2026). Pilihan Redaksi AS Siap Serang Iran, Trump Tunggu ‘Lampu Hijau’ dari Dua Orang Ini AS Klaim “Menang” Deal Dagang dengan RI, Trump Banjir Pujian Pengusaha Awas Xi Jinping Murka, Negara Ini Tendang China dari Pelabuhan Raksasa Menurut Yeaw, Beijing secara sadar memperluas persenjataan nuklirnya tanpa memberikan kejelasan mengenai tujuan akhir kebijakan tersebut. “Terlepas dari klaimnya, China telah memperluas arsenal nuklirnya secara besar-besaran tanpa transparansi atau indikasi apa pun mengenai niat akhirnya,” ujarnya. Perjanjian New START sendiri resmi berakhir pada 5 Februari lalu. Kesepakatan ini membatasi Amerika Serikat dan Rusia masing-masing hanya memiliki 1.550 hulu ledak nuklir yang dikerahkan. Data International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) menunjukkan kedua negara saat ini memiliki lebih dari 5.000 senjata nuklir. Washington menilai batasan dalam New START tidak lagi relevan, terutama karena dugaan pelanggaran oleh Rusia dan meningkatnya kemampuan nuklir China. Yeaw mengatakan Beijing berada di jalur untuk memiliki bahan fisil yang cukup bagi lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada 2030. China membantah tudingan tersebut. Duta Besar China untuk Konferensi Perlucutan Senjata, Shen Jian, menegaskan negaranya tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata nuklir. “China dengan tegas menentang distorsi dan pencemaran kebijakan nuklirnya,” kata Shen. “Kami tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata nuklir apa pun, dengan negara mana pun.” Shen juga menilai tidak adil dan tidak realistis jika China diharapkan bergabung dalam pembicaraan trilateral bersama AS dan Rusia, mengingat skala persenjataan nuklir Beijing jauh lebih kecil dibandingkan kedua negara tersebut. Di sisi lain, AS kembali menuding China melakukan uji coba nuklir rahasia. Yeaw mengklaim data seismik dari Kazakhstan menunjukkan adanya ledakan bawah tanah berkekuatan 2,75 magnitudo pada 22 Juni 2020, yang diperkirakan setara dengan ledakan nuklir berdaya rendah. China menolak tuduhan itu dan menyebutnya tidak berdasar. Shen menilai klaim tersebut digunakan Washington sebagai dalih untuk membuka kembali opsi uji coba nuklir oleh AS, yang sebelumnya disinggung oleh Presiden Donald Trump. Laporan terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut tidak ditemukan bukti konklusif adanya ledakan nuklir. Analisis citra satelit juga tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan di Lop Nur, lokasi uji coba nuklir bersejarah China di wilayah Xinjiang. Berakhirnya New START menandai pertama kalinya dalam beberapa dekade dunia tidak memiliki perjanjian yang membatasi penempatan senjata nuklir strategis. Situasi ini memperbesar kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan dan perlombaan senjata baru di tingkat global. (luc/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Putin Buka-bukaan Mau Luncurkan Senjata Nuklir Baru, Rusia Mendominasi Tags #perang nuklir #amerika serikat #new start #senjata nuklir #china #perlombaan senjata #pengendalian senjata #ketegangan global #non-proliferasi #kebijakan nuklir Related Articles Dunia di Ambang Krisis Nuklir, AS Tuding China Gelar Uji Coba Rahasia NEWS Dunia “Sejengkal” menuju Perang Nuklir Gegara AS-Rusia, China Teriak! NEWS Breaking: Dunia dalam Bahaya, Perjanjian Nuklir Rusia-AS Resmi Bubar NEWS Dunia Siaga PD3! Trump Titahkan Uji Coba Nuklir, Rusia-China Respons NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Tuntaskan LPDP, Tasya Kamila : Laporan Boss!amp;nbsp;
- CSNBro
- 24 Februari 2026
- 0
Tuntaskan LPDP, Tasya Kamila : Laporan Boss!amp;nbsp;
Harta Kekayaan Eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro yang Jadi Tersangka Kasus Narkoba
- CSNBro
- 16 Februari 2026
- 0
Harta Kekayaan Eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro yang Jadi Tersangka Kasus Narkoba
Antisipasi Libur Panjang Imlek-Ramadan, Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
Antisipasi Libur Panjang Imlek-Ramadan, Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
