Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun! Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun! Anto Kurniawan Sabtu, 21 Februari 2026 – 00:04 WIBloading… Menperin Agus Gumiwang menjabarkan kemampuan industri dalam negeri, khususnya pada segmen kendaraan komersial pick-up, dengan kapasitas produksi yang besar. Foto/Dok A A A JAKARTA – Menteri Perindustrian ( Menperin ) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa penguatan produksi mobil pick-up dalam negeri bukan sekadar kebanggaan simbolis, melainkan mesin penggerak ekonomi yang nyata. Ia menjabarkan kemampuan industri dalam negeri, khususnya pada segmen kendaraan komersial pick-up, dengan kapasitas produksi yang besar.Saat ini industri otomotif nasional telah memiliki kemampuan produksi kendaraan pick-up dengan kapasitas yang signifikan sekitar 1 juta unit per tahun. Adapun produsen kendaraan pick-up antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pick-up nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” tegas Menperin.Baca Juga: Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun Ia menegaskan bahwa penguatan produksi kendaraan pick-up dalam negeri memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Menperin memberikan ilustrasi menarik, jika kebutuhan 70.000 unit kendaraan pick-up dipenuhi oleh produk buatan anak bangsa, dampak ekonomi langsung (backward linkage) yang tercipta mencapai kurang lebih Rp27 Triliun.Menurutnya, apabila kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui produksi dalam negeri, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh Indonesia. Subsektor yang berkaitan langsung dengan produksi kendaraan pick-up contohnya adalah industri ban, industri kaca, industri baterai basah (accu), industri logam, industri kulit, industri plastik, industri kabel, industri elektronik, dan lain sebagainya. Halaman :123 Lihat Juga : Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! mobil pickup mobil pikap industri otomotif impor menperin Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi Penjualan Mobil Nasional di 2026 Diproyeksi Capai 850.000 Unit Nilai Investasi Sektor Otomotif Rp194,22 Triliun, Menperin: Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja Buka IIMS 2026, Menperin Pamer Kinerja Sektor Manufaktur Nasional Gappmi Optimistis Menperin Mampu Harmonisasi Kebijakan Energi dan Industri Tombol Fisik Kini Jadi Syarat untuk Raih Peringkat 5 Bintang Euro NCAP Mahindra Menang Banyak di Indonesia, Menakar Urgensi Mobil Impor India untuk Koperasi Desa Mengapa Kopdes Merah Putih Memilih Mahindra India Ketimbang Legenda Jepang? Rekomendasi ABK Medan Dituntut Hukuman Mati dalam Kasus Penyelundupan 2 Ton Sabu, Ini Penjelasan Kejagung Galeri Gelap, Tantangan Penuh Kejutan Menanti Seluruh Kontestan Mesir Komitmen Latih Polisi Palestina di Gaza Selengkapnya Israel Halangi Warga Palestina Salat Jumat Ramadan di Al-Aqsa Awas! Kurma Israel Diduga Dijual di Pasar Dunia dengan Label…. Iran Respons Ultimatum Trump, AS Picu Krisis Berita Terkini Selengkapnya Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun! Pasar Verifikasi Identitas Global Diproyeksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2028 Masuk Tahap Final, MSCI Setujui Proposal Agenda Reformasi Bursa Efek Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, DPR Soroti Momentum Eksekusi Investasi Strategis Pertamina Patra Niaga JBB Gelar Pelatihan Konservasi di Pulau Untung Jawa Cara Menabung Digital dengan Aman di Tengah Maraknya Phishing dan Risiko Keamanan Finansial Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi 2 Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali 3 Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun 4 Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan 5 Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU di AS Rp646,5 Triliun, Berikut Daftarnya Infografis 5 Pesepakbola Paling Kaya per 2021, Nomor 1 Tembus Rp6 Triliun! Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun!
