Bagaimana Islam Mengatur Tata Cara Perang? Ini Prinsip-Prinsipnya login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Research Berita Research Bagaimana Islam Mengatur Tata Cara Perang? Ini Prinsip-Prinsipnya Comment SHARE url telah tercopy Amalia Zahira, CNBC Indonesia 07 March 2026 21:00 Foto: Detik Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam ajaran Islam, konsep perang memiliki batasan ketat dan lebih menekankan pada pertahanan serta menjaga perdamaian. Islam sejak awal dikenal sebagai agama rahmat bagi seluruh alam. Ajarannya menempatkan perdamaian sebagai prinsip utama, sementara perang diposisikan sebagai opsi terakhir ketika keselamatan dan kebebasan beragama terancam. Perang dalam Islam Bersifat Defensif Dalam literatur Islam, perang dikenal melalui istilah seperti qital, harb, dan ghazwah, yang merujuk pada konflik bersenjata dengan konteks berbeda. Namun secara prinsip, perang hanya diperbolehkan sebagai bentuk pembelaan diri, bukan agresi. Baca: Khalid bin Walid: Bagaimana Panglima Islam Membaca Medan Perang? Sejumlah ayat Al-Qur’an menegaskan bahwa perang diizinkan ketika umat Islam diserang, mengalami penindasan, atau perlu mempertahankan kebebasan beragama. Dengan kata lain, perang merupakan upaya menjaga keamanan dan stabilitas. Pada masa Nabi Muhammad, peperangan juga dikaitkan dengan perlindungan dakwah dan keselamatan umat, bukan untuk memaksakan keyakinan kepada pihak lain. Etika Ketat Saat Konflik Islam juga menetapkan etika perang yang ketat, termasuk: Dilarang membunuh perempuan Dilarang membunuh anak-anak Dilarang membunuh orang tua Dilarang membunuh orang yang tidak terlibat dalam pertempuran (termasuk warga sipil). Dilarang merusak tanaman, Dilarang membunuh ternak secara sia-sia Dilarang melanggar perjanjian damai. Dalam ajaran Islam, perang tidak boleh dilakukan secara sembarangan hingga merusak kehidupan di sekitarnya. Pasukan dilarang menebang pohon tanpa alasan, merusak tanaman, membunuh hewan secara tidak perlu, hingga menghancurkan tempat ibadah. Prinsip ini menegaskan bahwa konflik bersenjata tetap harus menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat. Islam juga menekankan pentingnya membuka jalan damai. Jika pihak lawan menginginkan perdamaian, umat Islam dianjurkan untuk menerimanya. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Anfal ayat 61, yang memerintahkan untuk condong pada perdamaian ketika pihak lawan juga menginginkannya. وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Wa in janāḥū lis-salmi fajnaḥ lahā wa tawakkal ‘alallāh(i), innahū huwas-samī’ul-‘alīm(u).”Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya (terimalah) dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui” Selain itu, Islam mengatur perlakuan terhadap tawanan perang. Mereka tidak boleh disiksa dan harus diperlakukan secara manusiawi. Prinsip ini menekankan bahwa bahkan dalam situasi perang sekalipun, nilai kemanusiaan tetap harus dijaga. Dalam konteks hubungan dengan non-Muslim, Islam membedakan beberapa kategori: Relevansi di Era Modern Pemahaman utuh tentang konsep perang dalam Islam menjadi penting di tengah maraknya stereotip terhadap umat Muslim. Banyak ulama menekankan bahwa ajaran Islam lebih mengutamakan perdamaian dan dialog dibanding konflik terbuka. Karena itu, memahami konteks historis, etika, serta prinsip pertahanan dalam Islam dinilai krusial agar ajaran agama tidak disalah artikan atau digunakan untuk membenarkan kekerasan. (mae/mae) Add as a preferred source on Google Tags #perang dalam islam #etika perang #perdamaian #konflik bersenjata #ajaran islam #kebebasan beragama #prinsip pertahanan #stereotip umat muslim #sejarah islam #qital Related Articles Di Balik Gelar Agung Ayatollah: Siapa Saja yang Berhak Menyandangnya? RESEARCH 6 Peristiwa Penting & Mengharukan yang Terjadi di Ramadan RESEARCH 10 Mahakarya Arsitektur Islam yang Menyimpan Kisah Abadi RESEARCH Deretan Perempuan Pemimpin Islam: dari Panglima Laut Aceh-Tahta Mesir RESEARCH Most Popular Recommendation SHOW MORE part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Sebelum FID Tuntas, Proyek Gas Jumbo RI Harus Ada Kepastian Pembeli
- CSNBro
- 24 Februari 2026
- 0
Sebelum FID Tuntas, Proyek Gas Jumbo RI Harus Ada Kepastian Pembeli
Kesepakatan Dagang Baru: Produk AS Masuk RI Tak Wajib Sertifikasi Halal
- CSNBro
- 21 Februari 2026
- 0
Kesepakatan Dagang Baru: Produk AS Masuk RI Tak Wajib Sertifikasi Halal
Aurel Dicuekin Keluarga Gen Halilintar, Ashanty Bilang Begini
- CSNBro
- 17 Februari 2026
- 0
Aurel Dicuekin Keluarga Gen Halilintar, Ashanty Bilang Begini
