12 Update Perang Iran-AS, Trump Kalah-Perubahan Rezim Mojtaba Khamenei login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional 12 Update Perang Iran-AS, Trump Kalah-Perubahan Rezim Mojtaba Khamenei Comment SHARE url telah tercopy Arrijal Rachman, CNBC Indonesia 24 March 2026 08:07 Foto: Foto kolase Presiden AS, Donald Trump, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Reuters) Jakarta, CNBC Indonesia – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran memasuki babak baru setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim akan mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Iran untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung tiga pekan itu. Menurutnya pembicaraan sedang dilakukan dengan sangat baik, meski Iran membantah. Lalu apa saja updatenya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Selasa (24/3/2026). 1.Trump Kalah Pilihan Redaksi Perang AS VS Iran Tamat? Trump Tiba-Tiba Umumkan Setop Serang Teheran Breaking: Pesawat Hercules Bawa 125 Penumpang Jatuh & Terbakar Iran Respons Trump Umumkan Setop Perang, Bantah Negosiasi Harga Minyak Anjlok 10%, Investor Mulai Lelah dengan Manuver Trump Terima Kasih Donald Trump, Wall Street Terbang Kejutan pernyataan soal upaya negosiasi dan penghentian serangan AS ke Iran membuat negara-negara Teluk menghela napas lega. Sebelumnya Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur listrik Iran, Selasa malam, jika pintu Selat Hormuz tak dibuka. Lalu apakah Trump kalah? Menurut pengamat, ini upaya Trump untuk mengalah lebih dulu. Pasalnya tindakannya membombardir listrik Iran bisa memicu serangan balasan lebih kuat dari Teheran. “Trump mengalah lebih dulu — karena pemahaman yang jelas bahwa menyerang infrastruktur energi Iran akan memicu pembalasan langsung dan signifikan,” tulis Danny Citrinowicz, seorang analis keamanan dan mantan pakar intelijen Israel tentang Iran, di X. 2.Trump Telpon Netanyahu Trump telah mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu usai mengumumkan “gencatan senjata” sementara dengan Iran. Ia menjanjikan bahwa kepentingan Israel di Timur Tengah akan turut terlindungi dalam negosiasi kesepakatan yang telah dijalin dengan Iran. “Presiden Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa dari militer Israel dan militer AS guna mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan, kesepakatan yang akan menjaga kepentingan vital kami,” kata Netanyahu dalam sebuah video usai berbicara dengan Trump, sebagaimana dilansir AFP. 2. Israel Gempur Beirut Kendati begitu, Israel sebetulnya belum selesai menggempur wilayah-wilayah yang dianggap sebagai bagian dari proxy militer Iran. Di Beirut misalnya, Israel menggempur wilayah pinggiran selatannya, beberapa jam setelah pasukan militernya mengeluarkan peringata kepada warga setempat untuk mengungsi. 4. PM Pakistan Telepon Presiden Iran PM Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan ia telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengenai “situasi serius di kawasan Teluk”. Ia menegaskan Pakistan berkomitmen untuk memainkan “peran konstruktif dalam mendorong perdamaian”. 5. Sistem Pertahanan Israel “Bobol” Kerusakan pada sistem pencegat serangan udara “David’s Sling” milik Israel. Sistem itu bobol dan membuat dua rudal balistik Iran menghantam bagian selatan negara itu, melukai puluhan orang pada akhir pekan. Sistem tersebut merupakan komponen penting dari perisai pertahanan udara berlapis Israel yang juga kerap dikenal dengan istilah Iron Dome. 6. Israel Serang Batalion Basij Garda Revolusi Iran Militer Israel mengumumkan bahwa mereka menyerang sebuah lokasi di Teheran yang dimiliki oleh Garda Revolusi Iran dan digunakan untuk mengarahkan batalion pasukan paramiliter Basij. Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Israel mengumumkan telah “melenyapkan” kepala intelijen Basij dalam sebuah serangan yang juga menewaskan komandan tertinggi pasukan tersebut, Gholamreza Soleimani. Israel menargetkan pasukan Basij sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan kendali otoritas Iran atas kekuasaan. Belum diketahui berapa korban akibat serangan ini 7. Inggris Panggil Dubes Iran di London Kementerian Luar Negeri Inggris memanggil duta besar Iran untuk London, Seyed Ali Mousavi. Kerajaan mengkritik apa yang disebut sebagai “tindakan ceroboh dan mengganggu stabilitas” oleh Teheran di Inggris dan luar negeri. “Pemanggilan ini menyusul penetapan dakwaan terhadap dua individu, satu warga negara Iran dan satu warga negara ganda Inggris-Iran, berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional, atas dugaan memberikan bantuan kepada badan intelijen asing,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri. 8. Efek Dahsyat Perang Komite Internasional Palang Merah menyerukan penghentian “perang terhadap infrastruktur penting” di Timur Tengah, dan memperingatkan kemungkinan “konsekuensi yang tidak dapat dipulihkan”. Termasuk kerusakan pada fasilitas nuklir. “Apa yang kita saksikan dalam beberapa hari terakhir di Timur Tengah berisiko mencapai titik tanpa kembali,” peringatkan Presiden ICRC Mirjana Spoljaric dalam sebuah pernyataan. 9. Inggris Kirim Pertahanan Udara ke Teluk Inggris mengirim sistem pertahanan udara jarak pendek ke Timur Tengah untuk menghadapi serangan rudal Iran. Ini dikatakan PM Keir Starmer. “Kami mengerahkan sistem pertahanan udara jarak pendek ke Bahrain dengan cepat,” kata Starmer kepada komite parlemen, seraya menambahkan bahwa Inggris “melakukan hal yang sama dengan Kuwait dan Arab Saudi”. 10. “Terorisme” Selat Hormuz Kepala perusahaan energi milik Uni Emirat Arab (UEA) ADNOC mengecam blokade Teheran terhadap Selat Hormuz, yang menyebabkan lonjakan harga minyak. Ia menyebut tindakan Iran sebagai “terorisme ekonomi terhadap setiap negara”. “Tidak ada negara yang boleh diizinkan menyandera Hormuz,” ujar Sultan Ahmed Al Jaber dalam pernyataan virtual pada konferensi tahunan CERAWeek di Houston. 11. Trump Sebut ‘Perubahan Rezim’ Mojtaba Khamenei Trump mengumumkan adanya pembicaraan “sangat baik” dengan seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya. Ini setelah secara tiba-tiba , ia menunda rencana serangan terhadap pembangkit listrik di negara republik Islam tersebut. Trump menegaskan bahwa pembicaraan tersebut, yang dibantah oleh Teheran, bukan dengan pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. Melainkan dengan pihak yang ia sebut “sangat rasional” dan mengatakan bahwa begitu banyak pejabat tinggi telah tewas dalam konflik sehingga “secara otomatis terjadi perubahan rezim”. 12. Gangguan Minyak ‘Sementara’ Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa gangguan pasar minyak bersifat “sementara”, di tengah lonjakan biaya akibat perang di Timur Tengah. (sef/sef) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Purbaya
Related Posts
Mitos Transplantasi Ginjal Beredar di Masyarakat, Ini Faktanya
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
Mitos Transplantasi Ginjal Beredar di Masyarakat, Ini Faktanya
Gandeng ENRG, BIPI Geser Mesin Cuan dari Batu Bara ke Gas
- CSNBro
- 12 Maret 2026
- 0
Gandeng ENRG, BIPI Geser Mesin Cuan dari Batu Bara ke Gas
Kapolsek Megamendung Bagikan Takjil Serta Santunan Anak Yatim, dan Berbuka Puasa Bersama Muspika Kec.Megamendung
- CSNBro
- 5 Maret 2026
- 0
Kapolsek Megamendung Bagikan Takjil Serta Santunan Anak Yatim, dan Berbuka Puasa Bersama Muspika Kec.Megamendung
