Tanda Kiamat Makin Jelas, Dunia Hilang Ditemukan di Mana-mana

Tanda Kiamat Makin Jelas, Dunia Hilang Ditemukan di Mana-mana login HOME MARKET MY MONEY NEWS TECH LIFESTYLE SHARIA ENTREPRENEUR CUAP CUAP CUAN CNBC TV Search Search Search History Loading… RESEARCH OPINION PHOTO VIDEO INFOGRAPHIC BERBUATBAIK.ID CNBC Indonesia Tech Berita Tech Tanda Kiamat Makin Jelas, Dunia Hilang Ditemukan di Mana-mana Comment SHARE url telah tercopy Redaksi,  CNBC Indonesia 04 March 2026 18:00 Foto: AP/ Jakarta, CNBC Indonesia – Pemanasan global memicu mencairnya lapisan es, sehingga berpotensi menaikkan level permukaan air laut. Hal ini bisa membawa petaka bagi kelangsungan ekosistem, serta menyebabkan bencana alam.  Di sisi lain, fenomena mencairnya lapisan es juga membuka rahasia ‘dunia hilang’ yang telah terkubur selama ribuan tahun. Peneliti dilaporkan menemukan keberadaan banyak ‘dunia lain’ di bawah es. Pilihan Redaksi Ada “Epstein Files” Dibalik Trump Kerahkan AS-Israel Serang Iran Dialektika Iran: Revolusi Putih hingga Dekonstruksi Republik Islam Tanda ‘kiamat’ pemanasan global ini terjadi karena pembakaran bahan bakar fosil yang menghasilkan kadar karbon dioksida dan gas rumah kaca lain di atmosfer. Akibatnya temperatur Bumi naik dan menjadi panas, pencairan es sudah terjadi selama beberapa dekade terakhir, bahkan lajunya makin intens dari waktu-ke-waktu.  Arkeolog menemukan bukti kehidupan manusia selama berabad-abad lalu. Salah satunya adalah penemuan jasad manusia yang terawetkan selama ribuan tahun atau dikenal sebagai Otzi yang ditemukan di pegunungan Alpen pada 1991. Material-material barang di sekitar Otzi bisa langsung diteliti karena pengawetan yang dilakukan. Sebab tanpa diawetkan, material organik yang pernah hidup akan segera membusuk. Material itu termasuk serat tanaman, kayu, dan kulit. Penemuan itu membawa para ilmuwan pada abad Neolitikum di Pegunungan Alpen. Ini meluncurkan bidang yang disebut arkeologi bongkahan es. Selain itu, para arkeolog juga menemukan jejak manusia yang terkubur ribuan tahun lalu dari penelitian bongkahan es dan material yang digali di Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Misalnya temuan bukti manusia yang berburu dan menggembalakan rusa kutub sejak 6.000 tahun lalu. Penemuan berasal dari terowongan sepanjang 70 meter yang diukir di lapisan es Juvfonne di Norwegia, dikutip dari Nature, Rabu (4/3/2026). Banyak artefak kuno yang akhirnya terlihat karena lapisan es yang mencair. Isinya adalah terkait perburuan hewan besar. Temuan lain adalah di Pegunungan Rocky tahun 2007. Arkeolog, Craig Lee menemukan artefak lapisan es tertua yang pernah ditemukan, yakni sebuah alat untuk melempar anak panah atau lembing. Bagian poros depannya terbuat dari pohon muda kulit birch dan berasal dari 10.300 tahun berdasarkan penanggalan karbon. (fab/fab) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNBC] Next Article Tanda Kiamat Makin Dekat, Dunia Lain Muncul Tiba-Tiba di Mana-Mana Tags #pemanasan global #tanda kiamat #dunia hilang #pencairan es #bencana alam #arkeologi #perubahan iklim #penemuan kuno #ekosistem #karbon dioksida Related Articles Tanda Kiamat Makin Jelas, Dunia Lain Muncul di Mana-Mana TECH Tanda Kiamat Makin Jelas, Dunia Lain Muncul di Mana-Mana TECH Tanda Kiamat Makin Jelas, Dunia Lain Muncul di Mana-Mana TECH Gurun Sahara Mendadak Berubah, Ilmuwan Teriak Tanda Kiamat TECH Recommendation SHOW MORE Most Popular Features Loading… part of Add as a preferred source on Google Connect With Us ©2026 CNBC Indonesia, A Transmedia Company Kategori Market My Money News Tech Lifestyle Sharia Entrepreneur Cuap Cuap Cuan Research Opinion Photo Video Infographic Berbuatbaik.id Layanan berbuatbaik.id Pasangmata Adsmart detikEvent Trans Snow World Trans Studio Informasi Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Karir Disclaimer CNBC Indonesia My Investment Jaringan Media CNN Indonesia CNBC Indonesia Haibunda Insertlive Beautynesia Female Daily CXO Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *