Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Parkir di Rp16.935

Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Parkir di Rp16.935 login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Market Berita Market Rupiah Ditutup Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Parkir di Rp16.935 Comment SHARE url telah tercopy Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 09 March 2026 15:05 Foto: Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di tempat penukaran uang PT Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan pertama pekan ini dengan pelemahan sebesar 0,21% ke posisi Rp16.935/US$. Pelemahan ini sekaligus teracat sebagai level penutupan terlemah rupiah dalam tujuh pekan atau sejak 20 Januari 2026. Baca: TP Rachmat Jual 42,2 Juta Lembar Saham ESSA, Cuan Rp32,96 Miliar Sejak awal perdagangan, rupiah memang sudah berada di bawah tekanan. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,47% ke level Rp16.980/US$, atau nyaris menembus level psikologis Rp17.000/US$. Meski sempat tertekan cukup dalam, pelemahan rupiah sedikit membaik hingga penutupan perdagangan. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih berada di zona hijau dengan penguatan 0,42% ke level 99,412. Pelemahan rupiah pada perdagangan Senin ini masih sangat dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di pasar global. Greenback menguat seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS, di tengah ketidakpastian global yang kembali memanas akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini menunjukkan investor kembali mengalihkan dana mereka ke aset berdenominasi dolar. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, kembali berada dalam tekanan. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei, sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran. Perkembangan ini dinilai memberi sinyal bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali kuat di Teheran, di tengah perang yang telah berlangsung selama sepekan. Kekhawatiran ini semakin memperkuat arus dana masuk ke dolar AS, yang kembali diuntungkan oleh statusnya sebagai aset aman. Dari dalam negeri, sentimen juga cenderung kurang mendukung pergerakan rupiah. Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2026 turun menjadi 125,2, lebih rendah dibandingkan posisi Januari 2026 yang sebesar 127. Penurunan ini terutama dipicu oleh merosotnya Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dari 138,8 menjadi 134,4. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) justru naik tipis dari 115,1 menjadi 115,9. Turunnya keyakinan konsumen ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai lebih berhati-hati terhadap prospek ekonomi ke depan, termasuk terhadap peluang kerja dan tingkat pendapatan. Kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa daya tahan konsumsi domestik berpotensi menghadapi tekanan. Bagi pasar keuangan, pelemahan ekspektasi konsumen ini menjadi sentimen negatif tambahan karena memperlihatkan adanya kehati-hatian di sisi domestik, di tengah tekanan eksternal yang masih besar. (evw/evw) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625 Tags #nilai tukar #rupiah #dolar as #valuta asing #kurs rupiah hari ini #pasar keuangan #pelemahan mata uang #ketidakpastian global #aset safe haven #bank indonesia Related Articles Rupiah Balik Menguat di Penutupan, Dolar AS Kini Jadi Rp16.780 MARKET Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp16.880 MARKET Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertengger di Level Rp16.680 MARKET Nilai Tukar Dolar AS ke Rupiah Tembus Level Rp 16.695 MARKET Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *