Air Paling Tua di Dunia Ternyata Tak Bisa Diminum, Begini Alasannya

Air Paling Tua di Dunia Ternyata Tak Bisa Diminum, Begini Alasannya login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Air Paling Tua di Dunia Ternyata Tak Bisa Diminum, Begini Alasannya Comment SHARE url telah tercopy Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia 05 March 2026 07:20 Foto: Laut. (Dok. Freepik) Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah penelitian berhasil menemukan air paling tua di dunia. Terletek di Ontario, Kanada, air tersebut disebut terbentuk di bawah kondisi atmosfer purba. Para peneliti melakukan penelitian dengan Xenon dan gas mulia lainnya. Gas-gas tersebut memiliki sifat sinert secara kimia dan tidak bereakasi pada unsur lain, cocok sebagai pencatat data yang solid. “Dengan menggunakan isotop air DNA khususnya gas mulia, secara kuantitatif dapat menentukan apakah air itu memiliki komponen modern. Dan tidak satupun air tersebut memilikinya, jadi air tersebut memang terisolasi dari siklus air modern,” kata salah satu peneliti dan ahli geologi Universitas Toronto, Barbara Sherwood Lollar, dikutip dari IFL Science, Selasa (3/3/2026). Diperkirakan air tersebut berusia 1,5 miliar tahun berdasarkan penelitian awal. Mereka juga menduga usianya bisa lebih tua karena mengandung gas yang berasal dari batuan dan sedimen berusia lebih dari 2,6 miliar tahun lalu. Pilihan Redaksi Tanaman Ini Tumbuh Liar di Hutan RI, Ternyata Bisa Jadi BBM Identitas Selingkuhan Bill Gates Terungkap, Sekolah Dibayari Epstein Temuan Sistem Planet Terbalik Ubah Pandangan Manusia Soal Dunia Artinya selama miliaran tahun, air tersebut terkunci dari atmosfer luar. Bahkan diperkirakan tanpa oksigen atau kehidupan organisme lainnya. Apakah air itu bisa diminum? Nyatanya tidak bisa. Lollar tak menyarankan untuk meminum air tua tersebut. Dia mengatakan tanpa meminumnya bisa merasakan rasa air itu, yakni pahit dan asin saat dipercikan ke wajahnya. “Sayangnya ‘dan dia meminum air itu’ adalah rekayasa media. Saya tidak meminumnya dan tidak akan melakukannya,” dia menjelaskan. “Namun jika Anda melihat videonya, Anda melihat ada air yang mengalir dan bergelembung, sangat aktif di beberapa tempat. Beberapa tetes pasti akan mengenai Anda dan dapat mengetahui betapa pahitnya air tersebut,” ujarnya menambahkan. (dem/dem) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Prabowo Sebut PR Besar, Ungkap Bahaya Ancam Indonesia Tags #air tertua #air tidak bisa diminum #penelitian air #ontario kanada #gas mulia #isotop air #sejarah air #kualitas air #geologi #lingkungan hidup #sains Related Articles Gunung Baru Muncul di Jawa, Ahli Geologi Ungkap Asal-Usulnya TECH Gunung Baru Muncul di Jawa, Ahli Geologi Jelaskan Asal-Usulnya TECH Aqua Bukan Air Mineral Alami, Ini Perbedaannya dengan Air Botol Lain TECH Viral KDM Sidak ke Pabrik Aqua Kaget Pakai Sumur Bor, Ini Faktanya TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *