Pajak Tinggi Bikin Harga Mobil RI Mahal, Tarifnya Bisa 40%

Pajak Tinggi Bikin Harga Mobil RI Mahal, Tarifnya Bisa 40% login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Pajak Tinggi Bikin Harga Mobil RI Mahal, Tarifnya Bisa 40% Comment SHARE url telah tercopy Ferry Sandy,  CNBC Indonesia 14 April 2026 21:50 Foto: Aktivitas Terminal Kendaraan di Pelabuhan Internasional Patimban, Subang, Jawa Barat, Jumat (17/12/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Jakarta, CNBC Indonesia – Tingginya harga kendaraan di Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah lesunya pasar otomotif nasional. Salah satu faktor utama yang disorot adalah besarnya komponen pajak dalam harga jual kendaraan. Kondisi ini dinilai ikut menekan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan industri otomotif dalam negeri, termasuk di era elektrifikasi. Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi mengungkapkan bahwa struktur harga kendaraan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beban pajak yang tinggi. Baca: Purbaya Bakal Revisi Aturan Restitusi, Rencana Berlaku per 1 Mei 2026 “Kalau kita lihat harga produk otomotif kita itu 40% nya tax ya sisanya barang,” ujar Agus dalam Media Workshop Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (14/4/2026). Kondisi tersebut membuat harga kendaraan di Indonesia menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan negara lain yang memiliki tingkat pendapatan lebih tinggi. “Jadi bapak bisa bayangkan gak aneh ya kita orang Indonesia dengan GDP kira-kira 5000 dolar, beli mobil lebih mahal daripada orang Jepang,” katanya. Agus menilai, kendaraan seharusnya menjadi alat produktivitas ekonomi, bukan justru menjadi beban bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pendekatan kebijakan fiskal perlu diubah agar lebih mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kalau kita pajakin terlalu besar daya beli turun, ekonomi turun,” ungkapnya. Baca: Freeport Setor Pajak, Royalti Cs ke Negara Hampir Rp70 Triliun di 2025 Pemerintah perlu menggeser paradigma dari pengenaan pajak tinggi menjadi pemberian stimulus. Langkah tersebut diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas dan meningkatkan volume produksi. “Makanya kami mengusulkan untuk mendorong market, memang tax ini harus dirubah menjadi stimulus ataupun insentif mindset supaya ekonominya tumbuh,” jelas Agus. Ia juga menyoroti bahwa ukuran kebijakan tidak seharusnya hanya berbasis persentase, melainkan nilai absolut yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang keliru dapat membuat ekonomi justru tidak bergerak optimal. “Jadi ini adalah cara yang paling cepat untuk mendorong ekonomi supaya berputar,” sebutnya. Foto: Peneliti National Center for Sustainable Transportation Technology Institut Teknologi Bandung (NCSTT ITB) Agus Purwadi dalam Media Workshop Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Selasa (14/4/2026). (haa/haa) [Gambas:Video CNBC] Next Article Mobil China Ini Rilis SUV Listrik di RI, Harga Mulai Rp525 Juta Tags #pajak tinggi #harga mobil #daya beli masyarakat #industri otomotif #kebijakan fiskal #stimulus ekonomi #kendaraan listrik #pertumbuhan ekonomi #national center for sustainable transportation technology #agus purwadi Related Articles Siap-Siap Harga Mobil di RI Bakal Naik, Tanda-tandanya Sudah Terlihat NEWS Penjualan Mobil Turun 7%, Daya Beli Melemah Jadi Sorotan Bos Otomotif NEWS Jetour T2 Batal Naik Harga Rp20 Juta, Dipatok Segini di IIMS 2026 NEWS Harga BYD Tahun 2026 Berubah? Ini Penjelasan Lengkap Penjual Atto 1-M6 NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Download Apps Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *