Kapal Tidak Bisa Lewat Teluk Persia, Kuwait Pangkas Produksi Minyak login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Market Berita Market Kapal Tidak Bisa Lewat Teluk Persia, Kuwait Pangkas Produksi Minyak Comment SHARE url telah tercopy Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia 08 March 2026 22:00 Foto: Kilang minyak Kuwait (Tangkapan layar KNPC) Jakarta, CNBC Indonesia — Kuwait memutuskan memangkas produksi minyak dan output kilang setelah kapal tanker tidak lagi dapat melintasi Teluk Persia akibat meningkatnya ancaman dari Iran. Pemerintah Kuwait menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan di tengah memanasnya konflik di kawasan. Namun, negara itu tidak mengungkapkan berapa besar pemangkasan produksi yang dilakukan. Mereka hanya menggambarkan pengurangan produksi itu sebagai langkah pencegahan yang akan ditinjau kembali seiring perkembangan situasi. Perusahaan minyak nasional, Kuwait Petroleum Corporation, memastikan pihaknya siap memulihkan tingkat produksi jika kondisi keamanan kembali memungkinkan. Kuwait sendiri merupakan produsen minyak terbesar kelima di OPEC dengan produksi sekitar 2,6 juta barel per hari pada Januari lalu. Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk membuat kapal tanker berhenti melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk. Sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati jalur sempit tersebut. Akibatnya, pasokan minyak kini menumpuk di Timur Tengah karena kapal tanker tidak beroperasi. Negara-negara produsen minyak di kawasan terpaksa menurunkan produksi ketika kapasitas penyimpanan mulai penuh. Irak bahkan telah memangkas produksi hingga 1,5 juta barel per hari setelah kehabisan ruang penyimpanan, menurut pejabat pemerintah yang dikutip Reuters. Kepala riset komoditas global di JPMorgan Natasha Kaneva mengatakan pasar kini tidak hanya menghadapi risiko geopolitik, tetapi juga gangguan operasional nyata pada rantai pasokan energi global. “Kini pasar tidak lagi hanya memperhitungkan risiko geopolitik, tetapi juga mulai menghadapi gangguan operasional yang nyata,” kata Kaneva, dikutip dari Reuters, Minggu (8/3/2026). Jika konflik AS-Iran berlangsung lebih dari tiga minggu, negara-negara Teluk diperkirakan akan kehabisan kapasitas penyimpanan dan terpaksa menghentikan produksi minyak. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga minyak dunia melampaui US$100 per barel. Baca: Hemat Bensin di Tengah Krisis, Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Sepekan JPMorgan memperkirakan pemangkasan produksi minyak global bisa melampaui 4 juta barel per hari jika Selat Hormuz tetap tertutup hingga pekan depan. Lonjakan harga pun mulai terlihat di pasar energi. Pada perdagangan Jumat, harga minyak mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam sejarah perdagangan berjangka. Brent ditutup di level US$92,69 per barel, sementara West Texas Intermediate mencapai US$90,90 per barel. Selain minyak, konflik juga mengganggu pasokan gas alam dunia. Qatar menghentikan produksi gas alam cair (LNG) setelah serangan Iran, padahal negara tersebut menyumbang sekitar 20% ekspor LNG global. (mkh/mkh) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Harga Minyak Dunia Stabil, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi Tags #kuwait #produksi minyak #opec #konflik geopolitik #harga minyak #selat hormuz #pasokan energi #kuwait petroleum corporation #pemangkasan produksi #gas alam cair Related Articles Harga Minyak Masih Membara, Sekarang Tembus US$ 84 per Barel MARKET Harga Minyak Terpeleset, Bayang-bayang Venezuela Kembali Menghantui MARKET Iran Memanas, Harga Minyak Terus Membara MARKET Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Tunggu Rilis Laporan OPEC dan IEA MARKET Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
China Dilaporkan Bakal Bantu Iran, Siap Sokong Keuangan hingga Komponen Senjata
- CSNBro
- 8 Maret 2026
- 0
China Dilaporkan Bakal Bantu Iran, Siap Sokong Keuangan hingga Komponen Senjata
Wardatina Mawa Dipanggil Polisi usai Kasus Dugaan Perzinaan Inara Rusli Naik Sidik!
- CSNBro
- 18 Februari 2026
- 0
Wardatina Mawa Dipanggil Polisi usai Kasus Dugaan Perzinaan Inara Rusli Naik Sidik!
Hasil Persib vs Persita di Super League: Menang 1-0, Maung Bandung Mantap di Puncak
- CSNBro
- 22 Februari 2026
- 0
Hasil Persib vs Persita di Super League: Menang 1-0, Maung Bandung Mantap di Puncak
