Survei Terbaru, Rating Trump Ambruk ke Level Terendah-Warga AS Kecewa login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Internasional Survei Terbaru, Rating Trump Ambruk ke Level Terendah-Warga AS Kecewa Comment SHARE url telah tercopy tfa, CNBC Indonesia 25 March 2026 20:28 Foto: Presiden AS Donald Trump menghadiri upacara penganugerahan Medali Kehormatan di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 2 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst) Jakarta, CNBC Indonesia – Tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turun ke level terendah sejak kembali menjabat di Gedung Putih. Jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan approval rating Trump merosot menjadi 36%, dari 40% pada survei pekan sebelumnya. Survei yang dilakukan selama empat hari hingga Senin itu menyoroti memburuknya persepsi publik terhadap kinerja Trump, terutama dalam menangani ekonomi dan kenaikan biaya hidup. Lonjakan harga bahan bakar, yang terjadi setelah serangan militer terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, menjadi salah satu pemicu utama penurunan dukungan. Hanya 25% responden yang menyatakan puas dengan penanganan Trump terhadap biaya hidup. Sementara itu, tingkat persetujuan atas kebijakan ekonominya hanya mencapai 29%, terendah sepanjang masa jabatannya dan lebih rendah dibandingkan pendahulunya, Joe Biden. Pilihan Redaksi Trump Klaim Negosiasi Damai-Iran Bantah Total, Siapa yang Bohong? Sukses Lobi Iran, Kapal Tanker Thailand Melenggang di Selat Hormuz Harga BBM Ugal-ugalan karena Perang, EV China Bisa Ketiban Berkah “Penting bagi masyarakat untuk mengetahui bahwa presiden merasakan penderitaan mereka dan bantuan sedang dalam perjalanan,” kata Amanda Makki, ahli strategi politik dari Partai Republik, dikutip Rabu (25/3/2026). Dari sisi geopolitik, perang dengan Iran juga membebani citra Trump. Survei menunjukkan hanya 35% warga AS yang menyetujui serangan ke Iran, sementara 61% menyatakan tidak setuju. Angka ini memburuk dibandingkan jajak pendapat sebelumnya. Kekhawatiran publik terhadap dampak konflik juga meningkat. Sekitar 46% responden menilai perang tersebut akan membuat Amerika Serikat kurang aman dalam jangka panjang, sedangkan hanya 26% yang melihatnya akan meningkatkan keamanan nasional. Di tengah eskalasi konflik, laporan menyebutkan Washington berencana mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi seperti yang diklaim Trump. Dampak ekonomi mulai terasa, terutama dari sisi energi. Harga bensin di AS dilaporkan melonjak sekitar US$1 per galon sejak perang dimulai. Kenaikan ini berpotensi menekan perekonomian lebih luas. Survei juga mencatat 63% warga AS menilai kondisi ekonomi saat ini “agak lemah” atau “sangat lemah”. Rinciannya termasuk 40% pemilih Partai Republik, 66% independen, dan 84% Demokrat. “Ini memberikan peluang besar bagi Demokrat untuk membuat kemajuan besar dalam pemilihan paruh waktu,” ujar Doug Farrar, ahli strategi dari Partai Demokrat. Meski demikian, dalam isu ekonomi, Partai Republik masih sedikit lebih dipercaya. Sekitar 38% responden menilai Partai Republik lebih mampu mengelola ekonomi, dibandingkan 34% yang memilih Demokrat. Survei daring nasional ini melibatkan 1.272 responden dewasa di AS. Survei ini memiliki margin of error (batas galat) sebesar 3 poin persentase. (tfa/luc) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Trump Pening Harga Barang AS Naik: Semua Mahal-Warga Ngamuk Tags #trump #rating persetujuan #survei terbaru #ekonomi as #biaya hidup #konflik iran #opini publik #pemilihan paruh waktu #partai republik #dampak ekonomi Related Articles Trump Kena Batunya Gegara Perang Iran, Akhirnya Lakukan Ini di AS NEWS Video: Trump Klaim Inflasi Turun & Ekonomi Meningkat NEWS Bukan Minyak! Trump Incar “Senjata Rahasia” Venezuela, Bisa Saingi RI NEWS Trump Panggil Para Bos Raksasa Minyak, Siap “Sulap” Produksi Venezuela NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Serangan Hari Pertama Israel dan AS Gagal! Menlu Iran Klaim Khamenei Masih Hidup
- CSNBro
- 28 Februari 2026
- 0
Serangan Hari Pertama Israel dan AS Gagal! Menlu Iran Klaim Khamenei Masih Hidup
Rencana Tawuran Berkedok SOTR Berhasil Dibubarkan Polres Karawang, 6 Pelajar Di Amankan
- CSNBro
- 22 Februari 2026
- 0
Rencana Tawuran Berkedok SOTR Berhasil Dibubarkan Polres Karawang, 6 Pelajar Di Amankan
Viral Polisi di Madiun Patah Tulang Kaki gegara Dilindas Bus saat Atur Lalin
- CSNBro
- 24 Maret 2026
- 0
Viral Polisi di Madiun Patah Tulang Kaki gegara Dilindas Bus saat Atur Lalin
