Efek Ekonomi Tumbuh, BI Tambah Uang Baru untuk Penukaran Lebaran login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Market Berita Market Efek Ekonomi Tumbuh, BI Tambah Uang Baru untuk Penukaran Lebaran Comment SHARE url telah tercopy Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 19 February 2026 15:36 Foto: Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2025-2030 Ricky Perdana Gozali Rapat Paripurna ke-22 DPR RI Masa Persidangan IV tahun Sidang 2024/2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Jakarta, CNBC Indonesia – Makin cepatnya laju pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu membuat Bank Indonesia (BI) meningkatkan pengedaran uang layak edar yang biasanya digunakan untuk penukaran jelang Lebaran atau Idulfitri. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan, nominal penukaran uang yang digelar melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 sebetulnya lebih tinggi 15% dari rencana awal. Penyebabnya, potensi percepatan laju pertumbuhan ekonomi makin terjadi. Mengingat pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melesat ke level 5,39% yoy, tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) atau dalam 13 kuartal atau lebih dari tiga tahun. Baca: Restitusi Jangan Tergantung Penerimaan “Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan baik tentunya kebutuhan uang tunai di tengah masyarakat akan meningkatan. Karenanya kami lakukan peningkatan 15% untuk penukaran atau sekitar Rp 185,6 triliun,” kata Ricky saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Kamis (19/2/2026). Bila dibanding periode yang sama tahun lalu, uang tunai dengan kondisi layak edar yang disiapkan BI senilai Rp 185,6 triliun itu juga lebih tinggi. Sebab pada tahun lalu nilai uang tunai untuk penukaran lebaran senilai Rp 180,9 triliun. “Kami juga meningkatkan paket penukaran uang dari yang tadinya satu paket Rp 4,3 juta menjadi Rp 5,3 juta per satu paket, jadi masyarakat bisa melakukan penukaran lebih besar lagi dan jumlah paket yang lebih banyak lagi dengan peningkatan 86% hampir 2 kali lipat dibanding tahun lalu,” ungkap Ricky. Dari total uang yang disiapkan pada tahun ini, sebesar Rp 177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan. Baca: BI Guyur Likuiditas Bank Rp 427,5 T di Awal Tahun Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melakukan penukaran dan menyajikan layanan yang lebih adil dan merata, pemesanan penukaran dilakukan melalui Aplikasi PINTAR. Pada 2026, BI menyiapkan Rp 8,6 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp 5,3 juta per paket. Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan oleh BI dan perbankan seluruh Indonesia. Layanan penukaran dapat diakses melalui berbagai kanal, antara lain kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. Khusus wilayah DKI Jakarta, layanan penukaran terpadu akan dilaksanakan pada 12-15 Maret 2026 di GBK Basketball Hall, Senayan. Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat memilih jadwal dan lokasi penukaran sesuai kebutuhan. Pembukaan kuota penukaran akan dilakukan dalam 2 tahap. Pemesanan penukaran tahap pertama dilakukan mulai 13 Februari 2026 pukul 14.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa. Sedangkan untuk wilayah luar Pulau Jawa dapat dilakukan mulai 14 Februari 2026 pukul 8.00 WIB. Tahap kedua pemesanan penukaran dilakukan mulai 26 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah Pulau Jawa dan mulai 27 Februari 2026 pukul 8.00 WIB untuk wilayah luar Pulau Jawa. (arj/haa) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Pecahan Rupiah Ini Sudah Tak Berlaku, Buruan Tukar Sebelum Telat Tags #ekonomi indonesia #bank indonesia #penukaran uang #lebaran 2026 #semarak rupiah #pertumbuhan ekonomi #layanan perbankan #aplikasi pintar #uang layak edar #kebutuhan tunai Related Articles Ekonomi Warga RI Membaik, BI Ramal Penukaran Uang Nataru Bakal Marak MARKET Rupiah Pecahan 500, 1.000, 5.000 & 10.000 Ini Sudah Tidak Berlaku MARKET Ekspor Moncer, Begini Ramalan Bos BI Soal Ekonomi Jelang Akhir Tahun MARKET Purbaya Mulai Lihat Tanda-Tanda Ekonomi RI Bakal Lari Kencang MARKET Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
80 Ribu Kopdes Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja dan Bikin Ekonomi Desa Naik 12%
- CSNBro
- 14 Februari 2026
- 0
80 Ribu Kopdes Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja dan Bikin Ekonomi Desa Naik 12%
Rekan Bisnis Bongkar Sisi Gelap Wakaf Alquran Taqy Malik di Makkah-Madinah, Ambil Untung Besar?
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
Rekan Bisnis Bongkar Sisi Gelap Wakaf Alquran Taqy Malik di Makkah-Madinah, Ambil Untung Besar?
Pecahan Rupiah Ini Sudah Tidak Berlaku, Cepat Tukar Sebelum Terlambat
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
Pecahan Rupiah Ini Sudah Tidak Berlaku, Cepat Tukar Sebelum Terlambat
