BKSL Bebas Gugatan, Harga Saham Siap Terbang Lagi

BKSL Bebas Gugatan, Harga Saham Siap Terbang Lagi login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Research Berita Research BKSL Bebas Gugatan, Harga Saham Siap Terbang Lagi Comment SHARE url telah tercopy Susi Setiawati,  CNBC Indonesia 26 February 2026 11:30 Foto: AEON Mall Sentul (Ist/Aeonmallsentulcity) Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten properti PT Sentul City Tbk (BKSL) pada kemarin Kamis (25/2/2026) mengumumkan telah resmi bebas dari gugatan pailit. Kepastian ini menjadi titik balik penting bagi perseroan setelah sempat dibayangi proses hukum terkait pembatalan perjanjian perdamaian (homologasi). Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, permohonan pencabutan perkara yang diajukan oleh pihak penggugat, Eddon Pratama Wijayaputra, telah dikabulkan. Dengan demikian, proses hukum yang sebelumnya berpotensi mengganggu kelangsungan usaha BKSL secara resmi dihentikan. Baca: Setelah Trump Bersabda, Mampukah IHSG & Rupiah Melanjutkan Pesta?   Manajemen BKSL menegaskan bahwa perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban sebagaimana tertuang dalam perjanjian perdamaian yang telah disahkan pengadilan. Komitmen tersebut mencakup penyelesaian kewajiban dalam skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yang sebelumnya menjadi sorotan pasar. Dari sisi fundamental, perusahaan juga dilaporkan telah memperkuat posisi keuangannya. Penguatan kas dilakukan melalui pelunasan tunggakan PKPU, yang didukung oleh fasilitas pendanaan serta sejumlah transaksi strategis dengan mitra eksternal, termasuk kerja sama dengan Grup Genting. Kepastian hukum tersebut langsung mendapat respons positif dari pelaku pasar. Saham BKSL tercatat mengalami kenaikan 4,38% pada kemarin Rabu ke posisi Rp143 per lembar, setelah pengumuman resmi terkait pencabutan gugatan tersebut. Sentimen ini mencerminkan optimisme investor bahwa risiko hukum yang sebelumnya membayangi perseroan kini telah mereda. Berbicara soal bisnis, narasi BKSL tidak lepas dari pengembangan proyek BIOTOWN. BIOTOWN merupakan kawasan terpadu yang dikembangkan sebagai kota kesehatan pertama di Indonesia. Lebih dari sekadar proyek properti, BIOTOWN dibangun sebagai ekosistem kesehatan komprehensif yang bertumpu pada lima pilar utama: layanan medis, perawatan (care), farmasi, sains, serta perangkat kesehatan. Melalui konsep ini, BKSL tidak hanya memasarkan lahan, melainkan menghadirkan kawasan dengan nilai tambah tinggi yang terintegrasi dalam satu ekosistem. Baca: Catat! Emiten Happy Hapsoro, BUVA Mau Minta Restu Rights Issue Jumbo Status KEK yang kini dalam pengajuan juga diproyeksikan menjadi akselerator utama, karena akan membuka peluang insentif fiskal, kemudahan investasi, serta menarik pemain global di industri kesehatan. Tak berhenti di situ, BKSL juga menjajaki lini pertumbuhan baru melalui ekspansi ke sektor energi terbarukan. Melalui anak usahanya, PT Sentul City Green Energy, perseroan mulai mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mencakup penyediaan panel surya, inverter, hingga sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS). Selain itu, BKSL juga mencatatkan salah satu katalis penting melalui pelepasan aset berupa lahan seluas 152 hektar kepada PT Genting Properti Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp2,05 triliun. Menariknya, aksi korporasi berskala besar ini dilakukan tanpa melibatkan jasa penilai independen. Berdasarkan penjelasan manajemen, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai akses penghubung antara Sentul City dan jalur Puncak II. Di sisi lain, Genting juga berencana membangun berbagai fasilitas pendukung, mulai dari lapangan golf, kawasan hunian, hingga area komersial. Hingga November 2025, proses administrasi transaksi dikabarkan telah memasuki tahap finalisasi. Dari sisi valuasi, harga jual lahan tersebut tergolong premium, yakni sekitar Rp1,35 juta per meter persegi. Angka ini jauh melampaui nilai buku aset yang hanya sekitar Rp11,4 miliar. Dengan selisih yang signifikan tersebut, BKSL berpeluang membukukan lonjakan pendapatan dari pelepasan aset pada laporan keuangan kuartal IV/2025 atau kuartal I/2026, dengan potensi kontribusi yang bahkan melampaui rata-rata pendapatan perseroan selama ini. Narasi optimis itu juga sudah berpengaruh nyata terhadap kinerja laba. Sampai September 2025, BKSL membukukan laba bersih sekitar Rp96 miliar, melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan capaian sekitar Rp17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi kinerja kuartalan, indikasi pemulihan mulai terlihat kuat pada kuartal III/2025, ketika perseroan berhasil berbalik arah dari rugi Rp46 miliar di 3Q24 menjadi laba Rp57 miliar di 3Q25. Lebih jauh, sepanjang kuartal yang telah berjalan di 2025, BKSL konsisten mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba secara berturut-turut. Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut. CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected] (saw/saw) Add as a preferred source on Google Tags #bksl #gugatan pailit #pailit #sentul city Related Articles Saham BKSL Bangkit Lagi, Bersiap Terbang ke Rp 200? RESEARCH Emiten Ini Dirumorkan Akan Garap PLTS Bareng Danantara, Cek Sahamnya RESEARCH Most Popular Recommendation SHOW MORE part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *