Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID MARKET DATA MAJOR INDEXES INDO-FX USD-FX COMMODITIES BONDS CNBC Indonesia Research Berita Research Harga Emas Bangkit, Saatnya Kumpulkan Tenaga ke Level Tertinggi Comment SHARE url telah tercopy mae, CNBC Indonesia 05 March 2026 06:45 Foto: emas Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas bangkit ditopang melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kedua faktor ini mendorong permintaan aset aman terhadap logam mulia tersebut. Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 5135,42 per troy ons pada perdagangan Rabu (4/3/2026) atau naik 0,96%. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas anjlok 4,5% pada Selasa ke level US$ 5.000. Harga emas masih menguat pada hari ini. Pada Kamis (5/3/2026) pukul 06.18 WIB, harga emas ada di posisi US$ 5.147,59 per troy ons atau naik 0,24%. Kenaikan harga emas ditopang oleh melemahnya dolar AS. Indeks dolar melandai ke 98,76 dari 99 pada hari sebelumnya. Pembelian emas global dikonversi ke dolar sehingga pelemahan dolar berimbas positif ke emas. “Setelah beberapa hari terakhir terjadi pelepasan posisi dan penguatan dolar, pasar kini kembali ke kondisi risk-off makro yang lebih normal, dengan perak juga ikut naik. Jeda dalam kenaikan dolar dan imbal hasil obligasi Treasury membantu menurunkan biaya peluang untuk memegang logam mulia,” kata Jamie Dutta, analis pasar di Nemo.money, kepada Reuters. “Karakteristik emas dan perak sebagai aset safe haven dapat kembali bersinar,” imbuhnya. Baca: Ribuan Orang Hadiri Sidang Akbar di China, Investor Global Was-Was Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 4% pada Selasa, karena investor beralih ke dolar AS dan kekhawatiran inflasi mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga, yang biasanya menurunkan biaya peluang memegang emas. Dari Timur Tengah dilaporkan, pasukan Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran sepanjang waktu, sementara Israel melancarkan gelombang serangan besar pada Rabu yang menargetkan lokasi rudal dan sistem pertahanan udara Iran. Saham-saham di Asia merosot karena investor melepas posisi besar di saham produsen chip, di tengah kekhawatiran bahwa meluasnya perang di Timur Tengah dapat memicu guncangan harga minyak, yang pada akhirnya meningkatkan inflasi dan menunda pemangkasan suku bunga. Baca: Di Tengah Perang Iran, Bitcoin Malah Naik: Tanda Era Emas Berakhir? Investor secara luas memperkirakan The Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya yang berlangsung selama dua hari dan berakhir pada 18 Maret. “Jika kampanye militer berlangsung lebih lama atau meluas ke kawasan lain, permintaan safe haven kemungkinan akan terus menopang harga emas di atas US$5.000 per ons dan berpotensi membuka peluang untuk menguji kembali level tertinggi baru-baru ini,” kata Linh Tran, analis pasar senior di XS.com. Add as a preferred source on Google Harga perak juga akhirnya bangkit. Merujuk Refinitiv, harga perak ditutup di posisi US$ 83,41 per troy ons pada perdagangan Rabu (4/3/2026) atau naik 1,7%. Kenaikan ini memutus tren negatif perak yang jatuh 13% dalam dua hari sebelumnya. Harga perak juga menguat pada hari ini. Pada Kamis (5/3/2026) pukul 06.18 WIB, harga perak ada di posisi US$ 83,52 per troy ons atau naik 0,14%. Next Page Harga Perak Bangkit Pages 1 2 Next Tags #dolar as #harga emas #ketegangan timur tengah #inflasi #pasar saham #suku bunga #investasi #logam mulia #analisis pasar #aset aman #harga perak Related Articles Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik? RESEARCH Harga Perak Ugal-ugalan, Waktunya Beli Lagi? RESEARCH Pegadaian Bongkar 2 Skenario Harga Emas Terbaru, Jangan Salah Langkah! RESEARCH Pemilik Emas Galau Brutal, Sepekan Harganya Anjlok Nyaris 1% RESEARCH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media
Related Posts
Perang AS-Israel Vs Iran Meluas, Negara Teluk Terjebak di Persimpangan
- CSNBro
- 2 Maret 2026
- 0
Perang AS-Israel Vs Iran Meluas, Negara Teluk Terjebak di Persimpangan
BNI Rayakan Imlek Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Berkelanjutan
- CSNBro
- 22 Februari 2026
- 0
BNI Rayakan Imlek Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Berkelanjutan
Bos Ducati Ungkap Alasan Pecah Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026
- CSNBro
- 1 Maret 2026
- 0
Bos Ducati Ungkap Alasan Pecah Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026
