5 Kekaisaran Besar Menguasai Dunia di Era Nabi Muhammad, China-Persia login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Research Berita Research 5 Kekaisaran Besar Menguasai Dunia di Era Nabi Muhammad, China-Persia Comment SHARE url telah tercopy Amalia Zahira, CNBC Indonesia 07 March 2026 10:00 Foto: Pexels Jakarta, CNBC Indonesia – Abad ke-6 hingga ke-7 Masehi menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah dunia. Pada masa inilah Nabi Muhammad SAW hidup dan Islam mulai muncul di Jazirah Arab. Nabi Muhammad lahir sekitar 570 Masehi di Mekkah dan wafat pada 8 Juni 632 Masehi di Madinah pada usia sekitar 63 tahun Dunia di mana Nabi Muhammad hidup ditandai oleh persaingan kekuatan besar, jaringan perdagangan yang luas, serta perubahan sosial dan keagamaan yang perlahan mengubah peta peradaban global. Dunia Dikuasai Dua Kekaisaran Besar Pada masa tersebut, sebagian besar wilayah Timur Tengah hingga Eropa Timur berada di bawah pengaruh dua kekaisaran besar, yakni Bizantium dan Persia. Kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur berpusat di Konstantinopel, sementara Kekaisaran Sasaniyah Persia menguasai wilayah luas mulai dari Iran, Irak hingga Asia Tengah. Kedua kekuatan ini terlibat konflik panjang selama berabad-abad. Perang berkepanjangan itu menguras sumber daya dan melemahkan stabilitas politik maupun ekonomi kawasan. Jazirah Arab Jadi Simpul Perdagangan Di tengah rivalitas dua kekaisaran tersebut, Jazirah Arab justru berkembang sebagai jalur perdagangan penting. Meski tidak memiliki kerajaan besar, wilayah ini memiliki posisi strategis yang menghubungkan berbagai kawasan. Baca: 7 Kota Penting dalam Sejarah Penyebaran Islam: Ada Yerussalem Kota Mekkah dikenal sebagai pusat perdagangan kafilah. Jalur dagang dari wilayah ini menghubungkan India, Afrika Timur, Yaman, Suriah hingga kawasan Mediterania. Komoditas yang diperdagangkan antara lain rempah-rempah, kain, logam, serta dupa yang sangat bernilai pada masa itu. Masyarakat Arab Berbasis Suku Struktur sosial di Jazirah Arab pada masa itu didominasi sistem kesukuan. Loyalitas terhadap suku menjadi identitas utama masyarakat. Konflik antar suku juga kerap terjadi, sementara otoritas pemerintahan pusat yang kuat hampir tidak ada. Kondisi ini membuat wilayah Arab relatif terfragmentasi secara politik. Kondisi keagamaan dunia pada masa tersebut juga sangat beragam. Di Jazirah Arab, mayoritas masyarakat masih menganut kepercayaan paganisme atau penyembahan berhala, meskipun terdapat komunitas Yahudi dan Kristen. Sementara itu, Bizantium menjadikan Kristen sebagai agama utama negara. Di Persia, agama Zoroastrianisme menjadi keyakinan dominan. Di wilayah Asia Selatan dan Timur, ajaran Hindu, Buddha, serta berbagai kepercayaan lokal berkembang luas. Teknologi Masih Sederhana Jika dibandingkan dengan masa modern, teknologi pada abad ke-6 hingga ke-7 masih relatif sederhana. Meski demikian, sejumlah bidang sudah menunjukkan perkembangan penting. Sistem pertanian dan irigasi berkembang di wilayah Persia dan Mesir. Perdagangan laut juga mulai ramai di jalur Samudra Hindia, menghubungkan berbagai pusat ekonomi kuno. Selain itu, pengetahuan astronomi dan matematika juga mulai berkembang di sejumlah peradaban. Memasuki abad ke-7, dunia mulai mengalami perubahan geopolitik besar. Islam yang muncul dari Jazirah Arab mulai menyebar ke berbagai wilayah. Dalam beberapa dekade, kekuasaan Bizantium dan Persia yang sebelumnya dominan mulai melemah. Wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, hingga sebagian Asia perlahan berada di bawah pemerintahan Muslim. Perubahan ini kemudian menjadi salah satu titik penting dalam sejarah yang membentuk perkembangan peradaban dunia hingga berabad-abad berikutnya. Baca: Sehebat Apa China di Era Nabi Muhammad hingga Muncul Pepatah Cari Ilmu Pada masa Nabi Muhammad SAW hidup, sejumlah kekaisaran raksasa menguasai perdagangan, politik, hingga perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai kawasan. Lima di antaranya dikenal sebagai kekuatan global yang paling berpengaruh saat itu. Masing-masing memiliki karakter unik, mulai dari pusat ilmu pengetahuan hingga kekuatan militer nomaden. 