RI Bersiap Diserang Godzilla El Nino, Nasib Nelayan Diramal Begini login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia News Berita RI Bersiap Diserang Godzilla El Nino, Nasib Nelayan Diramal Begini Comment SHARE url telah tercopy Arrijal Rachman , CNBC Indonesia 22 March 2026 17:30 Foto: Warga melepaskan daging kerang hijau dari cangkangnya di perkampungan nelayan kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang, Rabu (2/6/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia berpotensi menghadapi Godzilla El Nino pada awal April 2026 yang membuat kekeringan melanda di daratan karena musim kemarau menjadi lebih panjang dan panas. Namun, julukan Godzilla El Nino yang menggambarkan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator itu ternyata juga memiliki manfaat bagi para nelayan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat, meski fenomena ini sering dikaitkan dengan kekeringan di daratan, namun bagi sektor kelautan, transisi musim ini justru menjadi momentum peningkatan kesuburan laut yang luar biasa melalui fenomena upwelling. Baca: BRIN Peringatkan El Nino Godzilla OTW RI, Siaga Kekeringan & Banjir Peneliti Ahli Utama Bidang Kepakaran Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Widodo Pranowo menjelaskan kenapa fenomena itu justru membuat laut subur. Pertama, karena awal kemarau memicu pergerakan Angin Timuran yang kuat.Angin ini mendorong massa air permukaan laut ke arah lepas pantai, yang kemudian digantikan oleh massa air dingin kaya nutrien dari lapisan yang lebih dalam. “Massa air yang terangkat ini membawa ‘pupuk alami’ berupa nitrat dan fosfat. Ketika mencapai permukaan yang kaya sinar matahari, terjadi fotosintesis masif oleh fitoplankton. Inilah yang mendasari peningkatan produktivitas primer laut kita,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026). Foto: Suasana aktivitas warga di dekat tanggul laut Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Suasana aktivitas warga di dekat tanggul laut Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Berdasarkan kajian risetnya dalam Majalah Indo-Maritime 2014, Widodo juga sempat mengulas fenomena upwelling di selatan Jawa yang memiliki karakteristik unik dan dikenal secara internasional dengan sebutan RATU (Semi-permanent Java Coastal Upwelling). Dalam kajiannya, intensitas RATU angat dipengaruhi oleh dinamika musiman dan variabilitas iklim global.Dalam penelitian tersebut, pemanfaatan teknologi Argo Float robot penyelam otomatis yang beroperasi hingga kedalaman 2.000 meter menjadi kunci dalam merekam data profil temperatur dan salinitas secara real-time. Dari hasil penelitian itu, terungkap bahwa keberadaan lapisan thermocline yang terangkat ke atas selama proses upwelling menjadi indikator utama dalam memetakan daerah penangkapan ikan. Riset ini berhasil mengidentifikasi bahwa wilayah Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara merupakan habitat krusial bagi migrasi dan pemijahan ikan ekonomis penting, termasuk Tuna Sirip Biru Selatan (Southern Bluefin Tuna), Cakalang, dan Tuna Mata Besar. Selain itu, riset mencatat bahwa sinergi antara Angin Timuran dan fenomena El Niño dapat memperkuat intensitas upwelling, yang secara langsung berdampak pada pelonjakan stok ikan pelagis. Fenomena ini tentu berimplikasi bagi sektor perikanan. Fitoplankton diduga akan mulai berkembang pada April-Mei 2026. Lalu, mulai melonjak pada Juni 2026, dan puncaknya pada Juli-Agustus 2026. Prediksi ini akan menarik keberlimpahan ikan pelagis kecil seperti lemuru di Selat Bali. “Dinamika laut ini sangat dipengaruhi oleh variabilitas iklim. Jika El Niño 2026 terjadi, potensi penguatan upwelling tidak hanya di selatan Jawa, tetapi juga meluas ke wilayah perairan Indonesia lainnya,” tegas Widodo. Baca: Tanda Monster Bangkit di Timur RI Mulai Tampak, Ancaman Makin Jelas Kajian riset tersebut juga menegaskan bahwa dengan meningkatnya risiko kekeringan panjang akibat El Nino, yang mengancam ketahanan pangan dari sumber darat, kemungkinan bisa digantikan oleh sumber pangan dari laut. Oleh karena itu, Widodo menekankan, pemantauan dinamika laut dan atmosfer secara kontinu merupakan langkah strategis BRIN dalam menjaga kedaulatan pangan nasional dari sektor maritim. (wur) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article KKP Mau Meningkatkan Harkat Martabat Nelayan, Begini Caranya Tags #godzilla el nino #nelayan #upwelling #brin #el nino #kekeringan #fenomena cuaca. Related Articles Nelayan Merapat! BRIN Beri Kabar Baik di Laut RI Saat Musim Kemarau NEWS BRIN Peringatkan El Nino Godzilla OTW RI, Siaga Kekeringan & Banjir NEWS Pemerintah Bareng Pertamina Patra Niaga Bangun SPBUN di Lampung Timur NEWS Video: Nelayan & Awak Kapal Bakal Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan NEWS Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Mahfud MD: Tim Reformasi Polri Hasilkan 7 Buku Tebal dan 3 Dokumen Pengantar
- CSNBro
- 10 Maret 2026
- 0
Mahfud MD: Tim Reformasi Polri Hasilkan 7 Buku Tebal dan 3 Dokumen Pengantar
Mudik Tanpa Cemas, Polres Subang Hadirkan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Warga
- CSNBro
- 11 Maret 2026
- 0
Mudik Tanpa Cemas, Polres Subang Hadirkan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Warga
Polres Majalengka Ungkap Identitas Mayat di Hutan Gunung Pasir Maja dan Lakukan Penanganan Serius
- CSNBro
- 6 Maret 2026
- 0
Polres Majalengka Ungkap Identitas Mayat di Hutan Gunung Pasir Maja dan Lakukan Penanganan Serius
