Ramadan Bulan Turunnya Al Quran, Begini Asal-usul dan Sejarahnya Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Hikmah Tausyiah Muslimah Dunia Islam Qur’an Digital Jadwal Sholat Juz Amma Murottal Syiar Indeks Home Hikmah Tausyiah Muslimah Dunia Islam Qur’an Digital Jadwal Sholat Juz Amma Murottal Syiar Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Tausyiah Ramadan Bulan Turunnya Al Quran, Begini Asal-usul dan Sejarahnya Widaningsih Selasa, 03 Maret 2026 – 05:15 WIBloading… Sejarah Nuzulul Quran atau turunnya Al-Quran terbagi dalam 2 periode yang menurut para ulama Ulum Al-Quran, periode itu pertama periode sebelum hijrah; dan kedua periode sesudah hijrah. Foto ilustrasi/ist A A A Bulan suci Ramadan dikenal juga sebagai bulan turunnya Al Quran, karena pada bulan suci tersebut Nuzulul Quran (Turunnya Al Quran) terjadi. Lantas bagaimana asal-usul sejarahnya? Simak ulasannya berikut ini.Sejarah Nuzulul Quran atau turunnya Al-Qur’an terbagi dalam 2 periode yang menurut para ulama ‘Ulum Al-Qur’an, periode itu pertama periode sebelum hijrah; dan kedua periode sesudah hijrah.Prof Dr M Qurash Shihab dalam bukunya berjudul “Membumikan Al-Qur’an” mengatakan pembagian demikian untuk lebih menjelaskan tujuan-tujuan pokok Al-Qur’an. Ayat-ayat Al Quran yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyyah, dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamai ayat-ayat Madaniyyah.Hanya saja, Quraish Shihab membagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam tiga periode. Meski pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makkiyah, dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyyah.Periode PertamaPada awal turunnya wahyu pertama (iqra’), Muhammad SAW belum dilantik menjadi Rasul. Dengan wahyu pertama itu, beliau baru merupakan seorang nabi yang tidak ditugaskan untuk menyampaikan apa yang diterima. Baru setelah turun wahyu kedua beliau ditugaskan untuk menyampaikan wahyu-wahyu yang diterimanya, dengan adanya firman Allah: “Wahai yang berselimut, bangkit dan berilah peringatan” ( QS 74 :1-2).Baca juga: Perang Badar, Bukti Kekuatan Doa dan Keyakinan Kemudian, setelah itu, kandungan wahyu Ilahi berkisar dalam tiga hal. Pertama, pendidikan bagi Rasulullah SAW, dalam membentuk kepribadiannya.Perhatikan firman-Nya: “Wahai orang yang berselimut, bangunlah dan sampaikanlah. Dan Tuhanmu agungkanlah. Bersihkanlah pakaianmu. Tinggalkanlah kotoran (syirik). Janganlah memberikan sesuatu dengan mengharap menerima lebih banyak darinya, dan sabarlah engkau melaksanakan perintah-perintah Tuhanmu” ( QS 74 :1-7).Dalam wahyu ketiga terdapat pula bimbingan untuknya: “Wahai orang yang berselimut, bangkitlah, sholatlah di malam hari kecuali sedikit darinya, yaitu separuh malam, kuranq sedikit dari itu atau lebih, dan bacalah Al-Quran dengan tartil ( QS 73 :1-4).Perintah ini disebabkan karena Sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu wahyu yang sangat berat ( QS 73 :5).Menurut Quraish ada lagi ayat-ayat lain, umpamanya: Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat. Rendahkanlah dirimu, janganlah bersifat sombong kepada orang-orang yang beriman yang mengikutimu. Apabila mereka (keluargamu) enggan mengikutimu, katakanlah: aku berlepas dari apa yang kalian kerjakan ( QS 26 :214-216).Demikian ayat-ayat yang merupakan bimbingan bagi beliau demi suksesnya dakwah.Kedua, pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai sifat dan af’al Allah, misalnya surah Al-A’la (surah ketujuh yang diturunkan) atau surah Al-Ikhlash, yang menurut hadis Rasulullah “sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an”, karena yang mengetahuinya dengan sebenarnya akan mengetahui pula persoalan-persoalan tauhid dan tanzih (penyucian) Allah SWT.Ketiga, keterangan mengenai dasar-dasar akhlak Islamiah, serta bantahan-bantahan secara umum mengenai pandangan hidup masyarakat jahiliah ketika itu. Ini dapat dibaca, misalnya, dalam surah Al-Takatsur, satu surah yang mengecam mereka yang menumpuk-numpuk harta; dan surah Al-Ma’un yang menerangkan kewajiban terhadap fakir miskin dan anak yatim serta pandangan agama mengenai hidup bergotong-royong.Menurut Quraish, periode ini berlangsung sekitar 4-5 tahun dan telah menimbulkan bermacam-macam reaksi di kalangan masyarakat Arab ketika itu.Reaksi-reaksi tersebut nyata dalam tiga hal pokok: pertama, segolongan kecil dari mereka menerima dengan baik ajaran-ajaran Al-Qur’an. Halaman :123Lihat Juga : Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! nuzulul quran al quran bulan diturunkannya alquran sejarah nuzulul quran ramadan 2026 Artikel Terkait Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Surabaya Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar Perang Badar, Bukti Kekuatan Doa dan Keyakinan Rekomendasi Anomali Magnetik Aneh Ditemukan di Peta Baru Danau Rotorua Gunung Berapi Purba Etiopia Meletus setelah 12.000 Tahun Tertidur Arkeolog Inggris Yakin Nabi Sulaiman Tokoh Terkaya yang Tak Tertandingi Artikel Terkini Selengkapnya Ramadan Bulan Turunnya Al Quran, Begini Asal-usul dan Sejarahnya Jadwal Salat dan Imsakiyah Jakarta Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Bandung Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Surabaya Hari Ini, 13 Ramadan 1447 H Banyak Kaum Muslim yang Belum Umrah Jadi Target Biro Ibadah Selengkapnya Haji 2025 Haji Akbar yang Dirindukan Jemaah Haji Marhaban Yaa Syahrul Dzulqadah, Bulan Mulia Menyambut Musim Haji Terpopuler 1 Al Malhamah Kubra, Perang Besar Akhir Zaman Akankah Segera Terjadi? 2 Bolehkah Menjalankan Puasa Ramadan dengan Niat Diet? Simak Jangan Sampai Keliru 3 Zikir Ini, Amalan Terbaik Wanita Haid untuk Berburu Pahala Ramadan 4 Kebahagiaan Orang Berpuasa yang Sering Diabaikan, Apa Itu? 5 Kumpulan Hadis Tentang Pahala Puasa Ramadan Infografis Keutamaan 10 Hari Terakhir dan Amalan Bulan Ramadan 1 Al Malhamah Kubra, Perang Besar Akhir Zaman Akankah Segera Terjadi? 2 Bolehkah Menjalankan Puasa Ramadan dengan Niat Diet? Simak Jangan Sampai Keliru 3 Zikir Ini, Amalan Terbaik Wanita Haid untuk Berburu Pahala Ramada
Ramadan Bulan Turunnya Al Quran, Begini Asal-usul dan Sejarahnya