1. Dinasti Tang: Masa Keemasan Peradaban China Dinasti Tang (618-907 M) adalah salah satu periode paling gemilang dalam sejarah Tiongkok, tepat ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup dan menyebarkan Islam di Jazirah Arab. Era ini sering disebut sebagai “zaman keemasan” peradaban China karena stabilitas politik, kemajuan budaya, dan pengaruhnya yang meluas ke wilayah Asia lainnya. Di bawah pemerintahan Tang, Tiongkok berhasil menyatukan kembali wilayahnya setelah berabad-abad perpecahan, membangun pemerintahan yang terpusat, serta menerapkan sistem administrasi dan kebijakan yang kuat. Budaya pada era Tang berkembang sangat pesat, mencakup seni, sastra, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Ibu kotanya, Chang’an (kini Xi’an), menjadi pusat perdagangan dan pertemuan para pedagang serta cendekiawan dunia melalui Jalur Sutra. Baca: Di Balik Perang Iran, Ada Harta Biru Bernilai Tinggi yang Terabaikan Inovasi seperti pencetakan balok kayu, kemajuan puisi dan lukisan, serta diplomasi yang aktif memperkokoh posisi Tang sebagai salah satu kekuatan besar abad pertengahan, menunjukkan betapa maju dan berpengaruhnya Tiongkok saat dunia Islam tengah berubah. 2. Bizantium: Pewaris Romawi yang Bertahan Lama Kekaisaran Bizantium merupakan kelanjutan Romawi di wilayah timur, dengan ibu kota Konstantinopel yang terletak strategis di Selat Bosphorus. Posisi ini menjadikannya pusat perdagangan antara Asia dan Eropa. Budaya Bizantium merupakan perpaduan tradisi Yunani dan Romawi, dengan agama Kristen sebagai agama mayoritas setelah Kaisar Konstantinus memeluk agama tersebut. Sistem ekonomi diatur cukup ketat, termasuk perdagangan sutra yang menjadi komoditas unggulan. Baca: Jejak Krisis Minyak Dunia Sepanjang Sejarah, Mana Paling Mengguncang? Kaisar memiliki kekuasaan absolut dan dianggap mendapat legitimasi ilahi. Pada masa Kaisar Justinian I, Bizantium bahkan berupaya merebut kembali wilayah Romawi lama serta menyusun kodifikasi hukum yang kelak mempengaruhi sistem hukum Eropa. Meski kuat, Bizantium menghadapi tekanan pajak tinggi, konflik agama internal, serta ekspansi kekuatan Muslim pada abad ke-7. 3. Hephthalite (Hun Putih): Kekuatan Nomaden Asia Tengah Hephthalite, atau Hun Putih, merupakan konfederasi nomaden yang mendominasi Asia Tengah pada abad ke-5 hingga ke-6 M. Wilayah kekuasaannya mencakup Afghanistan, Uzbekistan, hingga sebagian Iran dan India utara. Berbeda dengan kekaisaran lain, mereka tidak memiliki kota permanen maupun sistem tulisan. Mereka hidup berpindah dengan tenda wol dan dikenal sebagai kekuatan militer agresif yang sering menyerang Persia dan India. Meski nomaden, mereka aktif dalam perdagangan Jalur Sutra
Related Posts
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Denpasar Hari Ini, 17 Ramadan 1447 H
- CSNBro
- 6 Maret 2026
- 0
Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Denpasar Hari Ini, 17 Ramadan 1447 H
Waspada Penipuan Catut Nama DJP, Kirim File Berbahaya hingga Tagih Pajak Palsu
- CSNBro
- 15 Februari 2026
- 0
Waspada Penipuan Catut Nama DJP, Kirim File Berbahaya hingga Tagih Pajak Palsu
Hari Peduli Sampah Nasional 2026, BRI Tegaskan Komitmen Lewat “Yok Kita Gas”
- CSNBro
- 21 Februari 2026
- 0
Hari Peduli Sampah Nasional 2026, BRI Tegaskan Komitmen Lewat “Yok Kita Gas”
