Alasan Kue Nastar Selalu Ada Saat Lebaran di RI? Ini Sejarahnya

Alasan Kue Nastar Selalu Ada Saat Lebaran di RI? Ini Sejarahnya login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Research Berita Research Alasan Kue Nastar Selalu Ada Saat Lebaran di RI? Ini Sejarahnya Comment SHARE url telah tercopy saw,  CNBC Indonesia 20 March 2026 15:20 Foto: Suasana kesibukan para pekerja di Kampung Nastar di Gang Subur, Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Kamis (26/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Jakarta, CNBC Indonesia – Sebagian umat islam di Tanah Air menyambut Lebaran Idul fitri 1447 H pada hari ini, Jumat (20/3/2026) dan sebagian lagi pada Sabtu besok (21/3/2026). Pada momen Idul Fitri, salah satu tradisi masyarakat Indonesia adalah berkumpul dengan keluarga besar sembari menghidangkan makanan tradisi lebaran. Nastar menjadi salah satu hidangan lebaran yang tak pernah di hindari saat momen tersebut. Nastar identik dengan Lebaran karena merupakan salah satu kue kering khas yang sering disajikan saat perayaan Idul Fitri, dipengaruhi oleh tradisi Belanda dan juga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Asa Usul Nastar Nastar berasal dari bahasa Belanda, “ananas” (nanas) dan “taart” (kue atau tart), yang merujuk pada kue tar nanas. Nastar merupakan kue kering yang menjadi bagian penting dari perayaan di Indonesia, khususnya saat Lebaran, yang dipengaruhi oleh tradisi Belanda yang sering membuat kue kering saat perayaan tertentu. Dalam budaya Tionghoa, nastar disebut “ong lai” atau “buah pir emas” yang berarti kemakmuran datang, sehingga dianggap sebagai simbol keberuntungan dan rezeki. Baca: Dalam 25 Tahun, Berapa Kali NU & Muhammadiyah Merayakan Lebaran Beda? Dahulu, nastar bukanlah kue yang bisa dinikmati semua kalangan. Pada masa awal kemunculannya, kue ini identik dengan kelompok elite karena bahan bakunya seperti mentega dan gula tergolong mahal dan sulit diakses masyarakat luas. Seiring waktu, masyarakat Indonesia mulai melakukan adaptasi terhadap resep asli kue tersebut. Isian yang semula menggunakan bahan khas Eropa diganti dengan selai nanas yang lebih mudah ditemukan di wilayah tropis. Selain itu, ukuran nastar dibuat lebih kecil agar praktis disajikan sebagai hidangan saat menerima tamu. Perubahan ini membuat nastar semakin populer dan perlahan menyebar ke berbagai lapisan masyarakat. Baca: 10 Negara Penghasil Nanas Terbesar di Dunia, RI Nomor Berapa? Di sisi lain, nastar juga memiliki makna simbolis yang kuat, terutama saat perayaan Lebaran. Bahan-bahan seperti mentega, telur, dan gula pada masa lalu dianggap sebagai komoditas “mewah”, sehingga menyajikan nastar menjadi bentuk penghormatan kepada tamu yang datang bersilaturahmi. Tak hanya itu, rasa manis serta bentuknya yang kecil dan bulat kerap dimaknai sebagai simbol kehangatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dalam momen Hari Raya. Pada akhirnya, nastar tidak hanya sekadar kue kering biasa. Kombinasi sejarah kolonial, adaptasi lokal, serta nilai simbolis yang melekat membuatnya menjelma menjadi salah satu ikon kuliner yang identik dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Nastar selalu dihidangkan bersama dengan kue kering lainnya seperti kastengel dan putri salju, menjadi sajian khas yang sering disiapkan dan disajikan saat Lebaran. CNBC INDONESIA RESEARCH [email protected] (mae/mae) Add as a preferred source on Google Tags #nastar #kue kering #tradisi idul fitri #makanan lebaran #budaya indonesia #silaturahmi #simbol keberuntungan #perayaan #kue khas lebaran #lebaran Related Articles Sudah Ada Sejak 1951, Kenapa THR Identik dengan Uang Baru? RESEARCH IHSG Jatuh 2%, Lakukan 5 Hal Ini Biar Gak Makin Boncos RESEARCH Puluhan Saham Ini Bisa Dapat Berkah dari Stimulus Lebaran, Cek! RESEARCH Most Popular Recommendation SHOW MORE part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *