Perang Bikin Pusing, Harga Solar Naik-Nelayan Terancam Berhenti Melaut login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia News Foto News FOTO Internasional Perang Bikin Pusing, Harga Solar Naik-Nelayan Terancam Berhenti Melaut Comment SHARE url telah tercopy Reuters, CNBC Indonesia 26 March 2026 21:50 Nelayan memindahkan kontainer berisi hasil tangkapan dari kapal pukat ke truk di dermaga, di provinsi Samut Sakhon, Thailand, Kamis (25/3/2026). Aktivitas pasar ikan di Samut Sakhon, yang biasanya ramai sejak sebelum matahari terbit, kini mulai tertekan akibat lonjakan harga bahan bakar. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Dampak konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, membuat biaya operasional nelayan melonjak tajam. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Setiap hari, kapal-kapal nelayan dari berbagai wilayah di Thailand berlabuh di kawasan tersebut untuk menurunkan hasil tangkapan. Namun kini, banyak nelayan mengaku kesulitan bertahan akibat harga solar yang terus naik. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Seorang nelayan, Boonchoo Lonluy (59), mengatakan para awak kapal terpaksa menerapkan berbagai langkah penghematan, termasuk memperlambat kecepatan berlayar demi mengurangi konsumsi bahan bakar. Namun langkah tersebut berdampak langsung pada hasil tangkapan yang semakin menurun. “Kalau kami berhenti, kami tidak dapat apa-apa. Tapi kalau terus melaut dengan kondisi ini, hasilnya juga tidak cukup untuk hidup,” ujarnya. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Pemerintah sebelumnya sempat menahan harga solar di bawah 33 baht atau Rp16.900 per liter. Namun pada Rabu (25/3/2026), pemerintah mengumumkan akan menyesuaikan harga energi mengikuti mekanisme pasar. Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas menyebutkan pemerintah tengah menyiapkan paket bantuan, termasuk pinjaman lunak dan subsidi tertentu untuk sektor terdampak. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Meski demikian, pada Kamis (26/3), harga solar dilaporkan telah melonjak mendekati 40 baht atau setara Rp20.000 per liter. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan para pelaku usaha perikanan. Nelayan lainnya, Prapiyes Maneesumphan (36), yang memiliki tujuh kapal, mengatakan kenaikan harga bahan bakar sudah tidak lagi dapat ditanggung. “Jika seperti ini terus, kami harus berhenti. Dengan harga 40 baht per liter, kami tidak bisa bertahan,” katanya. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Dampak krisis ini mulai terlihat nyata. Menurut Jumpol Kanawaree, sekitar 60% kapal nelayan di Samut Sakhon telah menghentikan operasinya. Ia memperingatkan, jika situasi tidak membaik atau tidak ada intervensi pemerintah, seluruh aktivitas penangkapan ikan berpotensi terhenti. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Samut Sakhon sendiri merupakan pusat distribusi ikan utama di Thailand, dengan pasokan mencapai sekitar 800 ton per hari dari 22 wilayah pesisir, senilai lebih dari 32 juta baht per hari. Sektor ini menjadi salah satu penggerak penting ekonomi, terutama untuk ekspor. (REUTERS/Chalinee Thirasupa) Add as a preferred source on Google Tags #thailand #dampak perang iran-israel #nelayan thailand #foto internasional Lihat Berita Lainnya Loading… Loading… Loading… Recommendation SHOW MORE 1. Loading… 2. Loading… 3. Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
- CSNBro
- 22 Februari 2026
- 0
Puasa Itu, Rahasia antara Kita dan Allah SWT Saja!
Dukung Efisiensi Kebijakan WFH, Kemensos Bakal Sisir Anggaran Non Prioritas
- CSNBro
- 25 Maret 2026
- 0
Dukung Efisiensi Kebijakan WFH, Kemensos Bakal Sisir Anggaran Non Prioritas
Gerak Cepat! Hanya 6 Jam, Polres Sumedang Ungkap Kasus Pembunuhan dan Curas di Girimukti
- CSNBro
- 23 Februari 2026
- 0
Gerak Cepat! Hanya 6 Jam, Polres Sumedang Ungkap Kasus Pembunuhan dan Curas di Girimukti
