Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Nusantara Jabodetabek Cerita Pagi Indeks Home Nusantara Jabodetabek Cerita Pagi Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Nusantara Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko Abdul Malik Mubarok Minggu, 29 Maret 2026 – 14:21 WIBloading… Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Sulastiana (tiga dari kiri) usai menyampaikan orasi ilmiah Wisuda Sarjana Angkatan I Universitas Caritas Indonesia, Sabtu (28/3/2026). FOTO/IST A A A MANOKWARI – Pembangunan daerah di era modern menuntut kebijakan yang tidak hanya responsif secara politik, tetapi juga berbasis kajian ilmiah dan manajemen risiko. Kebijakan publik yang efektif lahir dari integrasi antara riset akademik, pengalaman lapangan, dan akuntabilitas institusi.Hal ini disampaikan Wakapolda Papua Barat, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Sulastiana dalam orasi ilmiah Wisuda Sarjana Angkatan I Universitas Caritas Indonesia, Sabtu (28/3/2026). Orasi ilmiah bertema refleksi tentang relasi antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan kepemimpinan.Dalam paparannya, Sulastiana menggarisbawahi pentingnya tata kelola kebijakan berbasis risiko sebagai pendekatan yang semakin relevan di tengah kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan keamanan.”Kebijakan publik yang efektif lahir dari integrasi antara riset akademik, pengalaman lapangan, dan akuntabilitas institusi,” kata Sulistiana di hadapan sekitar 200 wisudawan, Gubernur Papua Barat Ketua DPR Provinsi Papua, Ketua Majelis Rakyat Papua, pimpinan perguruan tinggi, Forum Komunikasi Kerukunan Suku Nusantara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah, serta Kepala LLDIKTI Wilayah IV.Tata kelola kebijakan berbasis risiko, kata Sulastiana, sangat penting, terutama bagi wilayah dengan dinamika pembangunan yang tinggi seperti Papua Barat, di mana kebijakan pemerintah sering kali bersinggungan langsung dengan aspek sosial budaya dan kesejahteraan masyarakat.Sementara itu, panitia wisuda Universitas Caritas Indonesia mengapresiasi orasi ilmiah Sulastiana yang dinilai berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi referensi penting bagi perumus kebijakan publik. Bagi Universitas Caritas Indonesia, kehadiran Sulastiana, figur dengan latar belakang akademik sekaligus praktisi, menjadi simbol arah pendidikan tinggi yang ingin dikembangkan. Kampus tersebut berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kapasitas kepemimpinan.Wisuda angkatan pertama ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Universitas Caritas Indonesia dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Papua Barat. Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan jangka panjang di wilayah tersebut. Halaman :12 Lihat Juga : Wisuda UNOSO Dihadiri Rocky Gerung, Gories Mere, hingga Mahfud MD Wisuda UMB di ICE BSD, Tekankan Pendidikan Berdampak untuk Masa Depan Berintegritas Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! wisuda kebijakan publik kapolda papua barat Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Wisuda UNOSO Dihadiri Rocky Gerung, Gories Mere, hingga Mahfud MD Wisuda UMB di ICE BSD, Tekankan Pendidikan Berdampak untuk Masa Depan Berintegritas Wisuda 1.558 Sarjana, Rektor UMJ Komitmen Cetak Talenta Berdampak bagi Masyarakat Novita Wijayanti dan Inggrid Kansil Ikut Wisuda LPT YAI 2025 JDS Gelar Wisuda Batch 6, Momentum Besar Transformasi Energi Kaltim Gratiskan Biaya Administrasi Perumahan bagi MBR, Ini Alasannya Kebijakan Jangan Menimbulkan Kegaduhan Kebijakan Tidak Tepat Implementasi Kisah Naratania Azra Malika, Mahasiswa IPB University yang Raih Predikat Lulusan Terbaik Rekomendasi Buka Muscab, Cucun Tekankan Pesan Cak Imin soal Tradisi PKB Rawat Konstituen Presiden Prabowo Terbang ke Jepang dan Korea, Ini Agendanya Rudal Iran Membabi Buta! Volkswagen Berniat Produksi Iron Dome Selengkapnya Ramai-ramai ke Gerakan Sembako Murah di Monas Arus Balik di Stasiun Pasar Senen Masih Padat Arus Balik di Lingkar Gentong Masih Ramai Lancar Hari Ini Berita Terkini Selengkapnya Tol Cipali Lancar pada H+8 Lebaran, Rest Area Mulai Lengang Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko Arus Keluar dan Masuk Tasikmalaya via Lingkar Gentong Macet, Polisi Rekayasa Lalin Seniman Bikin Zebra Cross di Tebet Berkarakter Pac-Man, Dinas Bina Marga Buka Suara PP Tunas Berlaku, Pemprov DKI Jakarta Perketat Penggunaan Gawai di Sekolah Arus Balik Masih Tinggi, 52.896 Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Selengkapnya Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Reformasi Polri, Terealisasi atau Sekadar Janji? Terpopuler 1 Gerakan Sembako Murah di Monas Sore Ini, Dishub Jakarta Terapkan Rekayasa Lalin 2 Ramai-ramai ke Gerakan Sembako Murah di Monas, Antrean Masuk Parkiran Stasiun Gambir Mengular 3 Ada Pembagian Sembako dan Pasar Murah, Monas Jadi Lautan Manusia 4 Waspadai Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir pada 28 Maret-16 April 2026 5 Doa Bersama Tragedi KM 50 Tol Japek, PUI: Keadilan Tak Boleh Kedaluwarsa Infografis 7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Wakapolda Papua Barat: Tata Kelola Kebijakan Sebaiknya Berbasis Risiko
