Guru Besar UNJ: Kekerasan Bersenjata di Papua Ancaman Serius bagi Kemanusiaan

Guru Besar UNJ: Kekerasan Bersenjata di Papua Ancaman Serius bagi Kemanusiaan   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Nusantara Jabodetabek Cerita Pagi Indeks Home Nusantara Jabodetabek Cerita Pagi Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Nusantara Guru Besar UNJ: Kekerasan Bersenjata di Papua Ancaman Serius bagi Kemanusiaan Sucipto Senin, 16 Februari 2026 – 08:30 WIBloading… Guru Besar UNJ Bidang Resolusi Konflik dan Damai Abdul Haris Fatgehifon mengatakan, kekerasan bersenjata di Papua ancaman serius bagi kemanusiaan. Foto/istimewa A A A JAKARTA – Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bidang Resolusi Konflik dan Damai Abdul Haris Fatgehifon menilai kekerasan bersenjata yang terus terjadi di Papua menjadi ancaman serius bagi nilai-nilai kemanusiaan. Kehadiran negara dinilai penting untuk melindungi warganya.Menurut Abdul Haris, konflik yang berkepanjangan telah menempatkan masyarakat sipil dalam posisi paling rentan. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga aparat keamanan, guru, tenaga medis, hingga pekerja transportasi udara sipil menjadi korban kekerasan kelompok separatis bersenjata.“Ketika guru, tenaga kesehatan, pilot, dan warga sipil menjadi sasaran, maka konflik ini sudah melampaui batas politik dan keamanan. Ini adalah krisis kemanusiaan yang harus segera diakhiri,” ujarnya, Senin (16/2/2026).Baca juga: Polisi Ungkap Dalang Penembakan Pesawat Smart Air: Batalyon Kanibal dan Semut Merah Abdul Haris menegaskan, negara tidak boleh membiarkan situasi ini terus berlarut-larut. Menurutnya, kelompok separatis bersenjata di Papua bukan kekuatan besar secara jumlah, namun dibiarkan tumbuh karena konflik tidak ditangani secara menyeluruh dan konsisten.“Jangan sampai negara terlihat kalah oleh kelompok bersenjata yang bergerilya. Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki sejarah panjang dan kapasitas menghadapi perang gerilya. Ditambah dukungan teknologi seperti drone, seharusnya deteksi dan pengamanan bisa dilakukan lebih efektif,” kata Abdul Haris. Halaman :123 Lihat Juga : MPSI: KKB Penjahat Kemanusiaan, Teror Brutal bagi Rakyat Papua Kronologi 2 Ambulans Nyaris Dibakar OTK di Yahukimo Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! konflik papua kelompok bersenjata nilai kemanusiaan kelompok kriminal bersenjata kkb kelompok teroris opm Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait MPSI: KKB Penjahat Kemanusiaan, Teror Brutal bagi Rakyat Papua Kronologi 2 Ambulans Nyaris Dibakar OTK di Yahukimo Penembakan Pesawat Smart Air Bikin Warga Takut, 39 Orang Mengungsi ke Senggo Polisi Ungkap Dalang Penembakan Pesawat Smart Air: Batalyon Kanibal dan Semut Merah Kontak Tembak dengan KKB di KM 50 Area PT Freeport, 1 Prajurit TNI Gugur Pesawat Smart Air Ditembaki di Papua, 13 Penumpang termasuk 1 Balita Selamat Aksi Penembakan Oleh KKB, Pengamat: Negara Harus Hadir Jamin Keamanan Tugas Pilot Menko Polkam Apresiasi TNI-Polri Sigap Tangani Peristiwa Penembakan Pesawat di Papua Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara Rekomendasi Davina Karamoy dan Ardhito Pramono Saling Repost Konten Valentine, Ada Apa? Awal Ramadan Berpotensi Berbeda, Waketum MUI: Tak Perlu Dibawa Perpecahan Sidang Isbat Awal Ramadan 2026 Digelar Besok Selengkapnya 6 Anak Tokoh Nasional Ini Resmi Jadi Lulusan UI 2026 Waketum MUI: Awal Ramadan Berpotensi Berbeda 19 Pati TNI AL Dimutasi pada Februari 2026, Ini Daftar Lengkapnya Berita Terkini Selengkapnya Peduli Lingkungan, Kodam Jaya Bersama DLH DKI Jakarta Kelola 5,5 Ton Limbah Elektronik Libur Panjang Imlek, 85.483 Kendaraan Tinggalkan Jakarta ke Arah Timur Guru Besar UNJ: Kekerasan Bersenjata di Papua Ancaman Serius bagi Kemanusiaan Nyanyian Bripka dan AKP Bikin Eks Kapolres Bima Ditangkap, Sabu dan Ekstasi Disita Sambut Ramadan dan Idulfitri, Pramono akan Bikin Jakarta Lebih Meriah Panen Padi dan Tanam Pohon Kelapa di Blora, GP Ansor: Wujudkan Ketahanan Pangan Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Akhir Kisah 5 Menteri di Kabinet Merah Putih Terpopuler 1 Roy Suryo Cs Minta SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Begini Respons Polda Metro Jaya 2 Jelang Imlek, Penumpang Whoosh Tembus 25 Ribu Orang Per Hari 3 Jokowi Hadiri Kirab Budaya PSI di Tegal 4 Terungkap, Mantan Kapolres Bima Kota Dapat Narkoba dari Bandar sejak Agustus 2025 5 252 Unit Huntara Diserahkan ke Warga Terdampak Bencana di Ketol Aceh Tengah Infografis 8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025 Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *