Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa Nanang Wijayanto Sabtu, 21 Maret 2026 – 08:00 WIBloading… Ekspor magnet permanen tanah jarang China ke Amerika Serikat terus mengalami penurunan selama tujuh bulan berturut-turut. FOTO/dok.SindoNews A A A BEIJING – Ekspor magnet permanen tanah jarang China ke Amerika Serikat terus mengalami penurunan selama tujuh bulan berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan kontrol ekspor. Kondisi ini terjadi ketika permintaan global tetap tinggi, terutama dari kawasan Eropa.”Penurunan ekspor ke Amerika Serikat mencerminkan perubahan struktur perdagangan global akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan kontrol ekspor yang semakin ketat,” demikian laporan data Administrasi Umum Kepabeanan China dikutip SCMP, Sabtu (21/3/2026).Baca Juga: Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru Secara keseluruhan, ekspor magnet permanen China justru meningkat 8,2 persen secara tahunan pada Januari–Februari 2026 menjadi 10.763 ton metrik. Namun, kenaikan ini tidak merata karena terjadi pergeseran signifikan tujuan ekspor.Pengiriman ke Amerika Serikat tercatat turun 22,5 persen menjadi 994 ton, sehingga negara tersebut kini hanya menyumbang sekitar 9,2 persen dari total ekspor magnet China. Posisi AS sebagai tujuan ekspor pun turun ke peringkat ketiga, di bawah Jerman dan Korea Selatan.Sebaliknya, Uni Eropa mencatat lonjakan impor hingga 28,4 persen menjadi 4.775 ton, dengan pangsa mencapai 44,4 persen dari total ekspor China. Selain itu, ekspor ke Jepang juga meningkat 9,5 persen meski tetap dibayangi pembatasan pengiriman. Halaman :12 Lihat Juga : Mendorong Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Hadapi Hambatan Non-Tarif ke Pasar UE Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! logam tanah jarang ltj ekspor china amerika serikat Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Mendorong Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Hadapi Hambatan Non-Tarif ke Pasar UE Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini BRICS Makin Solid, Perdagangan China-India Cetak Rekor Rp2.623 Triliun China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun Imbas Perang, Jalur Ekspor CPO Indonesia Terpaksa Memutar ke Afrika Solidaritas BRICS Retak di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Anggota Saling Bombardir Daftar Pemain Timnas Portugal vs Amerika Serikat dan Meksiko: Cristiano Ronaldo Dicoret Perang Makin Berkobar! Trump Siap Kirim Pasukan Elite ke Iran Sri Lanka Tolak Permintaan AS untuk Mendaratkan 2 Jet Tempur di Bandara Mattala Rekomendasi Hikmah Hari Kemenangan : Istiqamah Menjalankan Ajaran Islam Pasbata Bantu Ahmad Tri Efendi, Bocah yang Putus Sekolah demi Rawat Orang Tuanya yang Sakit Wapres Gibran dan Keluarga Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Disambut Nassarudin Umar Selengkapnya Masjid Negara IKN Gelar Salat Idulfitri Perdana untuk Masyarakat Jokowi Salat Idulfitri 2026 di Masjid Al-Bina GBK Open House di Istana Negara untuk 5 Ribu Masyarakat Berita Terkini Selengkapnya Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa Mudik Asyik Bersama BUMN: PLN Fasilitasi 12.500 Warga Pulang Kampung Ramah Lingkungan Jelang Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Tambah 3,2 Juta Tabung LPG di Sumbagut Lebih Kuat dari Vietnam, The Economist Tempatkan Indonesia di Zona Aman Krisis Energi Gelar Apel Nasional, Dirut PLN Jamin Keandalan Listrik Lewat Pasukan ‘Lautan Biru’ 72 Ribu Personel Kunjungi Rest Area Batang, Wamen ESDM Puji Fasilitas Serambi MyPertamina Selengkapnya Rihlah Mudik, Merawat Tradisi Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Terpopuler 1 Lebih Kuat dari Vietnam, The Economist Tempatkan Indonesia di Zona Aman Krisis Energi 2 Iran Gempur Fasilitas Energi Negara Teluk, Harga Minyak Tembus USD115 per Barel 3 Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Purbaya Ungkap Nasib BBM Subsidi 4 Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp50.000 Jadi Rp2,8 Juta per Gram 5 Rapor Hijau InJourney Airports: Soetta Melesat ke Posisi 22, Bali Kokoh di Peringkat 67 Dunia Infografis Respons China saat AS Hendak Jual Jet Tempur F-35 ke India Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Ketegangan Geopolitik Ubah Arus Ekspor Tanah Jarang China dari AS ke Eropa
