Korea Selatan Terancam Krisis Kantong Plastik, Ada Apa? login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita Korea Selatan Terancam Krisis Kantong Plastik, Ada Apa? Comment SHARE url telah tercopy Firda Dwi, CNBC Indonesia 24 March 2026 20:30 Foto: Muhammad Sabki Jakarta, CNBC Indonesia – Korea Selatan terancam mengalami krisis kantong plastik. Federasi Koperasi Industri Plastik Korea (Korea Federation of Plastics Industry Cooperatives) menyebut bahwa pasokan produk plastik dan vinil untuk seluruh Korea mulai terganggu akibat rantai pasok global untuk bahan baku naphtha yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Melansir The Korea Herald, para pelaku usaha saat ini mulai menghadapi tekanan berat dalam proses produksi. Terdapat hambatan logistik internasional yang memaksa para pemasok petrokimia untuk menyesuaikan jadwal dan volume pengiriman bahan baku ke pabrik-pabrik domestik. Baca: Krisis Avtur, Filipina Siapkan Skenario Terburuk: Pesawat Tak Terbang! Sebanyak 71% dari 37 perusahaan yang disurvei melaporkan telah menerima pemberitahuan dari pemasok petrokimia mengenai potensi pengurangan atau penangguhan pengiriman resin sintetis. Selain menghadapi pembatasan volume pengiriman, industri plastik di Korea Selatan juga harus bersiap menanggung lonjakan biaya operasional. Mayoritas perusahaan yang disurvei mengaku sudah mendapatkan peringatan awal mengenai kenaikan harga dari pihak supplier akibat krisis di Timur Tengah tersebut. Federasi tersebut mencatat sekitar 92% pelaku industri mengatakan telah diberitahu tentang kenaikan harga untuk bahan baku. Baca: Banyak Kapal ‘Zombie’ yang Bermunculan di Selat Hormuz, Ada Apa? Sebagai informasi, naphtha merupakan bahan kimia turunan minyak bumi yang menjadi komponen paling krusial dalam pembuatan produk plastik dan vinil. Bahan baku tersebut digunakan secara luas untuk memproduksi berbagai barang kebutuhan sehari-hari, mulai dari kantong sampah, kemasan makanan, hingga botol polietilena tereftalat (PET). Ketidakpastian pasokan bahan baku di tingkat industri tersebut pada akhirnya memicu reaksi langsung di tingkat masyarakat. Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan barang di pasaran telah mendorong sejumlah konsumen di Korea Selatan untuk mulai memborong dan menimbun produk-produk plastik, khususnya kantong sampah kota. (hsy/hsy) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Cerita Pengusaha Bakso Asal Tegal di Korsel, Puji Kepemimpinan Prabowo Tags #kantong plastik #krisis pasokan #korea selatan #industri plastik #bahan baku #konflik geopolitik Related Articles Anak Kena Peluru Nyasar Saat Main di Taman, Begini Nasibnya NEWS Video: Presiden Korea Selatan Tolak Berpihak China-Jepang NEWS Presiden Korsel Minta Prabowo Lanjutkan Kerja Sama Proyek Jet Tempur NEWS Tarif Trump Makan Korban Baru: Warga AS Susah Ngopi! NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Perang AS-Israel vs Iran Picu Derita Baru di Gaza: Harga Pangan Melonjak, Makanan Kian Sulit Didapat
- CSNBro
- 10 Maret 2026
- 0
Perang AS-Israel vs Iran Picu Derita Baru di Gaza: Harga Pangan Melonjak, Makanan Kian Sulit Didapat
Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
- CSNBro
- 19 Februari 2026
- 0
Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
Terima Kasih Donald Trump, Wall Street Terbang
- CSNBro
- 24 Maret 2026
- 0
Terima Kasih Donald Trump, Wall Street Terbang
